Tertawakan Upacara Kemerdekaan di Istana Negara, Mayang Terancam Penjara, Hina Momen Sakral?
Heboh Video Mayang viral di media sosial yang diduga menertawakan upacara HUT ke-78 RI
TRIBUN-MEDAN.com - Heboh Video Mayang viral di media sosial yang diduga menertawakan upacara HUT ke-78 RI di Istana Negara yang juga disiarkan langsung melalui televisi.
Terlihat dalam video, Mayang dan beberapa temannya hormat dalam posisi tiduran.
Mayang dan teman-temannya kemudian tertawa pecah.
Momen itu terjadi saat salah satu yang menirukan suara komandan upacara saat memberikan aba-aba untuk hormat.
Melansir tayangan YouTube Cumicumi, Rabu (23/8/2023), pakar hukum, Jaenudin, mengatakan bahwa Mayang dapat dilaporkan ke polisi atas dugaan penghinaan.
"Apabila memang tujuan mereka untuk melecehkan atau menghina apapun itu yang ada di dalamnya, paling tidak fokusnya jelas yang mereka lihat itu adalah upacara 17 Agustus yang memang itu merupakan momen sakral."
"Bisa saja hal ini dilaporkan atas dugaan penghinaan dan sebagainya," terang Jaenudin.
Baca juga: KPK Absen di Sidang Gugatan RE Siahaan, PN Siantar: Surat Panggilan Sudah Dikirimkan
Mayang kini juga terancam lima tahun penjara, begitu pula teman yang mengunggah video tersebut di media sosial dengan ancaman empat tahun penjara.
"Karena bagaimana pun terkait bendera dan lagu kebangsaan sendiri itu sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009, bahkan hukumannya bisa sampai lima tahun penjara."
"Terkait akun yang sudah meng-upload video ini juga bisa dikenakan sanksi pidana dengan Undang-undang ITE Pasal 27 Ayat 3 dengan ancaman sampai empat tahun penjara," ungkapnya.
Baca juga: Sosok Pejabat PDAM yang Viral Gegara Pamer Emas dan Uang Sambil Tiduran, Ngotot Bukan Hasil Korupsi
Jika ada pihak yang melaporkannya, maka Mayang bisa diseret ke meja hijau.
"Kalau memang jelas-jelas terbukti, harus ada yang melaporkan dulu dari masyarakat terkait hal ini," imbuhnya.
Jaenudin lantas mempertanyakan, apakah Mayang tidak pernah sekolah?
Sebab adik Vanessa Angel itu tak bisa menghargai momen sakral hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turut mengikuti upacara tersebut.
"Tanggapan pribadi saya sangat menyesalkan ya, kok bisa berperilaku seperti itu? Memang dia tidak pernah sekolah?"
"Tidak pernah memiliki pendidikan moral, menghargai orang lain dan sebagainya?"
"Apalagi di situ kan yang dia tertawakan ada Pak Jokowi sebagai simbol negara istilahnya sedang ada upacara 17 Agustus," sambungnya.
Sikap Mayang ini pun disayangkan, karena tak ada yang lucu, tetapi mereka tertawa terbahak-bahak.
Ia menduga Mayang dan teman-temannya memang sengaja melakukan hal tersebu dan melecehkan.
"Itu sangat disayangkan, yang lucu apanya? Kalau terbersit dalam pemikiran saya, emang itu dengan sengaja gitu lho."
"Bisa jadi itu melecehkan dan sebagainya," ujarnya.
Jaenudin memberi saran agar Mayang dan teman-temannya segera meminta maaf sebelum kasus ini berbuntut panjang.
"Kita sarankan Mayang dan semua pihak yang menertawakan, segera meminta maaf di media sebelum ada yang melaporkan."
"Karena tindakan itu sangat tidak etis dan kita anggap tidak bermoral," tutup Jaenudin.
(*/Tribun-Medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Doddy-Sudrajat-bantah-sengaja-meminta-putrinya-Mayang.jpg)