Sumut Memilih

Suku Batak dan Jawa Cenderung Pilih Ganjar di Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat Politik USU Warjiyo

Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara Warjiyo merasa wajar bila Ganjar Pranowo unggul dalam suara pemilih berbasis etnis Batak dan Jawa.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Ganjar Pranowo saat mengunjungi kota Medan beberapa bulan lalu. 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Warjiyo merasa wajar bila Ganjar Pranowo unggul dalam suara pemilih berbasis etnis Batak dan Jawa.

Menurut Warjiyo, Ganjar yang diusung sebagai bakal calok presiden dari PDIP secara historis memiliki hubungan panjang dengan suku Batak dan Jawa.

"Pertama kita harus kaitkan tentang sejarah. Sepanjang historis perpolitikan kepemiluan etnis Batak itu afiliasi politiknya kepada warisan Soekarno PNI dan terakhir PDIP, jadi sangat wajar kalau Ganjar didukung etnis Batak, terutama karena dia berafiliasi dengan PDIP. Jadi itu sudah wajar kalau kita tinjau dari sisi sejarahnya," kata Warjiyo kepada Tribun Medan, Rabu (30/8/2023).

Baca juga: Bobby Nasution Angkat Bicara soal Perempuan Pelempar Sendal pada Mertuanya, Presiden Jokowi

Baca juga: Gudang Oli Palsu dengan Merek Terkenal Digerebek di Percut Seituan, Ditemukan Mesin Cetakan Botol

Hal itu kata dia dibuktikan dengan besarnya suara dari wilayah wilayah yang dihuni suku Batak pada pemilihan presiden dan pemilihan Gubernur Sumut tahun 2018 silam.

"Dan pengalaman Pilgub lalu, itu beberapa wilayah yang di dominasi etnis Batak itu memang didukung calon calon PDIP. Demikian kecenderungan orang untuk memilih Anies pada masyarakat Bugis atau Minang karena memang seperti itu, karena basis dukungan agama misalnya. Sehingga wajar jika hasil survei LSI seperti itu," ujar Warjiyo.

Kendati demikian, Warjiyo menyebutkan, dukungan Batak terhadap Ganjar tidak menjamin terpilihnya termasuk di Sumut. Seperti yang terjadi pada pernah terjadi di Pilgubsu beberapa pada tahun 2018 kemarin.

Kata dia, PDIP Djarot dan Sihar Sitorus justru kalah melawan Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah.

"Tapi berdasarkan pengalaman sejarah juga katakan lah pemilihan serentak, dukungan Batak itu tidak menjamin kemenangan, buktinya pemilihan tahun lalu kader yang didukung PDIP justru kalah. Dukungan Batak dan Jawa itu tidak selalu jadi ukuran kemenangan dalam survei seperti itu," tuturnya.

Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) etnis Batak Jawa, Cina dan non muslim cenderung memilih Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.

"Etnis Jawa Batak, cina non muslim, pendidikan menengah , kalangan wiraswasta, pengusaha cenderung memilih Ganjar. Di perkotaan secara demografi Ganjar imbang atau kalah sedikit dari Prabowo. Anis menang di kelompok Minang dan Bugis," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hasan.

Survei LSI ini digelar 3-9 Agustus 2023 dengan populasi seluruh Indonesia dengan melibatkan 1.220 Dari populasi itu dipilih secara random dengan margin of error dari survei ini +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei itu, Ganjar juga unggul di kelompok pemilih perempuan kemudian berusia 25 tahun dan lebih dari 55 tahun.

Sementara itu pemilih laki laki lebih cenderung ke Prabowo dengan persentase 39, 2 persen, Anies 20,5 persen dan Ganjar 35,6 persen

"Untuk pemilih perempuan Anies 23,9 persen, Ganjar 38,5 persen dan Prabowo 31,3 persen. Etnis Batak 26 persen Anies, Ganjar 41 persen dan Prabowo 24 persen. Sementara untuk etnis Melayu Anies 34 persen, Ganjar 17 persen, Prabowo 45 persen. Untuk pemilih Cina ada Ganjar 59 persen, Anies 3,2 persen, dan Prabowo 26 persen," lanjut Djayadi.

Jika melihat secara geografis lanjutnya, ketiga calon memiliki daerah daerah dengan perolehan suara yang menonjol.

Di Sumatera Anies dan Prabowo bersaing ketat. Ganjar unggul di Jateng, DIY, Kalimantan dan Maluku, Papua. Sementara Prabowo unggul di Banten, Jabar, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi.

"Di Sumatera Anies mendapatkan suara 35 persen sementara Prabowo 34 persen. Di Sumatera Anis dan Prabowo imbang, sementara di Jatim Ganjar Prabowo hasinya hampir sama," lanjut dia.

(cr17/tribun-medan.com)

Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved