Berita Viral

Penyebab Mama Muda di Boyolali Siksa Anak Kandung 4 Tahun, Diikat di Pohon Pisang Sampai Biru-biru

Inilah penyebab mama muda di Boyolali siksa anak kandung yang masih berusia empat tahun secara terus menerus. Ternyata , sang ibu itu menjadikan anakn

Tayang:
TOTO SIHONO
Ilustrasi kekerasan dan penyiksaan terhadap anak perempuan 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah penyebab mama muda di Boyolali siksa anak kandung yang masih berusia empat tahun.

Seperti diketahui, seorang mama muda berinisial AT warga Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah, kerap menganiaya anaknya.

Adapun anak kandung yang menjadi korban penyiksaan mama muda itu merupakan anak perempuan yang masih berusia empat tahun.

Para tetangga melihat sang anak dianiaya oleh ibu kandungnya itu.

Bukan hanya sekali atau dua kali, ternyata sang ibu diduga kerap menganiaya anaknya tersebut.

Tetangga yang mengetahui hal tersebut pun langsung menyelamatkan korban.

Mereka juga melaporkan hal tersebut ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali.

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Net)
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Net) (Net)

Mengutip TribunSolo.com, para tetangga juga sempat merekam tindak penganiayaan tersebut dan dikirimkan ke Kepala DP2KBP3A Boyolali, Ratri S Survivalina atau kerap disapa Lina.

Dalam video tersebut terlihat seorang anak perempuan sedang tertunduk lesu diikat di pohon pisang.

Beberapa warga sigap melepaskan tali yang mengikat kaki anak tersebut.

Terlihat juga mereka berteriak pada orang di teras rumah yang diduga orang tua anak tersebut.

Baca juga: Nasib Terkini Balita 3,5 Tahun di Ponorogo Tercemplung Panci Sayur Mendidih, RS Tak Mampu Tangani

Baca juga: VIRAL Ratusan Orang Ngaku Anjing Ngumpul di Pusat Kota Jerman, Saling Gonggong Untuk Komunikasi

"Ternyata benar, itu anak kandung lho,” ujar Lina.

“Itu diikat kakinya di bawah pohon pisang, umur 4 tahunan di Ngemplak. Anaknya juga tidak berdaya diam saja, wajahnya, kasihan sekali itu," lanjutnya.

Ia juga mengatakan, pihak dinas langsung membawa anak tersebut ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di wilayah Ngemplak, Boyolali.

"Dari hasil pendalaman sementara, sang anak dalam keadaan normal," ujar Lina.

Ilustrasi kekerasan pada anak.
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Int)

Disisi lain, Lina juga telah menangani ibu dari balita empat tahun tersebut.

Diketahui, ibu tersebut berinisial AT.

Ia mengatakan, sepertinya sang ibu pernah trauma karena mengalami kekerasan sebelumnya.

"Jadi dia sepertinya mengalami kekerasan sebelumnya,” katanya.

“Kemudian juga keluarganya (kondisi rumah tangga) sepertinya kurang harmonis, kemudian, dia seperti mengkambing hitamkan anaknya itu sebagai sumber masalah dia," ungkapnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Sopir dan Penumpang Tewas, Mobil Penuh Ceceran Darah, Warga Medan Terluka

Baca juga: Tempat Pengoplosan Gas Subsidi Digerebek Polisi, Pemilik Gudang Ditangkap

Pihaknya juga akan terus memantau kasus ini sambil menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA), Dinas Sosial, dan LSM.

Lina menambahkan, sang ibu saat dimintai keterangan juga merasa tak bersalah.

"Karena dia (Ibu) masih punya suami. Jadi suaminya kemarin yang akan menyelesaikan. Masih muda (Ibunya) tidak merasa bersalah, sampai biru-biru (luka memar), baru digali terus,”

“Orang tuanya sekarang ya masih bermasalah, karena diduga dulu saat masih kecil juga mengalami kekerasan," jelas dia.

Sedangkan dari pihak kepolisian membenarkan telah ada lapongan mengenai kasus tersebut.

"Kami masih melakukan klarifikasi terkait kasus itu," tukas Plt Kasi Humas Polres Boyolali, IPTU Arif Mudi.

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter  

 

 


 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved