Berita Medan
Daun Ubi Tumbuk Curi Perhatian di Panggung Nasional, Airin Kenalkan Cita Rasa Khas Medan di APEKSI
Menariknya, bagi sebagian besar peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama memasak daun ubi tumbuk.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Daun ubi tumbuk yang selama ini dikenal sebagai kuliner sederhana khas Sumatera Utara sukses mencuri perhatian para Ketua TP PKK dari seluruh Indonesia dalam rangkaian Ladies Program bertajuk Fun Cooking Rakernas APEKSI XVIII di Taman Cadika, Kamis (2/7/2026).
Melalui tangan Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, hidangan tradisional tersebut menjadi sajian istimewa yang diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai daerah.
Bersama puluhan Ketua TP PKK kota se-Indonesia, Airin mengolah daun singkong atau daun ubi yang telah ditumbuk dengan racikan bumbu khas dan santan, hingga menghasilkan cita rasa gurih yang menjadi ciri khas masakan Sumatera Utara.
Menariknya, bagi sebagian besar peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama memasak daun ubi tumbuk.
Meski berbahan sederhana, proses memasaknya yang khas serta cita rasanya yang autentik membuat banyak peserta terkesan.
"Hari ini kita menyaksikan bagaimana sebuah hidangan lokal yang biasa tersaji di dapur-dapur rumah kita mampu menyatukan ibu-ibu hebat dari seluruh kota di Indonesia. Ini membuktikan bahwa daun ubi tumbuk bukan lagi sekadar menu daerah, tetapi sudah siap mengisi piring Nusantara," ujar Airin Rico Waas.
Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap juga turut mendampingi dan ikut mengolah daun ubi tumbuk bersama para peserta.
Melalui kegiatan ini, daun ubi tumbuk tak lagi sekadar menjadi menu rumahan masyarakat Medan dan Sumatera Utara.
Hidangan tersebut kini menjadi duta kuliner daerah yang diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai kota, sekaligus memperkuat promosi kekayaan gastronomi Kota Medan di tingkat nasional.
Sejarah Daun Ubi Tumbuk
Daun ubi tumbuk merupakan salah satu kuliner tradisional yang telah lama menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Sumatera Utara, khususnya di kalangan masyarakat Batak, Mandailing, Melayu, dan sejumlah etnis lainnya.
Hidangan ini dibuat dari daun singkong muda yang ditumbuk hingga halus, kemudian dimasak menggunakan santan, cabai, bawang, serai, lengkuas, serta sering dipadukan dengan rimbang, kecombrang, atau ikan asin sebagai pelengkap cita rasa.
Pada masa lalu, daun ubi tumbuk dikenal sebagai makanan sehari-hari masyarakat karena bahan bakunya mudah diperoleh dari kebun.
Namun, seiring perkembangan kuliner, hidangan ini justru menjadi salah satu ikon masakan khas Sumatera Utara yang banyak disajikan di rumah makan tradisional dan selalu dicari wisatawan.
Kehadirannya dalam agenda Rakernas APEKSI XVIII menjadi bukti bahwa kuliner sederhana dapat menjadi identitas budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan cita rasa daerah kepada seluruh Indonesia.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| APEKSI Usul Gaji P3K Ditanggung APBN, Agar Beban APBD Beri Ruang Fiskal untuk Bangun Daerah |
|
|---|
| AHY di APEKSI Medan: Wali Kota Jadi Duta Terbaik Tarik Investasi dan Layani Masyarakat |
|
|---|
| Rakernas APEKSI XVIII Hasilkan 9 Rekomendasi untuk Pemerintah Pusat, MBG jadi Sorotan |
|
|---|
| Hadiri Apeksi di Medan, Menko AHY Ajak Pemerintah Kota Hadirkan Pemerataan Pembangunan |
|
|---|
| Layanan Hair Transplant Hadir di Calla Clinic Medan, Tingkat Keberhasilan Capai 98 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kuliner-Khas-Sumatera-Ketua-TP-PKK-Kota-Medan-Airin-Waas.jpg)