Berita Internasional
Wanita Tewas Dicekik Suami 2 Bulan usai Menikah, Keluarga Korban Sebut Pelaku Sering Lakukan KDRT
Tragisnya, pasangan tersebut baru dua bulan resmi menikah dan tengah mempersiapkan pesta pernikahan yang rencananya digelar 2 bulan kemudian.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria berusia 52 tahun ditangkap polisi setelah diduga membunuh istrinya yang jauh lebih muda dan meninggalkan jasad korban di kamar tidur rumah mereka.
Tragisnya, pasangan tersebut baru dua bulan resmi menikah dan tengah mempersiapkan pesta pernikahan yang rencananya digelar 2 bulan kemudian.
Dikutip dari Sanook, Jumat (8/5/2026), korban diketahui bernama Skawduen atau akrab disapa Nong New, 28 tahun.
Ia ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidur sebuah rumah di wilayah Distrik Phang, Kabupaten Kosum Phisai, Provinsi Maha Sarakham, Thailand, pada 13 Agustus 2020 lalu.
Berdasarkan informasi kepolisian, korban diduga tewas setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, pria bernama Itthichai, 52 tahun, yang dikenal dengan panggilan “Sia Nu”.
Setelah kejadian, pelaku melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian di Bangkok.
Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Bagian atas tubuhnya dalam keadaan tanpa busana dan tubuhnya dibungkus menggunakan selimut. Wajah korban terlihat membiru dan terdapat bekas pada bagian leher yang diduga akibat cekikan atau tekanan benda tertentu.
Peristiwa itu langsung menggemparkan warga sekitar dan keluarga korban. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku yang diketahui melarikan diri usai kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban dan pelaku baru menjalin hubungan sekitar dua bulan sebelum akhirnya resmi mendaftarkan pernikahan mereka pada 17 Juni 2020.
Setelah menikah, pasangan tersebut tinggal bersama di rumah lokasi kejadian selama kurang lebih dua bulan.
Meski usia keduanya terpaut cukup jauh, hubungan mereka disebut berjalan serius. Bahkan, keduanya telah merencanakan pesta pernikahan yang akan digelar pada akhir tahun 2020.
Perkembangan terbaru kasus ini diumumkan setelah polisi berhasil menangkap Itthichai di Bangkok. Pelaku kemudian dibawa kembali ke Kantor Polisi Kosum Phisai pada tengah malam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pada 23 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 waktu setempat, polisi membawa pelaku untuk diperiksa secara resmi. Saat berada di kantor polisi, pelaku tampak tegang dan berusaha menghindari sorotan media.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, dugaan sementara motif pembunuhan dipicu emosi sesaat atau luapan amarah. Namun hingga kini, polisi masih terus mendalami detail penyebab pertengkaran yang berujung pada kematian korban.
Sementara itu, keluarga korban mengaku lega setelah pelaku berhasil ditangkap. Ayah dan ibu korban, yakni Nu Daeng dan Surat, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak kepolisian yang telah bekerja keras menangkap tersangka dan memberikan keadilan bagi putri mereka.
Ibu korban, Surat, mengaku sangat terpukul atas kematian putrinya yang dianggap begitu tragis. Ia mengatakan dirinya sempat berdoa kepada roh leluhur penjaga desa agar pelaku segera ditangkap supaya tidak kembali melakukan tindakan serupa terhadap orang lain.
Menurut pengakuannya, hanya dua hari setelah berdoa, polisi berhasil menangkap tersangka di Bangkok.
Kepada wartawan, Surat mengaku ingin mengetahui alasan pelaku tega melakukan kekerasan hingga menyebabkan putrinya meninggal dunia.
Ia mengatakan selama ini pelaku dikenal sebagai sosok yang sangat pencemburu, namun pihak keluarga tidak pernah melihat keduanya bertengkar secara terbuka.
Karena itu, keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi di antara pasangan tersebut hingga berakhir pada tragedi pembunuhan.
Pernyataan lain yang disampaikan keluarga korban adalah terkait klaim pelaku yang disebut-sebut membantu membangun rumah keluarga korban. Menurut ibu korban, hal itu tidak sepenuhnya benar.
Ia menjelaskan bahwa pelaku hanya menambah satu kamar untuk ditempati bersama korban. Kamar tambahan tersebut juga merupakan lokasi tempat korban ditemukan meninggal dunia.
Keluarga korban juga menilai pelaku selama ini hanya berpura-pura kaya dan memberikan janji-janji manis. Pelaku disebut sering mengaku akan membangun rumah dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga korban, namun kenyataannya tidak pernah terwujud.
Menurut keluarga, saat pindah ke rumah korban, pelaku hanya membawa sedikit barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga. Bahkan, emas yang sebelumnya diberikan kepada korban disebut ternyata palsu.
Selain itu, keluarga juga mengungkap bahwa pelaku diduga diam-diam kerap melakukan kekerasan terhadap korban selama menjalani hubungan rumah tangga.
Keluarga menegaskan tidak akan memaafkan pelaku dan berharap proses hukum berjalan hingga tuntas agar tersangka mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.
Di sisi lain, keluarga korban membantah rumor yang beredar mengenai dugaan perselingkuhan korban dengan pria lain. Rumor tersebut sebelumnya disebut-sebut menjadi pemicu kemarahan pelaku.
Namun pihak keluarga memastikan kabar itu tidak benar.
Menurut mereka, korban lebih sering berada di rumah dan bahkan tidak bisa mengemudikan mobil seperti yang dituduhkan dalam isu yang beredar.
Keluarga pun meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan informasi yang dianggap mencemarkan nama baik korban.
Mereka menilai korban tidak lagi bisa membela dirinya sendiri karena telah meninggal dunia.
(cr31/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Istri Curhat Menyesal Rujuk, Suami Ogah Beri Nafkah dan Tak Mau Penuhi Kebutuhan Keluarga |
|
|---|
| Pengantin Pria Akhiri Hidup di Hari Pernikahannya, Keluarga Ungkap Dugaan Rekayasa Kehamilan Istri |
|
|---|
| Kemacetan di Laut, Kondisi Selat Hormuz Dibuka Jika Kesepakatan Damai Iran-AS Tercapai |
|
|---|
| Suami Curiga Istri SeringJemur Gaun Merah, Ternyata Kode Rahasia untuk Pria Lain |
|
|---|
| Istrinya Kawin Lari dan Punya Kekasih Sesama Jenis, Suami Ngamuk dan Polisikan meski Sedang Hamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-mayat-di-tempat-tidur.jpg)