Berita Viral
Korban Serudukan Mobil Kepala Dinas di Banten Bertambah, 2 Orang Meninggal Dunia
Korban tewas akibat serudukan mobil kepala dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten, bertambah jadi dua orang
TRIBUN-MEDAN.com - Korban tewas akibat serudukan mobil kepala dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten, bertambah jadi dua orang.
Korban kedua yang meninggal adalah Dewi Handayani, yang merupakan pedagang di depan SD Sukaratu 5, Kecamatan Majasari.
Inisiden ini terjadi saat Ahmad Mursidi (58), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, mengemudikan mobil Toyota Innova warna hitam bernomor polisi A 1633 BF pada Kamis (30/4/2026) pagi.
Mobil itu menabrak pedagang dan kerumunan siswa yang sedang jajan di depan SDN Sukaratu 5.
Sebanyak 9 orang jadi korban, di mana satu siswa meninggal dunia bernama Tubagus Muhammad (10).
Baca juga: Modus Minta Dikawankan Tidur, Guru Diduga Lakukan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad menyebut korban meninggal karena peristiwa tersebut bertambah jadi dua orang.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun, iya betul (jadi dua orang),” ujar Surya dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (2/5/2026).
Korban kedua yang meninggal adalah Dewi Handayani, yang merupakan pedagang di depan SD Sukaratu 5.
Dewi sempat dalam kondisi kritis, sebelum dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.
Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.00 WIB setelah mengalami luka serius akibat ditabrak saat berjualan di depan sekolah.
Dewi diketahui sehari-hari berjualan takoyaki di depan SDN Sukaratu 5. Ia tinggal di Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Ketua RT setempat, Endang, membenarkan kabar meninggalnya Dewi yang merupakan warganya.
“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” kata Endang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu.
Ia menjelaskan, korban baru beberapa waktu tinggal di wilayah tersebut setelah pindah dari Jakarta bersama suaminya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dewi berjualan di depan sekolah sambil menunggu anaknya.
Jenazah korban, lanjut Endang, telah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di wilayah Kecamatan Patia, Pandeglang.
“Rencananya dimakamkan di Patia, kemarin sudah dibawa,” ujarnya.
Endang juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
Kronologi
Peristiwa kecelakaan tersebut berlangsung pada Kamis (30/4/2026) siang, tepat saat jam istirahat sekolah.
Suasana sekolah yang awalnya tenang seketika berubah menjadi kepanikan saat sebuah mobil melaju tak terkendali dan menghantam kerumunan orang di depan sekolah.
Rika Novianti, salah satu guru di sekolah tersebut, menuturkan bahwa para siswa sedang berada di luar area sekolah untuk membeli jajanan saat kejadian berlangsung.
"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, sales, dan pedagang yang ada di depan," ujar Rika.
Menurut kesaksiannya, benturan keras terdengar jelas dari arah luar sekolah.
Guru-guru yang mendengar suara tersebut segera berlarian ke lokasi untuk mengevakuasi para korban.
Beberapa siswa ditemukan terjepit di kolong mobil, sementara yang lain terperosok ke dalam selokan.
Total sembilan orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden kecelakaan tunggal ini, yang terdiri dari tujuh siswa sekolah dasar, seorang pedagang, dan seorang sales.
Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa seorang siswa kelas 4 SD meninggal dunia akibat cedera yang dialami.
Ortu Korban Tak Mau Berdamai
Saiful Bahri, salah satu orang tua siswa yang menjadi korban, menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan kasus ini berakhir dengan jalan damai.
Ia berharap pihak berwenang melakukan proses hukum secara transparan dan adil.
Meskipun kondisi anaknya yang duduk di bangku kelas empat kini berangsur membaik pasca-perawatan, Saiful mengaku masih terpukul dengan kejadian yang menimpa buah hatinya.
Terkait penyelidikan, Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan pengemudi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan intensif, termasuk pengumpulan keterangan saksi-saksi dan alat bukti pendukung lainnya. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini sudah tayang di TribunBanten.com
| Polisi Buru Perampok Dumaris Sitio, Kapolda Riau Irjen Herry Pastikan Pelaku Segera Ditangkap |
|
|---|
| IMBAS Pengendara Motor Tewas Terjerat Benang Layangan, Bupati Larang Penggunaan Benang Galasan |
|
|---|
| SOSOK Nenek Pengemis Viral Beli iPhone, Kini Diangkut Bersama Suami, Pernah Tinggal di RSJ |
|
|---|
| Finalis Puteri Indonesia Riau 2024 Ditangkap Kasus Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Rusak |
|
|---|
| PRABOWO Bagi-Bagi Bingkisan Bagi Buruh Saat May Day, Mulai Beras Hingga Ikan Sarden Kaleng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TABRAK-SISWA-SD-Sebanyak-delapan-orang-siswa-sekolah-SDN-Sukaratu-5-di-Kelurahan.jpg)