Berita Internasional

Istri Curhat Menyesal Rujuk, Suami Ogah Beri Nafkah dan Tak Mau Penuhi Kebutuhan Keluarga

Seorang wanita mengaku menyesal setelah memutuskan rujuk kembali dengan mantan suaminya.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
WANITA MENYESAL RUJUK - Ilustrasi wanita. Viral pengakuan istri menyesal rujuk dengan suami yang malas bekerja dan tak mau tanggung jawab nafkahi keluarga, Jumat (8/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita mengaku menyesal setelah memutuskan rujuk kembali dengan mantan suaminya.

Keputusan untuk memberi kesempatan kedua pada rumah tangga mereka justru membuatnya kembali menghadapi masalah lama yang sebelumnya menjadi penyebab perpisahan.

Curhatan wanita tersebut dibagikan melalui media sosial Facebook dan menjadi perhatian warganet.

Dikutip dari Mstar.com Jumat (8/5/2026), dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa sang suami hingga kini masih belum berubah, terutama dalam hal tanggung jawab terhadap keluarga.

Menurut pengakuannya, suaminya memang bukan sosok yang kasar ataupun berperilaku buruk. Namun, pria itu disebut tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak menunjukkan kesungguhan untuk menafkahi keluarga secara konsisten.

“Suami saya bukan pria jahat, tetapi dia sama sekali tidak mau bertanggung jawab dan tidak ingin bekerja tetap,” tulis wanita tersebut.

Ia menjelaskan bahwa suaminya hanya bekerja jika ada pekerjaan sambilan. Namun, ketika memperoleh penghasilan, uang tersebut lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pribadi dibanding kepentingan keluarga.

“Kalau ada pekerjaan sambilan, dia akan pergi bekerja. Tapi ketika mendapat gaji, dia lebih mengutamakan kebutuhannya sendiri,” lanjutnya.

Wanita itu juga mengungkapkan bahwa ibu mertuanya disebut ikut memengaruhi sikap sang suami. Menurutnya, sang mertua sering meminta anaknya mendahulukan kebutuhan pribadi karena menganggap dirinya mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ibunya sendiri menyuruh dia mendahulukan kebutuhan dirinya karena mereka menganggap saya mampu,” ungkapnya.

Dalam unggahan itu, wanita tersebut mengaku dirinya dan sang suami sebelumnya pernah berpisah sebelum akhirnya memutuskan kembali bersama untuk kedua kalinya. Ia mengatakan sempat percaya bahwa suaminya telah berubah menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

“Saya dan dia pernah berpisah, dan ini adalah pernikahan kami yang kedua. Kadang saya berpikir, apakah keputusan kembali kepadanya adalah pilihan yang benar,” tulisnya lagi.

Namun, harapan tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Setelah kembali menjalani rumah tangga bersama, ia justru merasa seluruh beban keluarga kembali berada di pundaknya seorang diri.

Wanita itu mengaku kini lebih banyak memikirkan masa depan anak mereka. Meski kondisi ekonominya terbatas, ia merasa tetap harus memenuhi seluruh kebutuhan anak karena tidak ada pihak lain yang bisa diandalkan.

“Sekarang saya lebih banyak memikirkan anak. Saya bukan orang berada, tetapi kalau saya tidak memenuhi kebutuhan anak, siapa lagi yang akan melakukannya,” katanya.

Ia menilai suaminya terlalu nyaman dengan kondisi tersebut karena selalu beralasan tidak memiliki uang ketika diminta ikut menanggung kebutuhan rumah tangga.

“Dia memang tidak peduli karena alasannya selalu tidak punya uang. Dia seperti sudah nyaman dengan keadaan itu. Seolah-olah dia yang menjadi istri dan saya yang menjadi suami,” ungkapnya.

Dalam curhatannya, wanita tersebut juga mengaku mulai kebingungan menentukan pilihan untuk masa depan rumah tangganya. Di satu sisi, ia merasa sangat terbebani secara emosional maupun finansial.

Namun di sisi lain, ia khawatir perpisahan kedua akan kembali dipengaruhi campur tangan ibu mertuanya seperti yang terjadi sebelumnya.

“Pilihan apa yang saya punya? Berpisah? Sudah pasti ibunya akan menang lagi. Karena masalah dalam pernikahan kami sebelumnya juga salah satunya disebabkan oleh ibunya,” tulisnya.

Ia juga menyebut keluarganya selama ini tidak mengetahui kondisi sebenarnya yang ia alami. Menurut pengakuannya, seluruh kebutuhan keluarga dari awal hingga sekarang hampir sepenuhnya dipenuhi sendiri tanpa bantuan berarti dari sang suami.

“Kalau diteruskan, saya benar-benar merasa terbebani. Keluarga saya sama sekali tidak tahu bahwa selama ini semua kebutuhan dari awal sampai akhir saya yang menanggung,” tambahnya.

Unggahan tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak netizen menyarankan agar wanita itu memikirkan masa depan dirinya dan anak terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertahan atau berpisah.

Sebagian besar komentar menilai sang suami telah bersikap tidak adil karena menyerahkan tanggung jawab rumah tangga kepada istrinya. Warganet juga menyoroti sikap mertua yang dianggap membiarkan anak lelakinya bergantung pada pasangan.

“Bisa dibilang suami Anda adalah pria yang zalim meski bukan orang jahat. Dia zalim karena menyerahkan tanggung jawab yang seharusnya dipikulnya kepada istri,” tulis salah satu netizen.

Ada pula yang menyarankan agar pasangan tersebut membagi ulang peran dalam rumah tangga apabila masih ingin mempertahankan pernikahan.

“Kalau masih ingin bertahan, coba tukar peran. Kalau dia menjadi istri, suruh dia mengurus rumah dan menjaga anak. Tetapi kalau memang sudah tidak sanggup bertahan, lebih baik berpisah,” tulis netizen lainnya.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved