Aktivitas Gunung Sinabung Masih Fluktuatif, Masyarakat Diingatkan tak Masuk Zona Merah

Pada bagian puncak Sinabung, tampak tumpukan kubah lava menonjol besar hingga melebihi tinggi puncak gunung.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Petugas pengamatan Gunung Sinabung Muhammad Nurul Asrori, melakukan pemantauan Gunung Sinabung di Pos PGA Sinabung, di Jalan Kiras Bangun, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (8/12/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Kondisi aktivitas Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sampai saat ini masih terus fluktuatif.

Amatan Tribun Medan pada Jumat (8/12/2023) karena cuaca yang cerah dan minimnya awan, gunung api tertinggi di Sumatra Utara ini tampak jelas.

Mulai dari kaki hingga puncak Gunung Sinabung, tampak jelas gagah berdiri dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, di Jalan Kiras Bangun, Simpang Empat. Pada bagian puncak Sinabung, tampak tumpukan kubah lava menonjol besar hingga melebihi tinggi puncak gunung.

Berdasarkan keterangan dari petugas Pengamat Gunung Sinabung Muhammad Nurul Asrori, sampai saat ini aktivitas Gunung Sinabung masih terpantau normal. Ia menjelaskan, selama dilakukan pemantauan baik fisik mau pun dari catatan alat pendeteksi getaran atau seismik, belum ada perubahan aktivitas yang menonjol.

Baca juga: Baru Dipasang PVMBG, Papan Imbauan Bencana di Lingkar Sinabung Hilang Dicuri

"Untuk aktivitas Sinabung sampai saat ini seperti dari kegempaan masih fluktuatif. Semua aktivitas vulkanik belum ada tanda-tanda perubahan, dan masih cukup normal," ujar Asrori, Jumat (8/12/2023).

Untuk pertumbuhan kubah lava, Asrori menjelaskan, dari pemantauan yang dilakukan belum terlihat berbeda dari sebelumnya. Melihat besaran kubah lava yang ada, ia menjelaskan pihaknya memprediksi volumenya mencapai 1,5 juta kubik.

"Sepertinya masih belum banyak berbeda, tapi kalau dilihat secara visual memang cukup besar. Kalau kita lihat, di tengahnya sudah ada membentuk seperti kubah lagi, di situ keluar asapnya," ucapnya.

Dijelaskan Asrori, jika dilihat secara kasat mata volume kubah lava memang cukup besar. Namun, hal tersebut merupakan aktivitas yang normal karena adanya aktivitas vulkanik yang mendorong magma naik ke permukaan dan berhenti di bagian puncak.

Perihal kubah lava ini, Asrori menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan. Selain itu, pihaknya juga tetap mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki zona merah yang telah direkomendasikan.
Dimana, untuk zona merah sampai saat ini sudah ditetapkan di lingkar Sinabung dengan jarak 3 KM dari puncak, sedangkan untuk sektoral 4,5 KM dari sektoral selatan sampai ke arah timur.

Rekomendasi ini masih berlaku, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan jika sewaktu-waktu Sinabung mengalami peningkatan aktivitas atau erupsi yang bisa membuat kubah lava tersebut runtuh ke segala arah.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved