Berita Viral

Nasib Terkini Balita 3,5 Tahun di Ponorogo Tercemplung Panci Sayur Mendidih, RS Tak Mampu Tangani

Beginilah nasib terkini balita 3,5 tahun di Ponorogo yang tercemplung ke panci sayur mendidih. Adapun balita bernama Ramadani Pelangi itu mengalami lu

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Nasib terkini balita 3,5 tahun di Ponorogo yang tercemplung ke panci sayur mendidih. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah nasib terkini balita 3,5 tahun di Ponorogo yang tercemplung ke panci sayur mendidih.

Adapun nasib balita 3,5 tahun di Ponorogo itu masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sutomo Surabaya.

Sementara itu sebelumnya, balita 3,5 tahun di Ponorogo bernama Ramadani Pelangi Qurani datang dari RSUD dr Harjono.

Hal itu lantaran RSUD dr Harjono belum mampu menangani luka bakar yang parah.

“Lukanya cukup luas waktu datang. Dan oleh dokter spesialis bedah memang rekomendasinya rujuk,” ujar dokter jaga IGD dr Harjono Ponorogo, dr Sri Harnani, dikutip Jumat (22/9/2023).

Ia juga menjelaskan bahwa Ramadani datang ke IGD RSUD dr Harjono pada Minggu (17/9/2023) pagi sekitar pukul 08.00 wib.

Saat datang, Ramadani menangis karena luka yang diderita .

Ilustrasi air panas.
Ilustrasi air panas. (https://www.dummies.com/)

“Ke RSUD dr Harjono waktu datang luka luas punggung sampai perut depan sampai kaki,” kata dr Sriharnani.

Dia menjelaskan bahwa awal langsung dilakukan penangan ke-gawatdarurat-an. Dimana luka bakar, menurutnya cenderung pasien dehidrasi. Sehingga, dia sebagai dokter mencegah dehidrasi.

“Kami melakukan retensi cairan. Dilakukan agar pasien tidak dehidrasi. Kalau dilihat awal itu saya menghitungnya lukanya 37,5 persen sama pai 40 persen. Mungkin dilakukan perhitungan ulang, mungkin bisa lebih,” terangnya.

Menurutnya, ketika selesai penanganan ke-gawatdarurat-an, dokter spesialis bedah menyarankan untuk dilakukan rujuk. Rujukan tersebut dokter spesialis bedah plastik.

“Sedangkan di RSUD dr Harjono belum ada dokter spesialis bedah plastik. Untuk tindakan selanjutnya saya sendiri tidak mengetahui pasti,” pungkas dr Sriharnani ini.

Baca juga: Nasib Pilu Bocah 3 Tahun di Ponorogo Kecemplung Panci Sayur Mendidih, Sekujur Tubuh Melepuh

Baca juga: VIRAL Guru STM Celupkan Tangan Siswanya ke Air Mendidih, Jari Korban Melepuh, Keluarga Lapor Polisi


Sebelumnya, Nasib malang dialami Ramadani Pelangi Qurani warga Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Bayi berusia 3,5 tahun tercempelung ke dalam panci isi kuah sayur yang masih panas. 

“Kejadiannya Minggu 17 September 2023 lalu. Luka bakarnya hingga 50 persen. Yang luka itu kebanyakan yang bagian badan bawah,” ujar Bidan Desa Pulosari, Suyati, Selasa (19/9/2023).

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo menyatakan bahwa biaya rumah sakit balita Ramadani Pelangi Qurani yang tercemplung panci isi kuah sayur panas ditanggung pemerintah.

“Keluarganya tidak mampu dan tidak punya KIS (Kartu Indonesia Sehat). Jadi semua ditanggung oleh pemerintah,” ujar Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi, Rabu (20/9/2023)

Baca juga: Respon Beda Ganjar dan Prabowo Soal Peluang Bersatu di Pilpres 2024 hingga PDIP Buka Kemungkinan

Baca juga: Demokrat Usung Prabowo, PKB Yakin tak Gerus Target Suara 65 Persen di Sumut untuk Anies-Cak Imin

Kronologi

Sebelumnya nasib pilu dialami bocah 3 tahun asal Ponorogo yang kecemplung panci sayur panas.

Sekujur tubuh bocah 3,5 tahun itu melepuh hingga luka bakarnya capai 50 persen.

Begini kronologi bocah 3,5 tahun hingga tercemplung ke panci sayur mendidih.

Adapun saat kejadian, orangtua korban mendengar tangisan anaknya.

Setelah melihat apa yang terjadi, sang orangtua langsung histeris melihat sang anak sudah nyemplung ke panci panas tersebut.

Kronologi Bayi Jatuh ke Ember Air Mendidih, Tangis Bayi Memilukan, Ini Pengakuan Sang Ibu
Kronologi Bayi Jatuh ke Ember Air Mendidih, Tangis Bayi Memilukan, Ini Pengakuan Sang Ibu (the sun)

Adapun sosok balita di Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur itu berinisial RPQ.

Ia tercebur dalam panci berisi kuah sayur panas.

Akibatnya, RPQ mengalami luka melepuh di sekujur tubuhnya hingga 50 persen.

Bidan Desa Pulosari, Suyati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/9/2023).

“Luka bakarnya sampai 50 persen. Kebanyakan lukanya ditemukan pada bagian badan bawah,” ucap Suyati dikutip Tribun-Medan.com dari Kompas.com, Rabu (20/9/2023).

Diketahui, kejadian tersebut bermula saat kedua orangtua balita itu menyiapkan dagangan sayur matang.

Orangtua korban merupakan penjual sayur yang biasanya berjualan di depan rumah.

Korban ketika itu sedang bermain di depan rumah.

Baca juga: Diduga Rutin Terima Setoran Judi Togel, Propam Polda Tak Kunjung Copot Kanit Pidum Polres Langkat

Baca juga: TERBONGKAR Modus Licik Perwira Kostrad Lecehkan Anak Buah Sesama Jenis

Tak lama kemudian, ibu korban membawa sayur panas dalam sebuah panci besar ke depan rumah agar sayur yang hendak dijual lekas dingin.

Beberapa saat kemudian, orangtua korban mendengar suara tangisan anaknya.

Setelah dicek, badan anaknya sudah masuk dalam panci yang berisi sayur matang panas.

“Orangtua korban baru mengetahui anaknya tercebur setelah mendengar suara tangisan RPQ,” ungkap Suyati.

Usai diangkat dari panci, hampir sekujur tubuh korban mulai dari kaki hingga punggung melepuh.

Orangtua korban langsung membawa anaknya ke Puskesmas Jambon.

Lantaran mengalami luka bakar yang serius, korban lalu dirujuk ke RSUD dr. Hardjono dan RSUD dr. Soedono Madiun.

Tak berapa lama kemudian, Ramadani dilarikan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Suyati mengatakan korban harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Pasalnya luka bakar pada tubuh korban mencapai 50 persen.

Selain itu luka bakar kebanyakan menimpa daerah sensitif pada tubuh korban.

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter  

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved