Sandiaga Uno Jawab Ajakan Koalisi Demokrat dan PKS, Lapor ke Plt Ketum PPP

Sandiaga Uno memberikan penjelasan singkat terkait ajakan Partai Demokrat dan PKS berkoalisi sehingga ia akan melaporkan ke Plt Ketum PPP

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
HO
Sandiaga Uno memberikan penjelasan singkat terkait ajakan Partai Demokrat dan PKS berkoalisi sehingga ia akan melaporkan ke Plt Ketum PPP 

TRIBUNMEDAN.COM - Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak Sandiaga Uno untuk berkoalisi.

"Dalam rangka berjuang bersama. Jadi berjuang bersama ini tentu kita ada dalam koridor kerja sama politik yang sudah kita tandatangani," ujar Ketua Bappilu PPP, Sandiaga Uno saat memimpin rapat di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/8/2023).

Sandiaga Uno menjelaskan, komunikasi ketiga partai yaitu PPP, Demokrat dan PKS berada di level ketua umum masing-masing.

Baca juga: Wacana Sandiaga Uno yang Ingin Duetkan Ganjar-Anies, Ini Respon Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

 

Meski begitu, ia usulkan wacana menggabungkan tiga partai politik tersebut ke Plt Ketua PPP Muhammad Mardiono.

"Komunikasi kalau di level partai adalah dilakukan semuanya oleh plt ketum tapi saya akan mengusulkan. Seperti yang saya sampaikan bahwa kita harus mampu untuk bisa mengajak berjuang bersama dalam dinamika politik yang terjadi," katanya.

Menurutnya, wacana pembentukan poros koalisi baru dilontarkan Sandiaga Uno, seiring dengan munculnya isu duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan.

Sandiaga mengaku bahwa dirinya memiliki kesamaan pola pikir dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Karena itu, ia menyambut baik apabila diduetkan dengan AHY untuk Pilpres 2024.

"Saya melihat ada kesamaan pola pikir, kalau memang akhirnya yang mau digabungkan itu adalah konsolidasi, konsolidasi besar," kata Sandiaga di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2023).

Anies Ajak Komunikasi Lawan Politik

Bakal calon Presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan meminta dukungan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakatyang punya pandangan berbeda soal calon presiden.

Hal ini dikatakan Anies Baswedan saat menerima dukungan sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Relawan Persatuan Anak Bangsa (RPAB) di Jakarta, Sabtu (26/8/2023) malam.

"Sangat penting untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki pandangan politik yang berbeda. Dan mendukung calon Presiden yang berbeda agar bisa mendapatkan lebih banyak suara serta memenangkan Pemilihan Umum 2024," ujar Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Tidak hanya itu, ia mengajak semua pendukungnya untuk berkolaborasi sesuai dengan tugas dan kemampuan masing-masing.

Dan, ia diberi tanggungjawab oleh partai politik yang percaya padanya untuk maju sebagai calon Presiden.

"Tidak mungkin saya melakukan sendirian harus dikerjakan bersama-sama," katanya.

Baca juga: Jika Sandiaga Uno Tak Dipilih Jadi Cawapres Ganjar, PDIP Tak Masalah PPP Angkat Kaki: Harus Sukarela

 

Dia menyebutkan tanpa kerja kolosal secara bersama-sama tidak akan terjadi yang disebut kemenangan itu.

"Jadi jangan pernah merasa perannya kecil, semua punya peran,” ujarnya.

Anies juga meminta pendukungnya agar tidak menjelekkan yang lain.

Anies mengajak RPAB untuk menunjukkan ide-ide, hasil kerja, karya, dan prestasinya agar bisa dibandingkan.

"Kemudian kita pilih yang terbaik untuk kemajuan Indonesia. Meskipun perjuangan ini masih memerlukan waktu lama, tetap jaga energi dan semangat," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Baswedan Minta Pendukungnya Tidak Menjelek-jelekan Pihak Lain dan Ini Penjelasan Sandiaga Uno Goda Demokrat dan PKS Gabung Berkoalisi

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved