Berita Viral

Kakak Beradik Bongkar Kasus Kematian Ibunya 7 Tahun Lalu, Pelaku Ayahnya Sendiri: Depan Mata Saya

Kakak beradik ini memohon ke Jokowi agar menangkap ayahnya yang telah mengaikbatkan ibunya tewas. 

Tayang:
HO
Kakak beradik ini memohon ke Jokowi agar menangkap ayahnya yang telah mengaikbatkan ibunya tewas.  

TRIBUN-MEDAN.com - Kakak beradik ini memohon ke Jokowi agar menangkap ayahnya yang telah mengaikbatkan ibunya tewas. 

Permintaan bocah ini tersebar di media sosial. 

Bocah tersebut bernama ARPP (11) dan adiknya SANR (9).

Ada kisah memilukan yang dialami kakak beradik ini.

Kakak beradik di Lampung tersebut membuat video berisi permintaan tolong kepada Kapolri hingga Presiden Joko Widodo.

ARPP dan SANR berharap agar ayahnya ditangkap.

Belakangan, terungkaplah alasan sebenarnya ARPP dan SANR sampai meminta bantuan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri.

Ya, sebuah video dua anak kakak beradik minta tolong ke Presiden Jokowi dan Kapolri viral di media sosial.

Kedua bocah tersebut meminta tolong agar ayahnya segera ditangkap karena telah menewaskan sang ibu 7 tahun silam.

Mereka prihatin kasus sang ayah tak kunjung terungkap karena sang ayah belum ditangkap.

Video dua anak kakak beradik minta tolong dibagikan akun Instagram @ndorobei.official.

Dalam video tersebut memperlihatkan anak laki-laki dan anak perempuan yang diketahui kakak beradik.

Sang kakak, bocah laki-laki menyampaikan pesan meminta tolong kepada Presiden Jokowi agar menangkap ayahnya.

“Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, kepada bapak Jokowi dan bapak Listyo, saya meminta tolong untuk segera menangkap bapak saya yang telah membunuh ibu saya,”

“Tragedinya terjadi pada tahun 2015 di depan saya sendiri, saat itu saya masih kecil,” ungkapnya bocah laki-laki, sang kakak.

Bocah laki-laki itu berharap agar Kapolri Listyo Sigit menangkap ayahnya yang telah menewaskan ibunya tersebut.

“Saya meminta tolong kepada bapak Jokowi agar segera menangkap bapak saya, terima kasih,” ungkapnya sembari menyeka air mata.

Kakak beradik ini memohon ke Jokowi agar menangkap ayahnya
Kakak beradik ini memohon ke Jokowi agar menangkap ayahnya yang telah mengaikbatkan ibunya tewas. 

Seperti dikutip jatim.tribunnews.com dari TribunnewBogor.com , dua bocah tersebut merupakan kakak beradik ARPP (11) dan adiknya SANR (9).

Mereka tinggal di gubuk bersama dengan neneknya Sulastri (59) di Dusun Adiluhur, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

Mirisnya, kehidupan mereka berubah setelah sang ibu meninggal dibunuh ayahnya .

Di usia yang masih belia, mereka mengalami kisah memilukan dan tragis karena peristiwa sang ibu meninggal dunia di tangan sang ayah.

Mereka juga jadi korban penelantaran karena sang ayah melarikan diri.

Sang ayah dikabarkan melarikan diri dan masih berkeliaran belum ditangkap.

Padahal peristiwa sang ibu meninggal dunia di tangan ayahnya itu sudah berlalu 7 tahun silam.

Video dua bocah kakak beradik itu pun menyita perhatian warganet yang merasa iba.

Seperti dalam tayangan video yang diunggah akun Instagram @ndorobei.official, Minggu (23/7/2023), seperti dikutip TribunJatim.com dari TribunTrends.com

Dalam video tersebut, memperlihatkan dua bocah kakak beradik tersebut terlihat hanya terdiam dengan tatapan kosong.

Sekilas memang kondisi kakak beradik ini tidak berbeda dengan bocah lainnya.

Namun mereka terlihat begitu murung dan hidup sederhana diasuh neneknya di rumah gubuk sederhana.

Ternyata lebih dari itu, ada kisah pilu yang dialami kedua kakak beradik tersebut.

Dijelaskan dalam keterangan kronologi kejadian bahwa sang ibu meninggal dunia setelah mengalami sabetan senjata tajam ayahnya.

Hal itu bermula karena percekcokan antara sang ibu dan ayahnya.

Diketahui saat itu, ibu dan ayahnya telah bercerai.

Namun, suatu hari ayahnya datang untuk menginap di rumah neneknya, di mana ibu dan mereka (kakak beradik) tinggal.

Alasannya sang ayah saat itu datang karena rindu dan ingin sahur serta buka puasa bersama di bulan Ramadhan.

Di luar dugaan, keesokan harinya justru terjadi percekcokan antara ibu dan ayahnya.

Tragisnya, percekcokan itu berakhir karena aksi sang ayah secara spontan mengambil senjata tajam di dapur dan menyerang ibunya dengan membabibuta.

Alhasil sang ibu bersimbah darah dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk di wajah dan lehernya.

Sang ibu pun sempat dirawat di rumah sakit selama seminggu hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara ayahnya lepas tanggung jawab dan melarikan diri entah ke mana.

Setelah sang ibu meninggal, dua kakak beradik ini pun dirawat neneknya Sulastri (59).

Mereka tinggal di sebuah gubug kecil yang memprihatinkan di Dusun Adiluhur, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

Mirisnya, hingga saat ini sang ayah yang merupakan pelaku masih bebas dan belum ditangkap.

Padahal sang ayah atau pelaku bernama Rangga Prayoga sempat tercium keberadaannya.

Menurut penelusuran netizen, pelaku Rangga Prayoga sempat aktif di media sosial.

Terakhir pelaku juga diketahui sudah menikah lagi dan tinggal di Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Lewat unggahan tersebut, keluarga korban berharap agar pelaku segera ditangkap.

“Besar sekali harapan keluarga korban agar pelaku bisa segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tulis akun tersebut.

Kini, unggahan kisah pilu kakak beradik ini pun sontak menyita perhatian warganet.

Warganet merasa iba dan ramai memberikan komentar agar kepolisian segera mengatasi kasus yang dialami kedua kakak beradik tersebut.

Berikut beragam komentar warganet.

“Dengn kekuatan netijen psti baru noh polisi tangkap si pelakunya, no viral no justice,”

“Yuk 7 tahun baru viral, bisa lah langsung ditangkep nih. Bapak2 aparat memang perlu dipancing dlu sih ah”

“7 tahun ndoro... Bapaknya hidup enak"an sama Istri barunya. Coba perhatikan raut kedua anak ini.. Sedih, takut, rindu campur aduk.. Anak seusia mereka harusnya masih bermanja manja dgn orang tuanya, bermain dgn teman sebayanya. Semoga Allah SWT selalu melindungimu nak”

“Tunggu aku agak dewasa sedikit ayah. Maka akan ku cari sampai ke lubang semut engkau dan aku sendiri yg akan menghakimi mu”

(*)

Berita sudah tayang di tribun-jatim

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved