Berita Medan

Irgi Ariyani, Mahasiswi UINSU yang Buktikan Prestasi Tak Hanya dari Ruang Kelas

Tak hanya unggul di akademik, Yaya juga berprestasi di bidang olahraga bela diri, kepenulisan, orasi, hingga inovasi teknologi.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
PRESTASI- Irgi Ariyani atau Yaya. Mahasiswi UINSU ini gali potensi diri lewat berbagai kompetisi dan meraih prestasi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Menjadi mahasiswa aktif sambil menorehkan prestasi di berbagai bidang tentu bukan perkara mudah. Namun hal itu berhasil dibuktikan oleh Irgi Ariyani atau yang akrab disapa Yaya.

Mahasiswi semester 8 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini dikenal aktif mengikuti kompetisi sejak sekolah hingga bangku kuliah.

Tak hanya unggul di akademik, Yaya juga berprestasi di bidang olahraga bela diri, kepenulisan, orasi, hingga inovasi teknologi yang membawanya tampil di ajang internasional.

Lahir di Medan Krio, Yaya mengaku sejak awal memang senang mencoba banyak hal. Baginya, masa muda adalah waktu terbaik untuk mengeksplorasi potensi diri.

“Sekarang aktivitas utama tentu sebagai mahasiswa semester 8. Baru selesai seminar proposal dan sedang fokus menyelesaikan kuliah,” ujarnya kepada Tribun Medan.

Sebelumnya, Yaya lebih dulu menorehkan prestasi sebagai atlet taekwondo. Ketertarikannya pada bela diri dimulai sejak duduk di bangku SMA.

Ia mengaku sejak kelas 1 SMA sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan bela diri dan kompetisi.

“Saya mulai suka kegiatan seperti itu sejak 2019. Dari sana mulai ikut kejuaraan-kejuaraan,” katanya.

Prestasi di bidang ini pun tak sedikit. Ia pernah meraih Juara 1 Poomsae Putri pada Piala Rektor USU Cup V Taekwondo Championship.

Kemudian pada 2023, Yaya kembali meraih Juara 1 Poomsae Individual Putri pada ajang BAPOMI Sumut.

Menurutnya, dunia bela diri mengajarkan disiplin, mental kuat, dan kemampuan bangkit setelah gagal.

“Kalau gagal itu saya jadikan evaluasi. Berarti ada yang kurang dan harus diperbaiki supaya ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.

Keluar dari Zona Nyaman, Coba Dunia Baru

Setelah cukup lama berkecimpung di dunia olahraga, Yaya mulai mencoba tantangan baru pada 2024. Ia ingin merasakan suasana kompetisi yang berbeda dari arena pertandingan.

Akhirnya ia memberanikan diri mengikuti lomba orasi di lingkungan kampus.

Hasilnya tak mengecewakan. Ia berhasil meraih Juara 2 Orasi Kesehatan pada perlombaan Generasi Muda Berprestasi dan Aktif yang digelar DEMA FKM UINSU.

Dari sana, kepercayaan dirinya semakin tumbuh. Ia sadar bahwa kemampuan berbicara di depan umum juga penting dimiliki generasi muda.

“Mulai 2024 saya cari suasana kompetisi lain selain bela diri. Makanya mulai ikut menulis dan orasi,” katanya.

Puncak perjalanan Yaya datang pada 2025 dan 2026 saat dirinya berhasil tampil di kompetisi internasional.

Pada Maret 2025, ia mendapat dukungan dari kampus dan fakultas untuk berangkat ke Malaysia mengikuti lomba inovasi.

Di ajang tersebut, Yaya bersama tim membawa rancangan aplikasi bernama Fit Parent, yakni aplikasi pendamping parenting bagi orang tua dalam membesarkan anak.

Ide itu lahir dari keresahan terhadap masih minimnya edukasi parenting di Indonesia.

“Banyak persoalan parenting yang kami lihat dari data dan berita. Karena itu kami membuat konsep aplikasi tersebut,” ujarnya.

Berkat inovasi itu, timnya meraih 2nd Best Project Innovation Chapter Kuala Lumpur Malaysia.

Tak berhenti di sana, pada November 2025 ia kembali meraih Silver Medal pada National Writing Competition yang diselenggarakan HMDE Universitas Andalas.

Memasuki 2026, Yaya kembali mengharumkan nama kampus dalam kompetisi internasional chapter Malaysia dan Singapore pada 23-26 Februari 2026.

Ia berhasil meraih 1st Best Presentation serta 2nd Best Project Innovation.

Kali ini, ia membawa gagasan baru bernama Eco Smart City ID, sebuah konsep aplikasi yang lahir dari persoalan banjir di Indonesia dan Malaysia.

“Berdasarkan data dan berita yang kami lihat, masalah banjir ini nyata. Maka kami buat konsep solusi berbasis teknologi,” katanya.

Kesuksesan Yaya ternyata bukan datang instan. Ia mengaku sudah mencoba mengikuti ajang internasional sejak semester dua kuliah pada 2022. Namun saat itu ia belum berhasil.

Alih-alih menyerah, ia menjadikan kegagalan sebagai bahan pembelajaran.

“Dulu pernah gagal. Nyesek pasti ada, tapi itu jadi pelajaran. Saya belajar lagi, evaluasi lagi, sampai akhirnya berhasil di 2025,” tuturnya.

Baginya, kegagalan bukan alasan berhenti, melainkan proses menuju pencapaian yang lebih besar.

Aktif di Komunitas Peduli Lingkungan

Selain kompetisi, Yaya juga aktif di komunitas bernama Gemilang yang berfokus pada generasi muda peduli lingkungan.

Komunitas itu banyak mengangkat isu pemilahan sampah plastik, ecobrick, hingga ruang berbagi tentang pengembangan diri mahasiswa.

“Komunitas ini bukan cuma soal lingkungan, tapi juga tempat sharing bagaimana jadi mahasiswa berprestasi,” katanya.

Menurut Yaya, prestasi sebaiknya tidak berhenti untuk diri sendiri. Ilmu dan pengalaman harus dibagikan agar memberi manfaat bagi orang lain.

Memasuki semester akhir, Yaya mulai fokus menyelesaikan kuliah. Namun ia tetap memiliki mimpi besar setelah lulus nanti.

Salah satunya adalah terus menjaga semangat menulis dan suatu hari menerbitkan buku.

“Yang ingin saya pertahankan itu semangat menulis. Saya ingin buat buku,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap bisa bekerja sesuai bidang atau minat yang sejalan dengan pengalaman yang telah dibangun selama ini.

Bagi Yaya, generasi muda harus berani aktif dan tidak hanya terpaku pada rutinitas kuliah. Mengikuti organisasi, komunitas, maupun perlombaan bisa menjadi bekal penting di masa depan.

Ia percaya pengalaman di luar kelas sering kali menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

“Kalau kita punya prestasi, aktif di komunitas, dan terus berkembang, itu jadi branding positif diri kita,” katanya.

Kisah Yaya membuktikan bahwa perempuan muda bisa bersinar di banyak bidang sekaligus. Dari arena taekwondo, panggung orasi, dunia kepenulisan, hingga kompetisi internasional, semua diraihnya lewat keberanian mencoba dan konsistensi belajar.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved