Ridwan Saragih dan Susanto Tangani Klub Persiba Bantul

Dua pelatih asal Sumatera Utara, Ridwan Saragih dan Susanto, resmi bergabung dengan Persiba Bantul .

TRIBUN MEDAN/HO
PELATIH PERSIBA - Pelatih Susanto (kiri) dan Ridwan Saragih (kanan) ketika masih menangani Sumut United FC di Liga Nusantara musim lalu. Susanto dan Ridwan Saragih kini resmi bergabung dengan Persiba Bantul untuk menghadapi kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pelatih asal Sumatera Utara, Ridwan Saragih dan Susanto, resmi bergabung dengan Persiba Bantul untuk menghadapi kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026. Dalam struktur kepelatihan baru tim berjuluk Laskar Sultan Agung tersebut, Ridwan ditunjuk sebagai Direktur Teknik, sementara Susanto dipercaya sebagai pelatih kepala.

Kehadiran dua sosok ini langsung memberi harapan besar bagi manajemen Persiba, terlebih keduanya memiliki rekam jejak mentereng di kompetisi kasta ketiga Liga Indonesia. Pada musim 2024/2025 lalu, Ridwan dan Susanto sukses membawa Sumut United menjuarai Liga Nusantara sekaligus meraih tiket promosi ke Liga 2, sebelum klub tersebut akhirnya diakuisisi oleh Persikad Depok.

Keduanya juga bukan kombinasi baru. Ridwan dan Susanto telah lama bekerja bersama, dimulai dari menangani tim putra PON Sumut 2024, kemudian menjadi bagian dari staf pelatih Sumut United di Liga Nusantara, hingga sama-sama tergabung dalam jajaran pelatih Persikad Depok. Setelah perjalanan tersebut berakhir, mereka kini kembali berduet di tim Persiba Bantul.

Ridwan Saragih mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sempat mendapat pendekatan dari beberapa klub Liga 2 dan Liga 3. Namun keseriusan manajemen Persiba Bantul menjadi alasan utama yang membuatnya menerima tawaran. “Kemarin ada komunikasi dengan beberapa tim Liga 2, dan ada juga tawaran dari Liga 3. Lalu saya tanya targetnya apa, dan mereka ingin promosi tahun ini,” kata Ridwan kepada Tribun Medan, Rabu (10/12).

Melihat betapa besar target yang dicanangkan Persiba, Ridwan kemudian merekomendasikan Susanto untuk posisi pelatih kepala. Ia menilai Susanto layak diberi ruang lebih luas untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman penting sebagai pelatih utama. “Awalnya saya yang ditawari, tapi saya rekomendasikan Susanto. Alasannya supaya pelatih dari Sumut ini punya kesempatan dan bisa berkembang,” jelas Ridwan.

Baca juga: Ridwan Saragih dan Susanto Kembali Berduet, Kini Resmi Tangani Persiba Bantul

Namun tak disangka, manajemen Persiba justru meminta Ridwan turut bergabung dan menawarinya posisi Direktur Teknik sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub. Setelah menilai profesionalisme tim serta besarnya ambisi Persiba, ia akhirnya menerima tawaran tersebut.

“Kalau memang timnya profesional dan punya target, saya berkenan. Kita berjuang bersama untuk Persiba Bantul. Mereka klub besar, punya sejarah, punya stadion besar. Jadi saya terima tawaran menjadi direktur teknik,” ujarnya.

Ridwan memahami bahwa Liga Nusantara bukan kompetisi yang ringan. Atmosfer kompetisi yang ketat dan penuh kejutan membuat jabatan yang diembannya kini menjadi tantangan tersendiri. “Kita tahu Liga 3 itu liga yang keras, penuh drama. Tapi ini justru motivasi bagi saya. Siapa tahu ada rezeki bisa membawa Persiba Bantul promosi ke Liga 2,” katanya.

Sementara itu, Susanto mengaku bersyukur mendapat kepercayaan besar dari manajemen Persiba Bantul. Penunjukan sebagai pelatih kepala disebutnya sebagai langkah penting dalam perkembangan kariernya setelah sekian lama berperan sebagai asisten. “Alhamdulillah kita diberikan amanah dan kepercayaan dari manajemen. Ini tanggung jawab besar untuk mencapai target yang diinginkan,” ujarnya.

Susanto memahami bahwa tugasnya musim ini tidak mudah. Selain harus beradaptasi dengan peran baru sebagai pelatih kepala, ia juga membawa harapan besar dari suporter dan manajemen agar Persiba mampu kembali bersaing di papan atas. “Kemarin kita sudah terbiasa jadi asisten. Sekarang dipercaya jadi head coach, tentu ini tanggung jawab besar untuk karier saya,” katanya.

Menurut Susanto, kualitas Liga Nusantara musim ini sudah meningkat secara signifikan. Hampir seluruh tim memiliki kekuatan yang merata sehingga pertandingan akan berlangsung lebih ketat. “Di Liga 3 musim ini kualitas permainan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hampir semua tim merata,” jelasnya. (cr29/tribiun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved