Berita Internasional

Nikah di Usia 40 Tahun dan Beri Mahar Besar, Pria Ini Syok Sang Istri Pergi setelah 2 Minggu Menikah

Viral kisah seorang pria ditinggal oleh istrinya hanya dua  minggu setelah pernikahan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
ISTRI PERGI - Ilustrasi pernikahan. Pria 40 tahun ditinggal istrinya 2 minggu setelah pernikahan dengan alasan masalah kesehatan. 

TRIBUN-MEDAN.com – Viral kisah seorang pria ditinggal oleh istrinya hanya dua  minggu setelah pernikahan.

Dikutip dari Eva.vn Sabtu (9/5/2026), pria bernama Zhao, yang kini berusia 43 tahun, awalnya merasa sangat bahagia karena akhirnya dapat menikah di usia 40 tahun.

Namun, kebahagiaan tersebut berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah pernikahannya tidak berjalan sesuai harapan.

Zhao dikenal sebagai sosok yang jujur. Tiga tahun lalu, ia dikenalkan dengan seorang wanita melalui proses perjodohan.

Hubungan tersebut kemudian berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Demi mewujudkan pernikahan itu, keluarga Zhao harus meminjam uang dari berbagai pihak untuk menyiapkan mahar sebesar 120.000 yuan atau sekitar Rp302 juta, sekaligus menggelar pesta pernikahan yang cukup meriah.

Setelah pernikahan berlangsung, Zhao berharap dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis bersama istrinya, dengan suasana keluarga yang hangat.

Namun, kenyataan yang dihadapi justru berbeda jauh dari harapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa istrinya hanya tinggal di rumahnya kurang dari 15 hari sejak pernikahan. Bahkan, menurut keterangan para tetangga, selama hampir tiga tahun terakhir, sosok istrinya hampir tidak pernah terlihat di lingkungan tersebut.

Kondisi ini membuat Zhao merasa sangat dirugikan dan kecewa. Ia mengaku telah mengeluarkan biaya besar untuk pernikahan, namun tidak merasakan kehidupan rumah tangga sebagaimana mestinya.

“Saya sudah menghabiskan banyak uang untuk menikah, tetapi rasanya seperti tidak pernah menikah. Ini bukan kehidupan berumah tangga,” ungkap Zhao.

Di sisi lain, pihak keluarga istri memberikan penjelasan yang berbeda terkait penyebab keretakan hubungan tersebut. Kakak laki-laki dari pihak perempuan menyatakan bahwa masalah utama terletak pada kondisi kesehatan Zhao yang diduga disembunyikan sebelum pernikahan berlangsung.

Ia menyebutkan bahwa Zhao memiliki masalah kesehatan serius, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan suami istri, sehingga adiknya tidak dapat melanjutkan pernikahan tersebut.

“Bukan adik saya yang tidak mau tinggal di rumah suami, tetapi Zhao menyembunyikan penyakit serius. Kondisi kesehatannya tidak baik dan ada masalah dalam hubungan suami istri. Hal ini tentu berdampak pada masa depan adik saya,” ujar kakak pihak perempuan.

Menanggapi tuduhan tersebut, Zhao membantah bahwa dirinya sengaja menyembunyikan kondisi kesehatannya. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui adanya masalah kesehatan tersebut setelah menikah.

“Jika saya sudah tahu sebelumnya, untuk apa saya menyembunyikannya? Saya juga baru mengetahuinya setelah menikah. Itu bukan sesuatu yang saya sengaja,” jelasnya.

Zhao juga menyampaikan bahwa ia masih membuka kemungkinan untuk mempertahankan pernikahan apabila kedua belah pihak memiliki komitmen untuk memperbaiki hubungan. Namun, jika perceraian menjadi keputusan akhir, ia menuntut agar pihak keluarga istri mengembalikan mahar yang telah diberikan.

Saat ini, pihak istri dikabarkan tetap bersikeras untuk mengajukan perceraian dan memilih menyelesaikan perkara ini melalui jalur hukum.

Zhao mengaku kekhawatiran terbesar yang ia rasakan adalah kemungkinan mahar sebesar 120.000 yuan tersebut tidak dapat dikembalikan. Ia menegaskan bahwa uang tersebut merupakan hasil kerja keras keluarganya.

“Perceraian tidak menjadi masalah, tetapi mahar itu adalah hasil jerih payah keluarga saya. Tidak adil jika orangnya pergi dan uangnya juga hilang,” ujarnya.

Kasus ini kemudian memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian warganet berpendapat bahwa apabila benar terdapat masalah kesehatan yang signifikan, maka pernikahan tidak seharusnya dipertahankan dan perceraian dapat menjadi solusi yang lebih baik.

Namun, di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa tidak tinggal bersama dalam waktu lama tetapi tetap mempertahankan mahar merupakan hal yang tidak adil.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved