Kejuaraan Eiger Independence Sport Climbing Competition 2025, FPTI Medan Raih Satu Perak
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) kota Medan meraih satu medali perak pada Kejuaraan Eiger Independence Sport Climbing Competition 2025.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) kota Medan meraih satu medali perak pada Kejuaraan Eiger Independence Sport Climbing Competition 2025 yang berlangsung di Bandung pada 14-17 Agustus 2025.
Pada ajang ini, Kota Medan mengirimkan tiga atletnya yakni Inzhagi, Glenn Bakrie dan Rian Gordon Sitorus. Namun, dari ketiga atlet itu, Kota Medan hanya mampu meraih satu medali perak.
Medali perak tersebut dipersembahkan Inzhagi Sitorus Pane di kategori Speed Perorangan Putra dengan catatan waktu 6.40 detik. Inzhagi kalah tipis dengan atlet Yogyakarta Ramaski Aswin Kristanto yang sukses mencatatkan waktu terbaik 5.21 detik.
Ketua FPTI Medan, Iskandar Usman mengatakan bahwa event ini merupakan ajang evaluasi yang dilakukan FPTI Medan terhadap ketiga atletnya, pasca tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 lalu.
"Terima kasih kepada atlet yang sudah mengikuti kejuaraan ini untuk mengevaluasi hasil dari latihan kita selama ini, setelah kejuaraan PON. Artinya kejuaraan ini menjadi ajang evaluasi mereka lah selama latihan setelah PON," kata Iskandar Usman kepada Tribun Medan, Selasa (19/8).
Dengan perolehan satu medali perak ini, menurut Iskandar banyak hal yang perlu diperbaiki ke depannya terhadap para atletnya. Hal itu guna kembali meningkatkan kemampuan dan prestasi panjat tebing Kota Medan di kancah nasional. Apalagi, ketiga atlet yang diturunkan ini, merupakan peraih medali emas pada PON 2024 lalu.
"Medali yang diperoleh berarti itulah hasil yang maksimal, capaian mereka. Bahwasanya perlu latihan lagi, supaya bisa memperoleh medali emas di ajang nasional maupun di internasional," katanya.
Baca juga: Bawa Target Medali, Tiga Atlet Panjat Kota Medan Ikut Kejuaraan di Bandung
Pembinaan Atlet Usia Dini
KETUA FPTI Medan, Iskandar Usman mengatakan, selain fokus terhadap ketiga atlet ini, kata Iskandar, FPTI Medan juga akan fokus berbenah untuk memperbaiki pembinaan prestasi atlet sejak usia dini. Namun, ia menyadari hal itu tidak mudah jika tanpa dukungan stakeholder terkait. Untuk itu, ia berharap seluruh pihak bisa mendukung FPTI Medan dalam pengembangan dan pembinaan prestasi di Kota Medan kedepannya.
"Artinya panjat tebing ini dibutuhkan pembinaan usia dini, agar banyaknya atlet untuk meregenerasi. Karena mereka ini kan tinggal beberapa tahun lagi bisa mengikutinya. Kita harus melakukan regenerasi. Harapannya pihak-pihak terkait di dunia pendidikan, maupun di klub-klub yang ada di kota Medan, untuk Penjaringan atlet atau pembinaan atlet secara terpadu. Artinya dari mulai usia dini sampai dengan nanti mengarah ke atlet profesional atau atlet senior," katanya.
Ia juga berharap ketiga atletnya yang tampil pada event ini bisa kembali bekerja keras mempersiapkan diri menatap event lainnya, baik di tingkat regional maupun nasional. "Kepada atlet yang kita bina ini agar terus berlatih, jangan berputus asa, dan tetap semangat. Tetap jaga mental strong sebagai patriot olahraga," pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)
| FPTI Medan Raih 1 Perak di Kejuaraan Eiger Independence Sport Climbing Competition 2025 |
|
|---|
| FPTI Medan Akan Menggelar Popkot Tahun 2025, Demi Menjaring Bakat Atlet Pelajar |
|
|---|
| 2 Rock Climber Sumut Dipanggil Timnas Jelang Kejuaraan Dunia Panjat Tebing |
|
|---|
| Glenn Bangga Dipanggil ke Timnas Indonesia Jelang Kejuaraan Dunia Panjat Tebing |
|
|---|
| Ananda Fitriani Tertimpa Batu Besar Saat Persiapan Panjat Tebing di Bogor, Ditemukan di Genangan Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Atlet-panjat-tebing-Medan-Inzhagi-Sitorus-Pane-meraih-medali-perak-pada.jpg)