Berita Viral
Viral Pesisir Pantai Tohia Gunungsitoli Dipenuhi Buih Layaknya Salju, Warga Berduyun-duyun ke Lokasi
Alhasil, banyak warga yang berduyun-duyun mendatangi pantai tersebut untuk menyaksikan langsung fenomena busa yang mirip salju tersebut.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan munculnya buih/busa yang melimpah di sepanjang pinggir pantai Tohia, Gunungsitoli.
Alhasil, banyak warga yang berduyun-duyun mendatangi pantai tersebut untuk menyaksikan langsung fenomena busa yang mirip salju tersebut.
Video yang memperlihatkan kondisi bibir pantai Tohia yang penuh dengan buih itu dibagikan oleh akun Instagram @ikl_nusantara.
Dalam keterangan unggahan itu disebutkan bahwa fenomena tersebut terjadi pada Kamis (05/20/2023).
“Warga lingkungan IV Tohia Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli sejak petang Kamis (05/10/2023), dihebohkan dengan munculnya buih / busa yang melimpah di sepanjang pinggir pantai,” isi narasi dalam keterangan unggahan itu.
Dalam video tersebut, tampak bibir pantai dipenuhi dengan buih.
Tampak warga yang mayoritas anak-anak bermain buih di pinggir pantai tersebut.
Jika dilihat dari jauh, buih tersebut tampak mirip dengan salju.
Kadang kala juga terlihat mirip seperti awan.
Tak hanya anak-anak, orang dewasa termasuk perekam juga exited dengan munculnya fenomena itu.
“Masyaallah lihat pantaiGunungsitoli Sumatera Utara saat ini dipenuhi dengan busa berbentuk salju dan juga seperti awan,” ucap perekam.
Perekam juga mengatakan fenomena air laut berbusa ini baru pertama kali ia temui dan rasakan secara langsung di Guungsitoli.
“Ini baru pertama kali terjadi di kota Gunungsitoli,” sambung perekam.
Kepala Lingkungan IV Tohia, Yasfin Zebua, menjelaskan bahwa kejadian ini dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Di saat itu, warga melihat adanya busa yang tiba-tiba muncul di tepi pantai.
Busa ini sangat banyak dan terlihat dengan jelas, bahkan bisa diraba karena terjadi di bibir pantai yang memiliki deburan ombak kecil.
Menurut Yasfin, hingga sore hari, warga masih terus menyaksikan fenomena ini.
Dia juga mengungkapkan bahwa kejadian ini cukup mengherankan masyarakat karena ini adalah pertama kalinya terjadi di pesisir pantai Tohia.
Busa yang terbentuk sangat besar, bahkan mencapai setengah kilometer ke arah Sifalaete.
Pihak Lingkungan IV telah menghubungi Dinas terkait, terutama Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Gunungsitoli, untuk mengkonfirmasi peristiwa ini.
Mereka telah berdiskusi dengan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan serta Lurah Ilir di lokasi. Namun, saat ini busa sudah mulai menipis dan surut.
Hingga kini belum bisa dipastikan apa penyebab utama munculnya buih tersbut, meskipun beberapa orang berpendapat bahwa ini mungkin merupakan fenomena alam, sementara yang lain berpendapat bahwa ini bisa terkait dengan limbah atau tingginya volume garam laut.
Dikutip Tribun Medan dari berbagai sumber, air laut berbusa biasa disebabkan oleh berbagai zat dan gas selain air, seperti oksigen, sodium, nitrogen, kalsium, organisme laut termasuk tumbuhan dan ikan yang sudah mati, partikel kecil dalam laut, serta senyawa organik yang larut dalam air laut yang tercampur.
Penyebab utama lain munculnya busa di lautan adalah pertumbuhan ganggang atau alga. Semakin banyak ganggang di laut, semakin banyak pula busa yang dihasilkan dalam proses ini.
(cr31/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Viral-banyak-buih-muncul-di-pesisir-pantai-Tohia-Gunungsitoli-Kamis-05102023.jpg)