Aprilia Eka Putri Siap Tampil di Thailand Kickboxing World Cup tanggal 7-12 April

Atlet kickboxing Sumatera Utara (Sumut), Aprilia Eka Putri Lumbantungkup, kembali bersiap tampil di ajang internasional.

IST
TAMPIL DI THAILAND - Atlet Kickboxing Sumut Aprilia Eka Putri Lumbantungkup meraih medali emas di ajang Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 yang berlangsung di Tashkent pada 7–12 Oktober 2025 lalu. Aprilia kembali akan tampil di Kejuaraan Dunia Kickboxing WAKO bertajuk 1st Thailand Kickboxing World Cup 2025 yang akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 7–12 April 2025 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet kickboxing Sumatera Utara (Sumut), Aprilia Eka Putri Lumbantungkup, kembali bersiap tampil di ajang internasional. Petarung andalan Sumut tersebut dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Dunia Kickboxing WAKO bertajuk 1st Thailand Kickboxing World Cup 2025 yang akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 7–12 April 2026 mendatang.

Keikutsertaan Aprilia pada ajang tersebut menjadi momentum penting untuk mempertahankan reputasinya di kancah dunia. Sebelumnya, atlet putri asal Sumut itu sukses meraih gelar juara dunia pada Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 yang berlangsung di Tashkent.

Pada kejuaraan tersebut, Aprilia tampil impresif dengan keluar sebagai juara dunia di kategori K-1 kelas 52 kilogram putri. Ia berhasil mengalahkan atlet tuan rumah Uzbekistan pada partai final dan memastikan medali emas bagi Indonesia.

Pelatih Aprilia, Sadarmawati Simbolon, mengatakan saat ini pihaknya tengah memfokuskan persiapan atletnya untuk menghadapi kejuaraan dunia di Thailand. Program latihan pun dilakukan secara intensif dengan porsi latihan dua kali sehari.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan Aprilia untuk mengikuti kejuaraan dunia di Thailand pada bulan April. Latihan dilakukan pagi dan sore untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan,” ujar Sadarmawati kepada Tribun Medan, Senin (16/3).

Baca juga: PSMS Medan Timbang Berat Badan Pemain setelah Lebaran, Tak Ada yang Naik jelang Lawan PSPS Pekanbaru

Ia menjelaskan, untuk kejuaraan kali ini Aprilia akan turun di nomor K-1 kelas 56 kilogram, berbeda dari kelas yang dimenangkannya pada kejuaraan sebelumnya. Meski demikian, pihak pelatih tidak ingin memasang target terlalu tinggi. Hal tersebut disebabkan kondisi Aprilia yang masih dalam tahap pemulihan cedera setelah menjalani program terapi usai persiapan menuju SEA Games tahun lalu. Ia mengalami cedera serius di bagian pinggang yang kemudian diketahui sebagai saraf kejepit.

“Untuk kejuaraan ini targetnya tidak terlalu tinggi. Saat ini fokusnya lebih ke try out sekaligus menjaga peringkat dunia. Apalagi Aprilia masih dalam proses pemulihan cedera dan masih menjalani terapi,” jelasnya.

Menurut Sadarmawati, sebagai pemegang gelar juara dunia, Aprilia tetap perlu tampil di kejuaraan internasional agar posisinya di peringkat dunia tidak mengalami penurunan terlalu jauh. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama tim pelatih. Jika di tengah pertandingan kondisi cedera Aprilia kembali bermasalah, maka keputusan menghentikan pertandingan bisa saja diambil demi keselamatan atlet.

“Kalau dari saya tentu tidak bisa menjanjikan hasil muluk-muluk karena semua tergantung kondisi di lapangan. Dari sisi mental dan kemampuan membaca permainan lawan sebenarnya Aprilia sudah siap, hanya saja kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya,” katanya.

Sadarmawati pun berharap kondisi Aprilia terus membaik hingga menjelang pertandingan sehingga performanya bisa tetap terjaga. “Harapan saya kondisi April tetap fit, cederanya tidak bertambah parah, dan performanya bisa dipertahankan dengan baik saat bertanding nanti,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved