Berita Viral
Viral soal Dugaan Pencurian Kentang di Pasar Tradisional Siborongborong, Polisi: Sudah Berdamai
Pihak Polres Taput sampaikan kronologi adanya dugaan pencurian sayur di Pasar Tradisional Siborongborong yang viral di medsos.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Pihak Polres Taput sampaikan kronologi adanya dugaan pencurian sayur di Pasar Tradisional Siborongborong yang viral di medsos.
Terkait kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing mengutarakan kronologi kejadian
"Pada Selasa (23/4/2024) pukul 6.00 WIB, personil Polsek Siborongborong mendapat informasi dari salah satu warga Siborongborong menyampaikan adanya keributan akibat dugaan pencurian sayur di Pajak Tradisional Siborongborong," ujar Aiptu Walpon Baringbing, Kamis (25/4/2024).
"Sekira pukul 6.05 WIB, Personil Polsek Siborongborong Berangkat ke Jalan Martimbang Pajak Tradisional Siborongborong dan mengecek kebenaran informasi tersebut," tuturnya.
Setibanya di pasar tradisional tersebut, pihaknya menanyai korban bahwa yang diduga pelaku belum mengambil barang atau sayurnya. Terduga pelaku hanya memegang kentang yang berada di dalam mobil milik korban.
"Kemudian korban menerangkan bahwa 1 minggu sebelumnya sayurnya hilang dari dari dalam mobil dan tidak mengetahui pasti siapa pelakunya. Namun diduga pelakunya adalah terduga pelaku yang ada dalam video tersebut," tuturnya.
Mendengar kejadian tersebut, anak menantu terduga pelaku datang ke lokasi dan melihat orang tua mereka sudah dikerumuni orang banyak.
Saat itu orang yang ada di lokasi tersebut menyarankan agar diselesaikan secara kekeluargaan.
"Dan saat itu juga ada seorang laki-laki yang mengaku suami korban mengatakan agar terduga pelaku membayarkan kerugian yang dialami korban sebesar Rp 500 ribu," terangnya.
Dan pada hari ini, Kamis (25/4/2024), pihak keluarga korban dan terduga pelaku sudah saling minta maaf lewat telepon atas kejadian tersebut dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut kembali.
"Kedua belah pihak sudah berdamai dan tidak ada keberatan soal uang ganti rugi tersebut," sambungnya.
Selanjutnya, pihaknya akan memanggil kedua belah ke kantor polisi untuk meminta klarifikasi.
"Kata-kata hukuman telanjang itu sudah tidak terdengar oleh pihak kepolisian di TKP lagi saat itu. Itu baru kita ketahui dari beredarnya di medsos," sambungnya.
"Namun demikian kita akan masih mengundang kedua belah pihak ke kantor polisi untuk klarifikasi kata-kata itu," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
| Setelah Viral Akhirnya Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mahasiswi Korban Pelecehan yang Jadi Tersangka ITE |
|
|---|
| KETIKA Jusuf Kalla Berikan Solusi Agar Polemik Ijazah Jokowi Tidak Berlarut-larut: Tunjukkan Saja! |
|
|---|
| JK Yakin Ijazah Milik Jokowi Asli, Maka Ia Sarankan Jokowi untuk Segera Perlihatkan Ijazahnya |
|
|---|
| BGN Dituding Hambur-hamburkan Uang, Pesan Motor Listrik Sebanyak 25.000 Seharga Rp42 Juta Per Unit |
|
|---|
| REKAM JEJAK Preman Kampung Yogi Palak Pesta Pernikahan, Berujung Ayah Pengantin Tewas Dianiaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Viral-wanita-diduga-mencuri-kentang-di-sebuah-pasar-di-Siborongborong.jpg)