Pakpak Bharat
Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara: Simbol Kebersamaan dan Iman yang Diperbarui
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Pemberkatan dan Peresmian Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara.
TRIBUN-MEDAN.COM - Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Pemberkatan dan Peresmian Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara, sekaligus menyaksikan penerimaan Sakramen Krisma se Paroki St. Lusia Salak, Minggu (3/4/2026).
Acara sakral ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Cornelius Sipayung, OFMCap, yang menegaskan kehadiran gereja sebagai pusat iman dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Bupati Franc Bernhard Tumanggor mengingatkan kembali peristiwa longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Kala itu, sebagian tembok gereja rusak akibat bencana. Namun berkat gotong royong luar biasa dari TNI, Polri, dan masyarakat, perbaikan dapat dilakukan dengan cepat sehingga gereja kembali berdiri kokoh.
“Puji Tuhan, berkat kerja sama kita semua, gereja ini bisa diresmikan kembali hari ini,” ucap Bupati penuh syukur.
Peristiwa ini menjadi simbol nyata bahwa solidaritas masyarakat Pakpak Bharat mampu mengubah musibah menjadi momentum kebangkitan.
Gereja bukan hanya bangunan fisik, melainkan cerminan kekuatan iman yang tumbuh dari kebersamaan.
Bupati Franc Bernhard Tumanggor juga menyinggung jumlah jemaat yang kini mencapai sekitar enam puluh kepala keluarga di Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara.
Dengan bertambahnya umat, gereja ini akan menjadi sumber kekuatan iman dan pusat kebersamaan yang semakin besar di masa depan.
Harapan ini sejalan dengan semangat pembangunan rohani yang terus digelorakan di Pakpak Bharat.
Selanjutnya, momentum peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Franc Bernhard Tumanggor bersama Uskup Mgr. Cornelius Sipayung OFMCap.
Tindakan simbolis ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan gereja dalam mendukung kehidupan beriman masyarakat.
Kehadiran Tokoh dan Umat
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Katolik se Paroki St. Lusia Salak.
Sakramen Krisma yang diberikan langsung oleh Uskup menjadi momen spiritual yang memperkuat iman umat sekaligus mempererat ikatan komunitas dengan Tuhan.
Dengan demikian, peresmian Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara ini bukan sekadar seremoni. Ia mencerminkan sinergi antara pembangunan fisik dan rohani, antara pemerintah dan masyarakat, antara iman dan solidaritas.
Gereja ini kini berdiri sebagai simbol keteguhan hati, kebersamaan, dan harapan baru bagi umat Katolik di Pakpak Bharat.
Dengan semangat gotong royong yang telah terbukti, Pakpak Bharat menunjukkan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi bersama, dan setiap kebangkitan selalu lahir dari persatuan.
Gereja Simervara kini menjadi saksi hidup dari perjalanan iman dan kebersamaan itu.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Bupati Franc ke Kementerian Pertanian: Dorong Hilirisasi Gambir dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat
Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simerva
Pakpak Bharat
Pemberian Sakramen Krisma di Pakpak Bharat
Uskup Agung Medan
Bupati Franc Bernhard Tumanggor
| Seminar Parenting Day SMP N 1 Salak: Sinergi Sekolah dan Orang Tua |
|
|---|
| Bupati Franc ke Kementerian Pertanian: Dorong Hilirisasi Gambir dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat |
|
|---|
| Tim Supervisi TP PKK Sumut Kunjungi Pakpak Bharat: Momentum Penguatan Gerakan PKK |
|
|---|
| Ivanre Sampitmo Manik: Putra Pakpak Bharat Menembus SMA Taruna Nusantara |
|
|---|
| Momen Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah di Kabupaten Pakpak Bharat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Peresmian-Gereja-Katolik-Simervara.jpg)