Berita Viral

Motif Sebenarnya Eks Menantu Otaki Pembunuhan Dumaris, Ternyata Berencana Habisi 4 Orang

Tersangka AF mengaku sempat terlibat konflik internal dengan keluarga korban saat masih tinggal bersama.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
TERJERAT DUNIA GELAP: Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60). 

TRIBUN-MEDAN.com - Berawal dari cium tangan seorang eks menantu, sebuah pertemuan keluarga di Pekanbaru justru berakhir dengan tragedi berdarah. 

Kepolisian mengungkap bahwa dendam sakit hati yang tersimpan sejak lama menjadi pemantik AF untuk mengotaki perampokan dan pembunuhan sadis terhadap mantan mertuanya sendiri, Dumaris Sitio (60).

Tersangka AF alias Anisa Tumanggor mengaku sempat terlibat konflik internal dengan keluarga korban saat masih tinggal bersama.

AF diketahui menikah dengan Arnold pada 2022, sebelum akhirnya meninggalkan rumah tersebut pada 2023.

Kini, keempat pelaku telah mendekam di Mapolresta Pekanbaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22).
Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Proses penangkapan dilakukan di lokasi berbeda, di mana AF dan SL diringkus di Aceh Tengah, sementara E dan L diamankan di Binjai. 

Dua pelaku pria terpaksa dilumpuhkan polisi karena sempat memberikan perlawanan.

Selain tindakan pembunuhan, para tersangka juga terjerat kasus lain.

Setelah melakukan aksi kejahatan, para pelaku diketahui sempat pergi ke Medan dan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan keempatnya positif menggunakan narkoba. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lainnya.

Mantan Menantu jadi Dalang Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026). 
PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026).  (IST)

Kasus perampokan dan pembunuhan yang menewaskan Dumaris (60) menunjukkan titik terang.

Polresta Pekanbaru menggelar ekspose kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang lansia bernama Dumaris di wilayah Rumbai, Minggu (3/5/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan empat orang tersangka, yakni AF yang merupakan menantu korban sebagai otak pelaku, serta SL sebagai eksekutor.

Dua pelaku lainnya berinisial E dan L turut terlibat dalam aksi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, mengatakan awalnya para pelaku datang ke Pekanbaru dengan niat merampok, namun rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan.

"Awalnya niat mereka ini ke Pekanbaru ingin merampok di rumah korban, namun berubah membunuh setelah sampai di Pekanbaru, bahkan ingin menghabisi semua yang ada di rumah,"ujarnya.

Keempat pelaku diketahui telah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) dan menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau.

Di sana, mereka menyusun rencana yang semula hanya perampokan, namun berkembang menjadi rencana menghabisi seluruh penghuni rumah korban, termasuk Arnold, anak korban.

Beberapa hari sebelum kejadian, para pelaku juga sempat melakukan survei lokasi rumah korban.

Pada hari kejadian, AF menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. Setelah itu, pelaku menuju rumah korban dan masuk ke dalam.

Sesampainya di rumah, AF bersama L sempat berinteraksi dengan korban.

"Sampai ke dalam rumah sempat salam korban dan cium tangan, dan ditanya mertuanya kok sudah lama tidak ke sini," ujar pelaku.

Saat suasana lengah, SL masuk ke rumah dengan berpura-pura menagih uang taksi online. 

Ia kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia. 

Setelah itu, korban dipindahkan ke kamar mandi dan pelaku merusak CCTV di rumah tersebut.

Tidak lama kemudian, Arnold tiba di rumah. Namun ia tidak mengetahui kondisi ibunya karena dialihkan oleh AF dan L. 

Arnold kemudian diajak pergi ke wilayah Minas, Siak, dengan rencana akan dijadikan target berikutnya.

Dalam perjalanan, rencana tersebut dibatalkan. Pelaku kemudian memberikan uang Rp50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.

Berencana Bunuh Empat Orang

MENANTU RAMPOK MERTUA - Tampang Anisa menantu yang rampok mertuanya, Dumaris Sitio di Pekanbaru. Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).
MENANTU RAMPOK MERTUA - Tampang Anisa menantu yang rampok mertuanya, Dumaris Sitio di Pekanbaru. Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026). (TikTok)

Diketahui, keempat pelaku telah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) dan sempat menginap di sebuah hotel melati yang berada di Jalan Riau.

Selama berada di lokasi tersebut, mereka menyusun rencana yang awalnya hanya sebatas perampokan, namun kemudian berkembang menjadi rencana untuk menghabisi seluruh penghuni rumah korban, termasuk Arnold yang merupakan anak korban.

Menjelang hari kejadian, para pelaku juga sempat melakukan pengintaian ke rumah korban guna memastikan situasi di lapangan.

Pada hari kejadian, AF terlebih dahulu menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. 

Setelah itu, para pelaku bergerak menuju kediaman korban dan masuk ke dalam rumah.

Setibanya di lokasi, AF bersama L sempat berinteraksi langsung dengan korban.

“Sampai ke dalam rumah sempat salam korban dan cium tangan, dan ditanya mertuanya kok sudah lama tidak ke sini,” ujar pelaku.

Saat situasi dinilai lengah, SL masuk ke dalam rumah dengan dalih menagih pembayaran taksi online. 

Ia kemudian melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia. 

Usai kejadian, jasad korban dipindahkan ke kamar mandi, sementara pelaku merusak kamera CCTV yang ada di rumah tersebut.

Tak lama berselang, Arnold tiba di rumah. Namun ia tidak mengetahui kondisi ibunya lantaran dialihkan oleh AF dan L. 

Arnold kemudian diajak menuju wilayah Minas, Siak, dengan rencana akan dijadikan target berikutnya.

Namun di tengah perjalanan, rencana tersebut urung dilakukan. 

Para pelaku kemudian memberikan uang sebesar Rp50 ribu kepada Arnold dan memintanya kembali ke Pekanbaru.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved