Sumut Terkini

Peserta MTQ Deli Serdang Harus Wakili Kecamatannya Sendiri, Camat Gontar: Tempat Kami Perang Bintang

Hal ini juga sudah diinstruksikan kepada pihak Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Deli Serdang untuk dijalankan. 

|
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
IST
JUARA : Bupati Deli Serdang, berfoto dengan salah satu peserta MTQ yang berhasil juara pada MTQ tahun lalu. Saat ini Pemkab Deli Serdang mengubah aturan untuk syarat peserta MTQ. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Pemkab Deli Serdang tahun ini merubah syarat untuk menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten.

Beda dari tahun-tahun sebelumnya tahun ini peserta yang ikut harus benar-benar mewakili Kecamatannya masing-masing atau sesuai domisili.

Contoh untuk warga Kecamatan Lubuk Pakam harus mewakili Kecamatan Lubuk Pakam bukan dari Kecamatan lain. 

Informasi yang dihimpun kebijakan ini dibuat atas keinginan dan kemauan Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan. Bupati tidak mau kalau peserta yang ikut bukan mewakili Kecamatannya sendiri.

Hal ini juga sudah diinstruksikan kepada pihak Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Deli Serdang untuk dijalankan. 

"Iya harus seperti itu sekarang (peserta harus mewakili Kecamatannya sendiri). Artinya ini kesepakatan kita dengan Pemkab," ujar Ketua LPTQ Deli Serdang, Khairul Anwar, Senin (20/4/2026). 

Informasi lain yang didapatkan kepesertaan MTQ di Kabupaten Deli Serdang sudah beberapa kali diatur ketentuannya.

Dahulunya pernah juga peserta yang ikut berasal dari Kabupaten Kota lain dan saat pelaksanaan mengaku-ngaku warga dari Kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang.

Istilah ini dikenal dengan sebutan pemain cabutan atau transfer pemain. 

Setelah hal itu, regulasi kembali lagi diatur dimana yang diperbolehkan menjadi peserta adalah asli warga Kabupaten Deli Serdang.

Namun demikian pada saat pelaksanaan mereka bisa ikut mewakili kecamatan-kecamatan lain mesti bukan berasal dari Kecamatan tersebut.

Karena hal ini membuat saat hari pelaksanaan masing-masing Kecamatan bisa banyak pesertanya meskipun di Kecamatan tersebut minim pembinaan. 

Karena aturan baru ini kegiatan MTQ di Kabupaten Deli Serdang pun dimundurkan pelaksanaannya.

Sempat ada wacana kalau kegiatan mau dilaksanakan pada 22 April di Kecamatan Beringin.

Hingga kini belum diketahui kapan pastinya kegiatan MTQ tingkat Kabupaten akan dilaksanakan.

Hal ini lantaran Kecamatan-Kecamatan masih berusaha untuk menseleksi masing-masing calon peserta yang akan dibawa ditingkat Kecamatan. 

Camat Tanjung Morawa, Gontar Panjaitan mengatakan karena ada penundaan pelaksanaan di tingkat Kabupaten saat ini pihaknya bersama LPTQ sedang proses untuk melakukan penyeleksian.

Dilakukan seleksi dilakukan bukan terbuka karena anggaran untuk kegiatan MTQ tingkat Kecamatan tidak ada ditampung.

Mana-mana yang sudah berpengalaman mereka panggil untuk dilihat lagi kemampuannya. 

"Seleksi gak terbuka mana yang berpengalaman kami panggil dan kami rapatkan. Iya sekarang peserta sesuai KTP domisili setempat. Kalau kita di Tanjung Morawa ini nggak ada kendala karena memang banyak. Justru gudangnya itu Tanjung Morawa makanya kami buat seleksi kecil untuk cari siapa yang mau kita kirim," bilang Gontar. 

Gontar menambahkan untuk di Tanjung Morawa kondisinya perang bintang. Untuk semua cabang dipastikan bisa terwakili.

Disebut saking banyaknya jika memang bisa mengirim 2 kontingen bisa disiapkan. 

"Yang jelas kalau Tanjung Morawa berlebih. Yang ada jugalah plus minusnya kalau pakai ketentuan sesuai KTP domisili. Kalau seperti ini ya memang yang lainnya itu bisa juga mewakili Kecamatannya tapi juga ada perang bintang di tingkat Kecamatan," katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved