Cegah Keracunan, Pemprov Sumut Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Makanan Bergizi di Sekolah
Upaya ini dilakukan guna memastikan keamanan pangan serta peningkatan higienitas dalam pengolahan makanan di setiap dapur SPPG
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat langkah mitigasi dan pengawasan terhadap potensi kasus keracunan yang diduga disebabkan oleh konsumsi Makanan Bergizi (MBG) bagi anak sekolah. Upaya ini dilakukan guna memastikan keamanan pangan serta peningkatan higienitas dalam pengolahan makanan di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut disampaikan oleh sejumlah instansi terkait, dalam konferensi pers yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (10/11/2025).
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Novita R Saragih, mengungkapkan bahwa dari data yang dihimpun, sekitar 30 persen laporan keracunan makanan di Sumut berasal dari beberapa SPPG. Dari jumlah tersebut, hanya empat kasus spesifik terjadi di lingkungan sekolah, antara lain di Lubuk Pakam dan Laguboti.
“Kami terus melakukan koordinasi lintas sektor. Hingga saat ini, sekitar 30?ri total laporan menunjukkan gejala ringan seperti mual dan pusing,” jelas Novita.
Dinkes Sumut telah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat dan Badan POM untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan penyebab keracunan. “Kami terus melakukan uji higienitas terhadap penyedia pangan sekolah maupun pasokan bahan makanan,” tambahnya.
Baca juga: Jawab Aduan Masyarakat soal TPL, Gubernur Sumut Bobby Nasution Jadwalkan Kunker ke Desa Sipahoras
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Mojaza Sirait, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan adanya mikroba seperti Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
“Sebagian besar masalah disebabkan oleh kurangnya kebersihan dalam proses pengolahan makanan, baik dari tangan petugas, bahan baku yang tidak higienis, maupun proses masak yang belum sesuai standar,” ujar Mojaza.
Sebagai langkah pencegahan, BBPOM Medan telah memberikan pelatihan kepada pelaksana SPPG mengenai produksi pangan dalam jumlah besar serta memperketat pengawasan terhadap dapur pengolahan, dengan menekankan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan.
Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak, menegaskan bahwa pihaknya tetap menargetkan kecukupan gizi sebesar 2.100 kalori per porsi MBG bagi anak sekolah.
“Harapan kami, target gizi ini dapat tercapai tanpa mengabaikan aspek kebersihan dan keamanan pangan,” ujarnya.
Donal menambahkan, pihaknya telah melaksanakan pelatihan komprehensif bagi petugas SPPG, mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan, kebersihan alat dan air, hingga pengelolaan limbah.
“Semua SOP ini harus dipatuhi agar MBG yang disajikan aman, bergizi, dan layak konsumsi bagi peserta didik,” tegasnya. (*)
| Gubsu Bobby Nasution Wacanakan One Day No Car bagi Seluruh ASN di Pemprov Sumut |
|
|---|
| Gubsu Bobby Wacanakan Terapkan One day No Car untuk ASN Pemprov Sumut |
|
|---|
| Arus Balik Gratis Pemprov Sumut 2026, 6.520 Pemudik Pulang ke Medan Mulai 26 Maret |
|
|---|
| ASN Kembali Bekerja Besok, Pemprov Sumut Masih Terapkan 50 Persen WFO dan WFH |
|
|---|
| PENGAKUAN Kepala SPPG Usai Viral Cuci Ayam di Tempat Wudhu dan WC Masjid: Dapat Izin dari RW |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Konferensi-Pers-terkait-upaya-mitigasi-htf.jpg)