Pengurus Padel Kota Medan dan Binjai Dilantik
Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Sumatera Utara melantik dua pengurus kabupaten dan kota.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
MEDAN, TRIBUN - Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Sumatera Utara melantik dua pengurus kabupaten dan kota, yakni PBPI Kota Medan dan PBPI Kota Binjai. Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu (28/1).
Dalam kepengurusan yang baru, PBPI Kota Medan periode 2026-2030 dipimpin oleh Andrew Salim, sementara Arianto dipercaya menahkodai PBPI Kota Binjai.
Ketua Pengprov PBPI Sumatera Utara, Erick Cendana, mengatakan bahwa pelantikan Pengkot PBPI Medan memiliki tantangan tersendiri mengingat perkembangan olahraga padel di ibu kota provinsi terbilang pesat.
Menurut Erick, salah satu tugas utama Pengkot Medan ke depan adalah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap klub maupun atlet padel yang ada, agar pembinaan dapat berjalan lebih terstruktur.
“Pastinya tugas PBPI Medan ini lebih berat karena harus mendata seluruh klub dan pemain. Selama ini kami di Pengprov sudah berjalan lebih dari satu tahun, meski sebelumnya belum dikukuhkan, tapi Pengprov Sumut tetap mengirim atlet ke event nasional seperti Sirnas,” ujar Erick kepada Tribun Medan melalui seluler, Rabu (28/1).
Dengan telah terbentuknya Pengkot, Erick menegaskan bahwa proses pendataan dan pembinaan akan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing daerah. “Sekarang dengan adanya Pengkot, kami serahkan pendataan pemain dan klub ke mereka supaya semuanya lebih rapi. Ke depan kami juga akan mulai konsentrasi pembinaan kelompok umur, mulai dari usia 14, 16 hingga 18 tahun,” jelasnya.
Erick menambahkan, saat ini Sumatera Utara baru memiliki dua Pengkot PBPI yang resmi, yakni Medan dan Binjai. Namun dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengukuhkan dua daerah lain, yakni Deli srdang dan Pematangsiantar. “Yang akan kami kukuhkan berikutnya adalah daerah yang sudah memiliki venue. Rencananya Deliserdang dan Siantar,” katanya.
Baca juga: Cedera, Nur Ferry Pradana Raih Tiga Emas di ASEAN Para Games
Lebih lanjut, Erick menyebut pembinaan atlet menjadi fokus utama tahun ini, seiring keseriusan KONI dalam mempersiapkan cabang olahraga padel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB tahun 2028 mendatang.
“Padel ini akan masuk pada PON berikutnya. Waktunya kurang lebih tinggal satu tahun untuk Pra PON, sehingga dalam enam bulan ke depan kami akan melakukan seleksi atlet. Kemungkinan akan diawali dari Pra-PON, baru kemudian PON,” ucapnya.
Ia berharap seluruh Pengkot yang telah dilantik dapat langsung menjalankan program pembinaan secara serius demi melahirkan atlet berprestasi dari Sumatera Utara. Sementara itu, Ketua PBPI Kota Medan, Andrew Salim, menyampaikan optimismenya usai resmi dilantik. Ia berharap PBPI Medan dapat menjadi motor penggerak perkembangan olahraga padel di kota Medan.
“Mudah-mudahan dengan dilantiknya PBPI Kota Medan ini, kami bisa ikut memajukan olahraga padel. Kami juga berharap bisa terus mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Medan dengan berkolaborasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Andrew menuturkan bahwa salah satu fokus utama PBPI Medan ke depan adalah pembinaan atlet usia dini melalui jalur akademi. “Kami akan mulai dari pembinaan junior. Rencananya kami akan membentuk akademi agar atlet-atlet muda bisa dilatih secara serius dan terarah,” jelasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-bersama-Pengprov-PBPI-Sumut-bersama-Pengkot-Medan-dan-Binjai.jpg)