Berita Viral

Kronologi Eks Menantu Otak Pembunuh Nenek Dumaris, Awalnya Cuma Mau Ngerampok

Di sana mereka merencanakan yang awalnya ingin merampok, berubah menjadi ingin menghabisi semua isi penghuni rumah

Tayang:
Pekanbaru.com
OTAK PEMBUNUHAN NENEK - Pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap lansia Dumaris di Rumbai Pekanbaru Minggu (3/5/2026). Otak pelaku merupakan mantan menantu korban 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan menantu menjadi otak pembunuhan nenek Dumaris (60) di Pekanbaru, Riau. Awalnya cuma mau merampok, berujung pembunuhan.

Polresta Pekanbaru menggelar ekspose kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang lansia bernama Dumaris di wilayah Rumbai, Minggu (3/5/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan empat orang tersangka, yakni AF yang merupakan menantu korban sebagai otak pelaku, serta SL sebagai eksekutor.

Dua pelaku lainnya berinisial E dan L turut terlibat dalam aksi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, mengatakan awalnya para pelaku datang ke Pekanbaru dengan niat merampok, namun rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan.

Baca juga: Tragis Istri di Lingga Tewas Terkubur Tanpa Busana, Suami Menghilang Usai Pinjam Uang ke Kakak

"Awalnya niat mereka ini ke Pekanbaru ingin merampok di rumah korban, namun berubah membunuh setelah sampai di Pekanbaru, bahkan ingin menghabisi semua yang ada di rumah,"ujarnya.

Keempat pelaku ini sudah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) di Pekanbaru dengan menginap di hotel melati di Jalan Riau.

Di sana mereka merencanakan yang awalnya ingin merampok, berubah menjadi ingin menghabisi semua isi penghuni rumah termasuk Arnold anak korban dan adik korban.

Beberapa hari sebelum kejadian mereka sempat melakukan penggambaran lokasi target yang akan dirampok , yakni rumah korban.

Namun pada hari kejadian, otak pelaku AF menghubungi suaminya Arnold yakni anak korban dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman, saat bertemu di Jalan Sudirman tersebut pelaku pun menuju ke rumah korban dan langsung masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Tersangka Pembunuhan Nenek Dimaris di Pekanbaru Terancam Hukuman Mati, Polisi Ungkap Motifnya

Sesampainya di rumah korban, AF yang merupakan menantu ditemani L yang tidak lain adalah teman sekolah SMP AF di Sumut.

"Sampai ke dalam rumah sempat salam korban dan cium tangan, dan ditanya mertuanya kok sudah lama tidak ke sini,"ujar korban.

Saat ngobrol di dalam rumah, akhirnya seorang laki-laki yang merupakan eksekutor SL masuk dengan pura-pura menagih uang taksi online anaknya.

Sambil membawa sebalok kayu yang sudah disiapkan dari hotel tempat mereka menginap, dengan cepat SL menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.

Mayat korban pun langsung diseret ke kamar mandi dan meninggal ditempat, dua pelaku laki-laki itu juga merusak cctv di rumah korban.

Baca juga: Dumaris Sitio Lansia Tewas Dibunuh Mantan Menantunya Dikenal Baik dan Gemar Bagi-bagi THR

Saat bersamaan Arnold anak korban tiba di rumah dan langsung diajak ngobrol dua pelaku lainnya yang merupakan perempuan yakni AF dan L.

Sehingga Arnold belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.

Saat itu, Arnold diajak untuk menemui keluarga pelaku di Minas Siak, dengan rencana pelaku juga akan mengeksekusi Arnold, Arnold menaiki sepeda motor ditemani satu pelaku L, sedangkan tiga lainnya naik mobil.

Setibanya di Minas, pelaku mulai panik dan rencana untuk mengeksekusi Arnold batal, dan akhirnya pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruh kembali ke Pekanbaru.

Motif Perampokan dan Pembunuhan

Untuk motif pelaku sendiri sebagai otak pelaku AF, karena mengaku sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut.

AF menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam ke Medan.

Alasannya sakit hati dan tersinggung dengan mulut korban dan keluarga tersebut.

Saat ini keempat pelaku sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru dan dua pelaku laki-laki dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan di dua lokasi.

Penangkapan pertama AF dan SL yang juga diketahui sudah nikah siri, berada di rumah kontrakan di Aceh Tengah, sedangkan E dan L ditangkap di Binjai.

Setelah melakukan eksekusi di Pekanbaru, keempat pelaku ini sempat melakukan pesta narkoba di Medan, sehingga keempat pelaku terdeteksi sedang positif narkoba.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved