Kasus Penganiayaan, Polsek Medan Baru Buru Anggota Maya Community
Viralnya video dan pengaduan seorang pengacara yang menjadi korban penganiayaan geng motor, Polsek Medan Baru mengaku memburu para pelaku.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
MEDAN, TRIBUN - Viralnya video dan pengaduan seorang pengacara yang menjadi korban penganiayaan kelompok geng motor, Polsek Medan Baru mengaku sedang memburu para pelaku. Korban, Jonathan Tambunan (34), mengalami patah tulang paha dan bahu setelah diduga ditabrak sepeda motor saat mencoba melindungi keponakannya yang dikejar.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan, laporan korban telah diterima dan penyelidikan intensif sedang dilakukan. "Korban telah membuat laporan, dan saat ini kita masih mengumpulkan saksi untuk dimintai keterangan. Secepatnya, para pelaku ini akan kita tangkap," ujar Bambang saat dikonfirmasi Tribun Medan, Jumat (30/1).
Bambang mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, insiden yang terjadi pada Jumat (16/1) lalu di Jalan Sendok, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Kejadian itu berawal dari kesalahpahaman antara korban dengan kelompok geng motor tersebut.
Bambang menegaskan komitmen jajarannya untuk menangkap pelaku. Identitas para terduga pelaku yang tergabung dalam geng motor bernama "Maya Community" disebut telah diketahui. "Mereka ini memang geng motor, dan saat ini identitasnya telah kita kantongi. Tinggal kita tangkap saja," lanjutnya.
Sementara itu, Jonathan Tambunan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sebuah tempat pengobatan tradisional di Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, untuk menyembuhkan luka serius yang dideritanya.
Jonathan menceritakan, saat itu keponakannya sedang duduk di salah satu warung tepatnya di depan sekolah SMAN 4 Medan. Rupanya, komplotan geng motor ini mendatangi warung tersebut. Dan ternyata warung itu merupakan tempat basecamp para geng motor. "Basecamp mereka itu di warung depan sekolah SMAN 4 Medan, " ucap Jonathan Tambunan saat dikonfirmasi Tribun Medan, Jumat (30/1).
Kemudian, keponakannya yang duduk di warung dihampiri oleh geng motor. Tak hanya itu geng motor ini juga mengancam keponakannya. Barang pribadi milik keponakannya berupa handphone juga dibanting. "Mana handphone kau, anak mana kau, ngapain kau di sini," ucap Jonathan sembari menirukan ucapan pelaku geng motor yang mengancam keponakannya.
Selain itu, keponakannya juga disuluti oleh api rokok. "Merasa ada kesempatan, keponakannya langsung melarikan diri, di situlah keponakan saya menghampiri rumah saya," ujarnya.
Baca juga: Warga Ngaku Sudah Lima Kali Kebanjiran, Parit Jalan Gaperta Banyak Sampah
Lebih lanjut, Jonathan mengatakan bahwa keponakannya ini dituduh sama komplotan geng motor ini menjadi mata-mata dikarenakan masuk ke markas mereka. Setibanya di rumahnya, keponakannya langsung meminta pertolongan "Uda tolong, aku dikejar geng motor,".
Mendengar teriakkan keponakannya, ia langsung bergegas keluar dari rumah, namun banyaknya jumlah geng motor dan juga membawa senjata tajam membuat Jonathan mengurungkan niatnya.
Tak hanya itu, para tetangganya langsung membantu mengusir para komplotan geng motor.
Saat korban mencoba menangkap salah satu komplotan geng motor, dari arah belakang datang komplotan geng motor langsung menabrak dirinya hingga tersungkur ke tanah. "Jatuh ke tanah saya, terus tertimpa sepeda motor komplotan geng motor ini," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Jonathan mendapat luka yang cukup parah di bagian kaki sebelah kiri mengalami patah tulang dan luka di bagian bahu. Sementara itu, salah satu komplotan geng motor ini ditangkap hingga diamuk massa. Dengan sigap Kepling setempat langsung mengamankan pelaku dan diserahkan ke Polsek Medan Baru.
Namun, informasi yang diperoleh oleh Jonathan bahwa pelaku tidak melakukan penyerangan terhadapnya maupun menabraknya melainkan hanya ikut mengejar keponakannya. "Betul, bukan dia yang melempari saya pake batu dan juga menabrak saya, seharusnya ditahan dulu lah, supaya ditangkap kawanan geng motor lainnya," pungkasnya. (cr9/Tribun-Medan.com)
| Polsek Medang Deras Batubara Rutin Sosialisasi Antisipasi Kejahatan dan Geng Motor saat Ramadan |
|
|---|
| Bhabinkamtibmas Kota Bangun Beri Imbauan Cegah Kenakalan Remaja dan Geng Motor di Medan |
|
|---|
| Cipta Kondisi Kamtibmas di Malam Minggu, Polres Labuhanbatu Laksanakan Patroli Gabungan 3 Pilar |
|
|---|
| KRONOLOGI Pencari Nasi Sisa David Martua Nainggolan Tewas Dibacok Geng Motor di Medan |
|
|---|
| Polres Simalungun Intensifkan Patroli Blue Light di Objek Vital, Antisipasi 3C dan Geng Motor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Korban-Jonathan-Tambunan-sedang-terlentang-dirawat.jpg)