Pebalap Medan Agung Firansyah Rebut Perak dan Perunggu di Malaysia
Pebalap BMX muda asal Kota Medan, Agung Firansyah Simatupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pebalap BMX muda asal Kota Medan, Agung Firansyah Simatupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada ajang Arena BMX Nasional yang berlangsung di Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, 29–30 November 2025, Agung sukses membawa pulang dua medali sekaligus di kategori usia 12 tahun
Dalam dua seri yang digelar, Agung meraih medali perunggu pada Seri 5 dan medali perak pada Seri 6. Prestasi ini sekaligus menunjukkan perkembangan signifikan bakat muda Indonesia tersebut di level kompetisi luar negeri.
Ayah sekaligus pelatih Agung, Rahmad Alamsyah, mengaku sangat bersyukur dan terkejut dengan hasil yang dicapai putranya. Menurutnya, target awal keberangkatan ke Malaysia sebenarnya hanya untuk menyelesaikan balapan dengan baik dan menambah pengalaman bertanding.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Target kami ke sana itu hanya bisa finish dengan aman, tapi ternyata di luar ekspetasi. Agung mampu bersaing dengan bersih dan bermain sangat bagus sampai akhirnya bisa naik podium,” ujar Rahmad kepada Tribun Medan, Senin (1/12).
Rahmad menjelaskan, Agung sempat menghadapi beberapa kendala teknis, terutama soal adaptasi dengan karakter lintasan. Waktu latihan yang terbatas membuat mereka tidak sepenuhnya menguasai tipe trek di Malaysia. Selain itu, pengaturan gear sepeda yang belum ideal juga menjadi tantangan tersendiri.
“Kegagalan kami itu ada di penguasaan trek. Dengan batas waktu yang singkat, kami belum bisa benar-benar adaptasi. Setting gear juga sempat jadi hambatan. Tapi alhamdulillah Agung bisa tetap menyelesaikan balapan dengan baik,” jelasnya.
Baca juga: Matangkan Regenerasi Atlet, Sumut Raih Peringkat Tiga di Kejurnas Biliar 2025
Bahkan, kata pria yang akrab disapa Baot itu, beberapa heat balapan, Agung sempat menunjukkan dominasinya. “Di Moto 1, 2, dan 3 dia sempat memimpin di posisi satu. Tapi di final ada kendala karena harus menghindari senggolan agar tidak jatuh. Di Seri 6 situasinya hampir sama, dia hampir terjatuh lagi karena tekanan lawan,” ungkap Rahmad.
Lebih lanjut,ia menilai bahwa persaingan pada event tersebut sangat ketat. Para pebalap yang tampil merupakan atlet terbaik dari Malaysia dan Thailand. “Lawan-lawan yang kami hadapi itu rata-rata lapis pertama dari Malaysia, bahkan ada juga atlet Timnas Thailand. Persaingannya super ketat. Jadi Agung harus bekerja ekstra keras,” ujarnya.
Meski begitu, Rahmad menilai perkembangan Agung sangat signifikan. Dari sisi teknik, keberanian, dan kestabilan dalam balapan, Agung menunjukkan peningkatan pesat dibandingkan penampilannya di kompetisi sebelumnya. “Perkembangan dia sangat bagus. Dia bermain jauh lebih ekstra, lebih agresif, dan lebih percaya diri. Hasil ini membuktikan progresnya sangat baik,” katanya.
Untuk ke depannya, Rahmad menyebut Agung masih harus terus memperbaiki beberapa aspek penting, terutama fokus saat start, peningkatan fisik, serta keterampilan teknis. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Ke depan dia harus lebih konsentrasi lagi terutama di start, lalu meningkatkan fisik dan skill. Pola makan juga harus dijaga, begitu juga istirahat. Itu penting untuk perkembangan atlet,” katanya. (cr29/tribun-medan.com)
| Pebalap Cilik Medan Agung Firansyah Sabet Perak dan Perunggu di Arena BMX Nasional Malaysia |
|
|---|
| Kasat Lantas Polres Pematangsiantar Survey Kondisi Jalan dan Rute Perlintasan Cabor Sepeda |
|
|---|
| RAMPOK 26 Bank Tanpa Senjata dan Menggunakan Sepeda, Inilah Pengakuan Tom setelah Bebas dari Penjara |
|
|---|
| Kisah Tom Gagal Jadi Atlet Olimpiade Gara-gara Merampok 26 Bank, Kini Bertobat Usai 11 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pebalap-BMX-muda-asal-Kota-Medan-Agung-Firansyah-Simatupang.jpg)