Incar Tiket Kejuaraan Dunia, Dua Atlet Wushu Sumut Ikuti Seleknas Junior 2026
Dua atlet wushu andalan Sumatera Utara kembali mengharumkan nama daerah.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua atlet wushu andalan Sumatera Utara kembali mengharumkan nama daerah setelah mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) Wushu Junior 2026. Seleksi ini menjadi bagian penting dari persiapan Tim Nasional Indonesia menuju ajang bergengsi 10th World Junior Wushu Championship Regulation yang akan digelar di Tianjin, China, pada Maret 2026 mendatang.
Seleksi nasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 22–23 Januari 2026, bertempat di GBK Arena Lantai VIII, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Ajang ini akan mempertemukan atlet-atlet wushu junior terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang bersaing memperebutkan tiket untuk membela Merah Putih di kejuaraan dunia.
Adapun dua atlet yang dipercaya mewakili Sumatera Utara dalam seleksi tersebut adalah Rafael Samuel Siagian yang turun di nomor Sanda kelas 70 kilogram, serta Andrew Felix Theo yang akan berlaga di nomor Taolu untuk jurus Taijiquan (TQ) dan Taijijian (TJ). Kedua pewushu ini pun akan didampingi pelatih mereka masing-masing nomor, yakni Jhon Hendrik Ginting di Sanda dan Fuliana di Taolu.
Sekretaris Umum Wushu Indonesia (WI) Sumatera Utara, Heriyanto, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pemanggilan dua atlet tersebut. Menurutnya, kesempatan mengikuti seleknas merupakan bentuk penghargaan atas prestasi yang telah mereka torehkan sepanjang tahun 2025 lalu.
“Kita tentu sangat bangga. Atlet-atlet kita yang berprestasi pada tahun lalu akhirnya mendapat penghargaan dan kesempatan untuk mengikuti seleksi nasional. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan prestasi mereka benar-benar diperhitungkan oleh pengurus pusat,” ujar Heriyanto kepada Tribun Medan, Rabu (21/1).
Heriyanto menjelaskan, khusus untuk Andrew Felix Theo, pemanggilan seleknas ini bukanlah pengalaman pertama. Pada tahun sebelumnya, Andrew telah lebih dulu merasakan atmosfer kejuaraan dunia dengan mewakili Indonesia di level internasional.
“Tahun lalu Andrew memang sudah pernah mewakili Indonesia. Mudah-mudahan pada seleksi kali ini dia kembali berhasil lolos dan bisa dipercaya lagi untuk membela Merah Putih di Kejuaraan Dunia Wushu Junior di China,” ungkapnya.
Sementara itu, harapan besar juga disematkan kepada Rafael Samuel Siagian yang dinilai memiliki peluang cukup terbuka untuk lolos seleksi. Hal tersebut tidak terlepas dari sederet prestasi gemilang yang diraih Rafael sepanjang tahun lalu.
“Untuk Rafael, kita optimistis karena prestasinya sangat bagus. Tahun lalu dia berhasil meraih medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan juga tampil gemilang di Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Dengan pencapaian itu, kita berharap dia bisa lolos seleksi karena saat ini dia termasuk yang terbaik di Indonesia di kelasnya,” jelas Heriyanto.
Lebih lanjut, Heriyanto menegaskan bahwa pihak pengurus WI Sumut sangat optimistis kedua atlet tersebut mampu menampilkan performa terbaik saat seleksi. Namun demikian, ia juga menyadari bahwa hasil akhir tetap berada di tangan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), terutama terkait kebijakan kuota atlet yang akan diberangkatkan ke kejuaraan dunia.
“Kami dari pengurus daerah tentu sangat optimis mereka bisa lolos. Tetapi nanti hasil akhirnya tetap bergantung pada kebijakan PB, apakah semua nomor diisi atau bagaimana kuotanya. Itu semua tergantung arah dan keputusan dari pusat,” katanya.
Baca juga: PSMS Fokus Persiapan Hadapi Garudayaksa FC
Semakin Merata
HERIYANTO juga menyoroti peta kekuatan wushu nasional yang saat ini dinilai semakin merata. Jika sebelumnya dominasi kerap datang dari daerah tertentu, kini hampir semua provinsi memiliki atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di level nasional.
“Sekarang kekuatan wushu di Indonesia sudah sangat merata. Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah-daerah lain punya atlet yang sama kuat. Persaingannya pasti ketat, tapi ini juga menjadi tantangan positif bagi atlet kita untuk terus berkembang,” tambahnya.
Heriyanto berharap kedua atlet Sumatera Utara tersebut dapat tampil maksimal, fokus, dan percaya diri selama mengikuti seleksi nasional. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk memberikan doa dan dukungan.
“Kami berdoa dan berharap mereka bisa tampil sebaik mungkin dalam seleksi nanti, mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, dan mendapatkan hasil yang maksimal. Mudah-mudahan mereka bisa membawa nama Indonesia di kejuaraan dunia nanti,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)
| Cabang Olahraga Wushu Jadi Penyelamat, Sumut di Peringkat Tujuh PON Bela Diri II Tahun 2025 |
|
|---|
| Wushu Sumut Siap Tampil Maksimal di PON Bela Diri 2025 di Kudus |
|
|---|
| PON Bela Diri 2025, Tim Wushu dan Karate Sumut Siap Persembahkan Prestasi |
|
|---|
| Cabor Wushu Sumut Siapkan 13 Atlet Untuk Tampil di PON Beladiri 2025 |
|
|---|
| SOSOK Juwita Niza Wasni, Mantan Atlet Wushu Sumut, Pernah Bertanding Meski Cidera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-bersama-dua-pewushu-Sumut-Rafae-dua-kanan-Andrew-dua-kiri-bersama-pelatih.jpg)