Petinju Muda Mathius Enoni Raih Emas di Kejuaraan Internasional di Penang

Petinju muda asal Kota Gunungsitoli, Mathius Enoni Telaumbanua, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas .

TRIBUN MEDAN/HO
RAIH EMAS - Petinju muda asal Kota Gunungsitoli, Mathius Enoni Telaumbanua saat tampil di Kejuaraan Internasional Tinju di Penang, Malaysia, yang berlangsung pada 3–8 Desember 2026. Mathius menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas kelas 71 kilogram Youth Putra 

MEDAN, TRIBUN - Petinju muda asal Kota Gunungsitoli, Mathius Enoni Telaumbanua, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas kelas 71 kilogram Youth Putra pada Kejuaraan Internasional Tinju Penang, Malaysia, yang berlangsung pada 3–8 Desember 2026.

Penampilan Mathius terbilang impresif sejak babak semifinal. Ia sukses meraih kemenangan knock out (KO) pada ronde pertama saat menghadapi petinju tuan rumah Malaysia. Melaju ke partai final, Mathius kembali menunjukkan kualitasnya dengan menaklukkan atlet asal Singapura dan memastikan diri naik ke podium tertinggi.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Mathius, yang untuk pertama kalinya tampil di ajang internasional. Sebelumnya, atlet binaan Nias Fighting Club (NFC) ini telah dua kali meraih medali emas dan perak di kejuaraan tingkat provinsi. Hasil di Penang sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu petinju muda andalan Sumatera Utara, khususnya dari Kepulauan Nias.

Selain berstatus atlet, Mathius juga tercatat sebagai pelajar di SMAN dan dikenal sebagai unggulan cabang olahraga tinju kategori Sukma dari Nias. Disiplin latihan dan konsistensinya selama ini berbuah manis dengan prestasi di level internasional.

Ketua KONI Kota Gunungsitoli, Yose Rizal Mendrofa, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan Mathius sebagai lanjutan dari tren positif prestasi atlet Gunungsitoli di berbagai cabang olahraga.

“Kami sangat mengapresiasi atlet kita yang mampu meraih prestasi di kejuaraan internasional. Ini merupakan rangkaian prestasi setelah sebelumnya atlet Gunungsitoli juga tampil pada PON Aceh–Sumut di cabang muaythai. Kini, melalui cabang tinju di bawah Pertina Sumut, atlet kita kembali menorehkan prestasi di kancah internasional,” ujar Yose.

Menurutnya, keberhasilan Mathius tidak lepas dari dukungan banyak pihak, terutama kedua orang tua, pelatih, serta lingkungan pembinaan olahraga di Kota Gunungsitoli yang mulai terfasilitasi dengan baik. “Sejak kami memimpin organisasi olahraga, atlet-atlet Gunungsitoli mulai terwadahi dan terfasilitasi. Prestasi seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi. Ini menjadi batu loncatan dan motivasi bagi seluruh cabang olahraga di Gunungsitoli dan Kepulauan Nias,” tambahnya.

Baca juga: PSMS Medan Buka Peluang Datangkan Pemain Asing Liga 1 di Bursa Transfer Paruh Musim

Ke depan, KONI Gunungsitoli berencana memperkuat pembinaan atlet melalui program latihan yang lebih intensif dan terarah. Yose menyebutkan, hal ini akan dibahas dalam rapat kerja tahunan dengan fokus pada peningkatan kualitas pelatihan berbasis sport science.

“Kami akan mendorong seluruh cabang olahraga untuk meningkatkan kualitas pembinaan, jam latihan, dan pendekatan ilmiah dalam melatih atlet. Apalagi Sumatera Utara akan mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2026. Atlet-atlet dari Gunungsitoli akan membawa nama daerah masing-masing,” jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, KONI Gunungsitoli juga merencanakan pembentukan training center mulai Februari mendatang di Kota Gunungsitoli. Yose berharap Mathius dapat terus menjaga komitmen dan konsistensi latihan, serta mampu lolos seleksi sebagai atlet PPLP Sumut. “Kami berharap Mathius terus berprestasi, baik di Porprov maupun PON 2028 nanti. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved