Berita Tanjungbalai Terkini
Antisipasi Panic Buying Dampak Kenaikan Pertamax, Polres Tanjungbalai Cek Stok BBM di Sejumlah SPBU
Naiknya harga BBM jenis Pertamax ditambah isu mobil dengan kapasitas mesin 1.500 CC tidak lagi dapat mengisi BBM jenis Pertalite membuat resah.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Naiknya harga BBM jenis Pertamax ditambah isu mobil dengan kapasitas mesin 1.500 CC tidak lagi dapat mengisi BBM jenis Pertalite membuat masyarakat khawatir.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya panic buying dan praktik kecurangan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kecurangan tersebut di antaranya berupa pembelian BBM menggunakan tangki sepeda motor yang telah dimodifikasi serta jeriken.
Mengantisipasi hal tersebut, Polres Tanjungbalai langsung melakukan monitoring dan mengecek langsung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tanjungbalai.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tertib dan nyaman mengantre BBM tanpa adanya praktik kecurangan maupun penimbunan.
Pengecekan Berkala Dilakukan untuk Cegah Antrean Mengular
"Sebenarnya kalau dibilang patroli dilakukan sekaligus penjagaan situasi lalu lintas di sekitar SPBU," terang Kasi Humas Polres Tanjungbalai, IPDA Muhammad Ruslan, Kamis (25/6/2026).
"Namun, sekaligus dilakukan pengecekan ketersediaan stok BBM secara berkala agar tidak ada antrean panjang," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa situasi di sejumlah SPBU utama di Kota Tanjungbalai sejauh ini terpantau aman dan kondusif.
Petugas di lapangan juga tidak menemukan adanya antrean kendaraan yang sampai mengular ke badan jalan.
Tiga SPBU Utama di Jalur Protokol Jadi Fokus Pengawasan
Pihak kepolisian memberikan perhatian lebih kepada tiga titik pengisian bahan bakar yang berada di jalur padat kendaraan.
"Sebenarnya yang viral itu ada di SPBU Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Sijambi, kemudian Jalan Sudirman Kelurahan Sirantau, dan SPBU Jalan Arteri," kata Ruslan.
Tiga SPBU ini terletak di jalan utama Kota Tanjungbalai dan sangat berpotensi mengakibatkan kemacetan parah apabila terjadi lonjakan antrean.
Oleh karena itu, Polres Tanjungbalai meminta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat agar situasi tetap kondusif.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan hal-hal curang seperti penimbunan BBM," pungkasnya.
"Serta tidak melakukan Panic Buying yang bisa merugikan orang banyak," tutup IPDA Muhammad Ruslan.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pemko Tanjungbalai Mutasi Sembilan Pejabat Eselon III, Ini Nama-namanya |
|
|---|
| Tanahnya Digunakan Dirjend Pajak 46 Tahun, Ahli Waris Malah Digugat DJP dan DJKN di Tanjungbalai |
|
|---|
| Modus Pura-Pura Dibegal, Pria di Tanjungbalai Gelapkan Motor Teman |
|
|---|
| 11 Pejabat di Kota Tanjungbalai Dilantik, Berikut Nama-nama dan Jabatannya |
|
|---|
| Pria Pengangguran Bongkar Gedung Dapur SPPG, Bawa Lari 40 Lembar Seng dan Ponsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Panic-Buying-setelah-harga-pertamax-naik-di-Kabupaten-Asahan-dan-Tanjungbalai_.jpg)