Pilpres 2024
Najwa Shihab Dijagokan Partai Buruh Sebagai Capres 2024, Selain Ganjar dan Prabowo
Najwa Shihab masuk dalam enam nama tokoh yang akan ditunjuk atau diajukan sebagai bacapres dalam Pilpres 2024 oleh Partai Buruh.
TRIBUN-MEDAN.com - Selain Ganjar Pranowo dan Parabowo Subianto, ada nama Najwa Shihab juga dijagokan di bursa calon Presiden di Pilpres 2024.
Nama Najwa Shihab dijagokan oleh Partai Buruh.
Najwa Shihab masuk dalam enam nama tokoh yang akan ditunjuk atau diajukan sebagai bacapres dalam Pilpres 2024 oleh Partai Buruh.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pihaknya pada Rabu (13/9/2023) telah mengirimkan surat pengajuan bersedia diusung menjadi capres oleh Partai Buruh ke enam nama tersebut.
“Pada hari ini resmi pembukaan untuk penjaringan nama-nama capres yang akan didukung Partai Buruh. Hari ini akan dikirimkan surat kepada enam nama yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Said Iqbal, Najwa Shihab, Rizal Ramli, dan Rocky Gerung,” kata Said Iqbal di kantor DPP Partai Buruh, di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2023).
Enam nama yang diusung itu, kata Said muncul berdasarkan hasil penjaringan dari dua organ di Partai Buruh.
Yakni organ pendiri partai, dalam hal ini Anggota Serikat Buruh, Anggota Serikat Petani, dan Anggota Serikat Nelayan.
Sementara organ ke dua ialah struktur partai, dalam hal ini Exco (Komite Eksekutif) meliputi Exco pusat, Exco provinsi Exco kabupaten, dan Exco kota.
“Dua organ itu kan telah menjaring juga, nah aspirasi dari masyarakat dari dua organ itulah terlahir enam nama,” katanya.
Selanjutnya, kata Said, Partai Buruh akan membuat perjanjian kontrak politik terhadap bacapresnya untuk menyatukan visi dan misi.
Selain itu, katanya Partai Buruh memastikan tidak akan berkoalisi dengan partai politik yang ikut mendukung mengesahkan omnibus law dan cipta kerja, walaupun bacapresnya berasal dari partai tersebut.
“Kontrak politik langsung dengan calon presidennya, antara lain merevisi atau mencabut undang-undang cipta kerja omnibus law, tidak dengan partai politiknya,” tuturnya.
Keputusan mengenai satu orang bacawapres yang diusung dari enam nama, menurut Said, Partai Buruh akan mengumumkannya pada 9 Oktober 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.
“Dari surat yang akan kita kirim ini nanti ada kesediaan, dan itu masuk ke pemaparan. Dari pemaparan lalu rekomendasi, lalu keputusan 9 Oktober akan diumumkan calon presiden partai buruh satu orang, dan calon wakil presiden. Akan diumumkan di Gelora Bung Karno 9 Oktober 2023,” kata Said.
Tidak Dukung Anies Baswedan
Partai Buruh juga memastikan tidak akan mengusung dan mendukung Anies Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Alasannya, ada dua faktor secara sikap yang dinilai Partai Buruh bahwa Anies Baswedan tidak sesuai dengan kriteria mereka.
Yakni Anies Baswedan tidak memiliki sikap amanah serta cenderung menusuk kawan dari belakang.
“Anies telah kobok- kobok KSPI Sudirman Said yang saat itu tim sukses Anies Baswedan. Lalu yang kedua mayoritas buruh beranggapan beliau tidak amanah karena kawan seiring sejalan saja ditusuk dari belakang. Tentang alasan bisa dicari-cari apalagi kalau dia sudah jadi Presiden,” kata Said Iqbal.
Baca juga: JADWAL TAYANG Persib Bandung vs Persikabo, Beckham dan Robi Darwis Dikhawatirkan Absen
Karenanya menurut Said, Partai Buruh memastikan tidak akan mengusung dan mendukung Anies Baswedan di Pilpres.
Alasannya kata dia bukan karena dipilihnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Anies.
Namun, kata Said, karena Cak Imin diduga terlibat kasus dugaan korupsi.
“Jadi bukan karena Cak Imin pasangannya pak Anies, tapi lebih karena dugaan korupsi yang terlibatnya di kementerian. Buruh menilai seperti itu,” ujarnya.
Sumber: TribunSolo.com
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Najwa-Shihab-pun-menjawab-kenapa-tak-pernah-mengundang-Anies-Baswedan.jpg)