Liga Champions

Liga Champions - Barcelona Menang, Lamine Yamal Ukir Rekor Lagi, tapi Mendadak Hilang di Lapangan

Dilansir dari unggahan media soial X @OptaJoe, Lamile Yamal berhasil memcahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Liga Champions.

Tayang:
Twitter/Barcelona
Lamine Yamal pemain Barcelona yang tampil di Liga Champions sebagai pemain termuda 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal kembali mencetak rekor saat membawa Barcelona mengalahkan Porto di Liga Champions, Rabu (5/10/2023) dini hari WIB.

Seperti diketahui, hasil Liga Champions antara Porto vs Barcelona berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Blaugrana.

Gol semata wayang dari El Barca dicetak oleh Ferran Torres pada menit 45+1.

Atas kemenangan tersebut, membuat Barcelona saat ini memuncaki klasemen Grup H Liga Champions dengan koleksi 6 poin.

Pada pertandingan tersebut, Lamine Yamal diturunkan sebagai starter.

Ia dimainkan mengisi trisula lini depan Barcelona bersama Robert Lewandowski dan Joao Felix.

Meski gagal mencetak gol pada pertandingan tersebut, Lamine Yamal sukses mencetak rekor baru lagi.

Baca juga: HASIL Liga Champions Tadi Malam, PSG Dibantai Newcastle, Barcelona Paling Moncer

Bahkan rekor yang ia cetak itu lahir sebelum ia menendang bola di atas lapangan. 

Lalu rekor apa yang dimaksud?

Dilansir dari unggahan media soial X @OptaJoe, Lamile Yamal berhasil memcahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Liga Champions.

Yamal mengukuhkan diri sebagai starter termuda dalam sejarah Liga Champions (16 tahun dan 83 hari).

Sang wonderkid itu melewsti rekor Celestine Babayaro yang dicatatkan pada 1994 ketika berumur 16 tahun serta 86 hari.

"Berusia 16 tahun 83 hari, Lamine Yamal dari Barcelona adalah pemain termuda yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Liga Champions," tulis unggahan OptaJoe.

"Ia melampau rekor Celetine Babaayaro (16 tahun 86 hari) yang dibukukan pada November 1994."

Baca juga: HASIL Klasemen Liga Champions: Man City, Barcelona, Newcastle Berjaya, Dortmund 0-0 AC Milan

Mendadak Hilang di Lapangan

Meski berhasil mencetak rekor di Liga Champions, LAmine Yamal mendapatkan kejadian yang kurang mengenakkan.

Pasalnya, Yamal kala itu mendadak menghilang dari lapangan di menit ke-71.

Ia pun akhirnya digantikan Marcos Alonso pada menit ke-80.

Lalu kemana perginya Lamine Yamal?

Usut punya usut, pemain berusia 16 tahun mengalami sakit sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Barca Universal bahkan mengungkapkan bahwa Lamine Yamal bermasalah dengan perutnya.

"Lamine Yamal tidak sehat," ucap Xavi usai pertandingan dikutip dari Barca Centre.

"Dia mengidap sakit, dia sudah memberitahu saya beberapa waktu lalu."

"Saya memanfaatkan waktu istirahat untuk memberitahunya agar cepat dan pergi ke toilet, tapi pada akhirnya mereka memberitahuku bahwa dia tidak akan bisa kembali ke lapangan," jelasnya.

Baca juga: BARCELONA Teken Kontrak Baru Bocah 16 Tahun, Kalusul Rilis Yamine Lamal di Luar Nalar

Untung bagi Barcelona, selama ditinggal Lamine Yamal tidak ada momen berbahaya untuk menyamakan kedudukan.

Barcelona menang dengan skor tipis 0-1 melalui gol Ferran Torres di injury time babak pertama.

Tim asuhan Xavi harus bermain dengan 10 pemain saat tambahan waktu babak kedua menyusul kartu kuning kedua yang berujung kartu merah yang diterima Gavi.

Menurut Xavi, pada pertandingan tersebut timnya mendapat perlawanan sulit dari Porto yang mengincar kemenangan kedua di penyisihan grup Liga Champions.

Seperti yang diungkapkan pelatih Porto, Sergio Conceicao sebelum laga, kalau Barcelona membuatnya menderita, maka Porto juga akan membuat Blaugrana menderita.

"Ini adalah Liga Champions. Porto adalah klub besar di sepak bola Eropa," ucap Xavi usai laga dikutip dari laman UEFA.

"Kami menderita, tapi saya senang dengan cara tim saya bekerja. Kami mengorbankan diri kami sendiri, kami berjuang dan kami meninggalkan jiwa kami di lapangan untuk meraih 3 poin yang sangat penting," jelasnya.

Sementara itu, Sergio Conceicao berpuas diri dengan hasil yang diraih anak asuhnya.

Dia menilai, pemain telah memberikan yang terbaik di lapangan.

"Kerja keras, tekad, ambisi, dan keinginan untuk menang untuk pertandingan berikutnya. Itu yang perlu kami lakukan saat ini," beber Sergio Conceicao.

"Tidak banyak lagi yang bisa dikatakan. Kami sudah mencoba (lawan Barcelona) dansaat ini mencoba memenangkan pertandingan berikutnya. Kami akan terus bekerja," tutupnya

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved