Berita Viral
Nasib Ojol Iky Usai Akun Diblokir Gegara Turunkan Penumpang Ogah Pakai Helm,Dapat Tawaran Akun Lain
Beginilah nasib terbaru driver ojol bernama Iky yang kena suspend imbas turunkan penumpangnya yang ogah pakai helm.
TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah nasib terbaru driver ojol bernama Iky yang kena suspend imbas turunkan penumpang ogah pakai helm.
Seperti diketahui akun driver ojol Iky di-suspent buntut mendapat ulasan buruk dari penumpang yang tak mau pakai helm.
Dimana sebelumnya Iky merasa harus menurunkan penumpang karena tak mau pakai helm mengaku rambutnya masih basah.
Setelah kejadian yang sempat viral tersebut, kabar terkini Iky pun diketahui kembali ngojek.
Iky mendapat tawaran untuk menggunakan akun temannya meski di aplikasi lain.
Kini, Iky hanya bisa bekerja setiap pukul 00.00-12.00 WIB.
Sebelumnya, nasib pilu dialami Iky yang merasa kesulitan bekerja untuk nafkahi keluarganya.
Pengemudi Ojol yang baru berusia 23 tahun ini mengaku kesulitan menafkahi keluarganya.
Hal itu lantaran ia tak dapat bekerja usai akunnya disuspend imbas ulasan negatif oleh penumpangnya.
Padahal saat masih bekerja, pendapatan kotor yang diperoleh sehari-hari adalah Rp 160.000-Rp 170.000.
Iky mengatakan jika ia tidak pernah mendapat pesanan karena akunnya tidak muncul di layar ponsel para calon penumpang.
Bahkan, ia sudah berputar-putar di sejumlah daerah yang berpotensi ramai penumpang.
Namun, hasilnya tetap nihil.
Baca juga: GEGER Aksi Nekat Begal Siang Hari, Driver Ojol Bawa Penumpang Nyaris Jadi Korban
Baca juga: NASIB Iky Ojol Usai Turunkan Penumpang yang Ogah Pakai Helm, tak Dapat Orderan: Anyep Banget
"Pas full di Maxim, sehari-hari alhamdulillah kerja dari pagi sampai sore dapat 10-11 orderan. Kalau kayak begini (akun bermasalah), saya enggak bisa nafkahin keluarga (seperti sebelumnya)," terangnya.
Sementara itu sebelumnya diketahui jika kisah Iky viral saat dirinya turunkan penumpang karena tak mau pakai helm.
Penumpang perempuan itu tak mau kenakan helm karena rambutnya basah.
Perempuan itu pun diturunkan oleh Iky di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (14/9/2023) pagi.
Sejak awal, perempuan itu menolak menggunakan helm.
Namun, Iky terpaksa tetap mengambil pesanan itu.
Sebab, aplikator tempatnya bekerja tidak memungkinkan pengemudi membatalkan pesanan jika sudah mulai jalan.
Sepanjang perjalanan, Iky terus bertanya dan mengingatkan penumpang itu untuk memakai helm.
Selain mengkhawatirkan keselamatan penumpang itu, Iky juga takut kena tilang.
Apalagi saat itu sedang ada razia di flyover Klender arah Pulogadung menuju Duren Sawit, tepatnya beberapa meter sebelum lampu merah di dekat Mal Ciplaz Klender.
Namun, penumpang itu berkeras menolak permintaan Iky untuk menggunakan helm.
Akhirnya, penumpang itu terpaksa diturunkan di flyover Klender.
"Kesannya ya kesal. Namanya polisi, kalau razia ya enggak mau tahu kalau customer enggak mau pakai helm," jelas Iky kepada Kompas.com di Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (15/9/2023).
"Yang ditahan kan pasti SIM dan STNK driver. Enggak mungkin KTP customer. Makanya saya lebih baik turunin penumpang di situ," sambung dia.
Sampai saat ini, Iky belum berkomunikasi lagi dengan penumpang itu. Bahkan, permintaan maaf juga tidak ia dapatkan.
Baca juga: Pria Pemakan Semen Ngaku Pernah Berdoa Minta Tubuhnya Nyatu dengan Semen hingga Diberi Gelar Rumbu
Baca juga: PEDAS, Rocky Gerung Skakmat Ganjar Soal Rempang, Singgung Konflik Wadas : Watak Keiblisan
Sementara itu sejak akunnya diberikan ulasan negatif oleh penumpang itu, Iky tidak bisa menggunakannya untuk bekerja.
Sampai saat ini, Iky sudah berusaha menghubungi bagian Satgas yang membantu mengatasi komplain dari para ojol.
"Saya langsung WhatsApp ke Satgas. Saya minta pendapat, gimana solusinya, ke kantor atau gimana. Katanya ke kantor juga percuma, mereka enggak bisa cabut ulasan negatif kalau bukan diminta pihak customer," jelas Iky.
"Dari perusahaan enggak ada mediasi. Enggak mau tahu kronologi awalnya. Saya sudah jelasin ke Satgas, minta pendapat. Saya niatnya Senin (18/9/2023) ke kantor, dibilang percuma karena bakal nihil. Sayang di bensin kalau ke sana tapi enggak ada hasilnya," sambung dia.
Menurut dia, satu-satunya cara agar akunnya kembali bekerja adalah jika penumpang itu meminta aplikator tempat Iky bekerja untuk mencabut ulasan negatifnya.
Akan tetapi, sampai saat ini, penumpang itu belum pernah menghubungi Iky maupun kantornya.
Bahkan, identitas perempuan itu masih belum diketahui walau pencarian sudah dibantu para rekan sesama pengemudi ojol.
"Dari netizen juga enggak ada yang tahu identitas orangnya walau mukanya jelas, tapi mungkin juga ada yang tahu tapi ditutup-tutupin atau gimana," ucap dia.
Beruntung, salah satu teman Iky menawarkan untuk meminjamkan akunnya.
Jadi, Iky bisa kembali bekerja sebagai pengemudi ojol, meski di aplikasi lain.
Melalui akun temannya, Iky hanya bisa bekerja setiap pukul 00.00-12.00 WIB.
Ini baru dilakukan selama tiga hari belakangan.
"Daripada saya benar-benar enggak ada pemasukan sama sekali, alhamdulillah teman saya baik, nawarin," tukasnya.
(*/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/NASIB-Iky-Ojol-Usai-Turunkan-Penumpang-yang-Ogah-Pakai-Helm-tak-Dapat-Orderan-Anyep-Banget.jpg)