Pantang Menyerah Demi Impian: Kisah Simon, Driver Ojol Medan yang Lolos Beasiswa S1 di UNIMED
Pantang Menyerah Demi Impian: Kisah Simon, Driver Ojol Medan yang Lolos Beasiswa S1 di UNIMED
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perjuangan dan ketekunan akhirnya membuahkan hasil nyata bagi Simon Vega Rumaijuk (19 tahun). Mitra driver Gojek asal Kota Medan ini berhasil mewujudkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi setelah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Ia diterima di Program Studi S1 Pendidikan Musik, Universitas Negeri Medan (UNIMED). Langkah Simon kini semakin ringan setelah dirinya terpilih sebagai salah satu penerima Beasiswa Gojek Gelombang 2 Tahun 2026. Langkah Simon memilih program studi Pendidikan Musik didasari oleh kecintaan mendalam pada dunia musik yang telah ditekuninya sejak lama. Ketertarikan tersebut berawal dari kekagumannya terhadap sosok Andra Ramadan, gitaris legendaris dari band Dewa 19 sekaligus motor utama di grup Andra and the Backbone.
Bagi Simon, Andra merupakan sosok idola dengan kemampuan bermain gitar yang luar biasa, nada yang selalu tepat (on the spot), serta karya-karya lagu yang berkualitas. Simon secara matang memilih program studi Pendidikan Musik di UNIMED. Keberhasilan ini tidak didapatkan secara instan. Simon telah beberapa kali mencoba mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun-tahun sebelumnya, namun baru pada tahun 2026 ini ia berhasil menembus persaingan ujian masuk yang sangat ketat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai ujian seleksi, Simon aktif membagi waktu antara belajar dan bekerja sebagai driver Gojek.
Jauh dari rasa minder, Simon menyatakan bahwa ia sangat bangga menjadi mitra Gojek karena pekerjaan ini mendukungnya untuk terus berkembang. Langkah hidupnya ini juga mendapatkan restu dan dukungan penuh dari keluarga. Berbekal tekad yang kuat, Simon berkomitmen untuk menjadi mahasiswa terbaik di antara teman-temannya di UNIMED. “Saya sangat bersyukur mendapatkan Beasiswa Gojek. Dukungan ini membuat saya lebih fokus dalam menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan di bidang musik. Saya berharap suatu hari nanti dapat membanggakan orang tua dan keluarga melalui pendidikan yang saya tempuh,” ujar Simon.
Setelah menyelesaikan studinya, Simon bercita-cita menjadi seorang guru musik profesional, sembari tetap menjalankan profesi sebagai driver Gojek karena fleksibilitas waktu yang ditawarkan oleh kedua pekerjaan tersebut. Perluasan Akses Pendidikan melalui Beasiswa Gojek dan YGMP Kisah inspiratif Simon merupakan salah satu bagian dari program Beasiswa Gojek Gelombang 2 tahun 2026 yang diinisiasi oleh Gojek bersama Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP). Pada gelombang jalur SNBT 2026 ini, terdapat lebih dari 75 mitra driver dan anak mitra dari berbagai kota di Indonesia yang menerima beasiswa penuh untuk jenjang S1.
Dengan penambahan tersebut, total penerima Beasiswa Gojek tahun 2026 kini mencapai lebih dari 150 orang, setelah sebelumnya sebanyak 75 anak mitra berhasil lolos pada gelombang pertama melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada April lalu. Jumlah penerima manfaat tahun ini meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2026 juga menandai tonggak baru bagi program Beasiswa Gojek. Untuk pertama kalinya, cakupan penerima manfaat diperluas sehingga tidak hanya menyasar anak dari mitra driver, melainkan juga terbuka bagi mitra driver aktif, seperti Simon Vega Rumaijuk di Medan.
Penerimaan beasiswa tahun ini difokuskan pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) unggulan di Tanah Air, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Medan (UNIMED), serta PTN favorit lainnya. Dari total penerima beasiswa, sebanyak 54,76 persen di antaranya diterima di program studi SAINTEK (Sains dan Teknologi), sementara 45,24 % lainnya diterima di program studi SOSHUM (Sosial Humaniora). Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan bahwa perluasan program beasiswa ini merupakan wujud apresiasi dan komitmen perusahaan untuk terus mendorong kesejahteraan para mitra driver beserta keluarga mereka. “Kami paham bahwa di balik setiap perjalanan yang ditempuh teman-teman mitra setiap hari, ada mimpi masa depan yang sedang diperjuangkan.
Melalui akses pendidikan yang lebih luas, kami berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk terus tumbuh dan meraih kehidupan yang lebih baik,” ujar Hans. Ketua Yayasan Gojek Merah Putih, Amelia Callista, turut menambahkan bahwa dari ribuan pendaftar yang diterima tahun ini, terpilih 150 penerima beasiswa yang menunjukkan ketekunan, kerja keras, dan semangat untuk terus maju. Menurut Amelia, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama bagi para pendaftar dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kehadiran mitra driver sebagai penerima manfaat tahun ini menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dalam ekosistem Gojek. Melalui Program Beasiswa Gojek, Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih berharap dapat terus membuka jalan bagi mitra driver dan keluarga untuk meraih masa depan yang lebih baik dan sejahtera.(*)
| Heboh dan Haru, Ini Dia Reaksi Pemenang Kedua Lucky Draw JESTHAM yang Tak Kalah Spesial |
|
|---|
| Sekarung Beras Rp 1.000 dan Kembalian yang Melelehkan Hati: Sebuah Pelajaran tentang Rasa Syukur |
|
|---|
| Traktir Singkat 2 Menit, Makna Mendalam: Ketulusan untuk Kebahagiaan Sebuah Keluarga |
|
|---|
| Sebuah Kebetulan yang Bermakna: Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya Kembali |
|
|---|
| Sebuah Senyum, Sebuah Harapan: Kebahagiaan yang Terus Berbagi di Kantor JESTHAM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pantang-Menyerah-Demi-Impian-Kisah-Simon.jpg)