Sumut Terkini
Pertamax Dinilai Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan, Disperindag ESDM Sumut Imbau Warga Beralih
Efisiensi ini menurutnya berpengaruh pada emisi yang lebih bersih dibandingkan dengan BBM jenis lain.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi Sumatera Utara menyoroti kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dinilai lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Kepala Disperindag ESDM Sumut, Fitra Kurnia, menjelaskan bahwa Pertamax memiliki angka oktan tinggi sehingga kinerja mesin kendaraan menjadi lebih optimal.
Efisiensi ini menurutnya berpengaruh pada emisi yang lebih bersih dibandingkan dengan BBM jenis lain.
“Pertamax lebih ramah lingkungan dibanding pertalite ya karena kemampuan daya bakarnya lebih tinggi. Mesin bisa lebih efisien dalam beroperasi, otomatis emisinya lebih bersih,” kata Fitra, Jumat (26/9/2025).
Fitra menambahkan, kendaraan roda dua maupun roda empat saat ini setidaknya sudah memenuhi standar yang sesuai dengan penggunaan Pertamax. Bahkan, kendaraan dengan standar terbaru seperti Euro 6 disebut tidak bisa lagi memakai bahan bakar selain Pertamax.
“Dari segi daya bakar Pertamax tidak bisa disamakan dengan Pertalite. Kendaraan yang sudah memenuhi standar Euro 6 memang tidak bisa lagi menggunakan bahan bakar selain Pertamax,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak mencampurkan bahan bakar. Menurutnya, hal itu bisa merusak kinerja mesin sekaligus menghasilkan emisi yang tidak sesuai peruntukan.
“Masyarakat yang kapasitas mesinnya memang mengharuskan menggunakan Pertamax, gunakan Pertamax. Jangan dicampur dengan bahan bakar lain seperti Pertalite,” tegas Fitra.
Sejumlah masyarakat juga merasakan manfaat penggunaan Pertamax. Hidayat (20), mahasiswa UINSU yang setiap hari menempuh perjalanan Binjai–Medan, mengaku sudah tiga tahun rutin menggunakan Pertamax untuk kendaraannya.
“Nggak ada perubahan apapun, kualitas tetap sama. Saya pilih Pertamax karena memang cocok untuk kendaraan saya. Kalau dibandingkan Pertalite, lebih hemat pakai Pertamax,” ujarnya.
Sementara itu, Herista (37), driver ojek online di Medan, menilai penggunaan Pertamax membuat mesinnya lebih ringan saat bekerja seharian di jalan. Menurutnya, bahan bakar beroktan tinggi itu membuat tarikan motor lebih halus dan emisi knalpot tidak terlalu berasap.
“Kalau pakai Pertamax, tarikan motor lebih enteng dan knalpot nggak terlalu berasap. Saya isi Pertamax supaya mesin tetap awet,” ucapnya.
Melalui imbauan ini, Disperindag ESDM Sumut mendorong masyarakat agar mempertimbangkan penggunaan Pertamax sebagai pilihan utama BBM.
Selain menjaga performa mesin, penggunaannya dinilai dapat mendukung upaya pengurangan emisi dan keberlanjutan lingkungan di Sumatera Utara.
(cr26/tribun-medan.com)
| Dilaksanakan Bulan ini, Bupati Samosir Dukung Perayaan Paskah Oikumene |
|
|---|
| Penetapan Tersangka Kadis Sosial Samosir Diprotes, Penasehat Hukum Ungkap Kejanggalan |
|
|---|
| Dugaan Penggelapan Uang Koperasi, Erni Hutauruk dan Erikson Sianipar Saling Lapor ke Polres Taput |
|
|---|
| Buntut Ucapan Lengserkan Prabowo, Saiful Mujani Diadukan ke Polda Sumut |
|
|---|
| Pemkab Samosir Beri Pendampingan Anak Korban KDRT, Wabup: Kekerasan Tidak Bisa Ditoleransi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGGUNA-PERTAMAX-Seorang-pengendara-motor-mengisi.jpg)