Breaking News

Pelecehan

Fakta-fakta 2 Perempuan Diarak tanpa Pakaian, Kronologi hingga Aktivis Bakar Rumah Pelaku

Kedua perempuan malang tersebut dilucuti pakaiannya lalu diarak di jalanan, parahnya lagi diperkosa beramai-ramai oleh pelaku.

Tayang: | Diperbarui:
Twitter
Tangkapan layar video viral dua orang wanita diarak dalam kondisi bugil dan diperkosa massal sekumpulan pria di wilayah Manipur, India. 

TRIBUN-MEDAN.com - Aksi keji tak berperikemanusiaan dialami 2 perempuan dan terekam visual audio.

Kedua perempuan malang tersebut dilucuti pakaiannya lalu diarak di jalanan, parahnya lagi diperkosa beramai-ramai oleh pelaku.

Video keji ini diunggah di media sosial dan sontak viral.

Banyak kecaman hingga hujatan atas insiden kemanusiaan yang terjadi di India tersebut.

Tragedi mengerikan ini terjadi di Manipur India, satu negara bagian terpencil sebelah timur laut Indoa pada 4 Mei 2023.

Baca juga: Saking Banyaknya Uang Milik Mira Hayati, Pihak Bank Rela Datang ke Rumahnya untuk Menghitung Uang

Peliknya, pemerintah setempat tutup mata dengan kejadian pemerkosaan beramai-ramai ini kendati Perdana Menteri India dan Menteri Pengembangan Perempuan dan Anak baru-baru ini mengutuk tindakan itu.

Sialnya lagi, Komisi Nasional Perempuan India sebagaimana dilaporkan India Today, terkesan cuek pada permasalahan kemanusiaan ini.

Tak mengherankan kemarahan nasional pun membuncah. Puncaknya, para aktivis akhirnya mengambil tindakan sendiri.

Aktivis menyambangi rumah para pelaku yang mengarak dan memperkosa 2 wanita itu.

Lalu para aktivis membakar rumah para pelaku. Sebagian besar warga India sependapat dengan tindakan tersebut.

Berikut rangkuman dari 2 perempuan diarah dan diperkosa beramai-ramai.

1. Kronologi Pelecehan dan Penganiayaan

Dua perempuan yang berusia 21 dan 42 tahun itu merupakan bagian dari kelompok yang melarikan diri setelah desa mereka dibakar oleh etnis Meitei.

Suku Meitei atau Meetei adalah kelompok etnis mayoritas di Manipur, India dan kerap disebut suku Manipuri. 

Sementara dua wanita itu disebut sebagai anggota etnis minoritas Kuki.

Saat melarikan diri, kedua korban malah bertemu dengan gerombolan suku Meitei.

Sejumlah orang dari suku Meitei lalu mengepung dua wanita tersebut dan memaksa mereka untuk menanggalkan baju.

Dua wanita itu lalu diarak di jalan dan dianiaya oleh beberapa pria di tengah kerumunan.

Mereka lantas dilempar ke lapangan dan diduga diperkosa beramai-ramai.

2. Komnas Perempuan Disebut Abaikan Pengaduan Korban

Ironisnya, dalam kasus ini Komisi Nasional Perempuan dilaporkan tidak menindaklanjuti pengaduan yang diajukan atas nama korban.

Demikian menurut laporan India Today.

3. Pihak Berwenang Ditekan untuk Bertindak

Dikutip The Guardian, polisi mendapat kecaman setelah terungkap bahwa penyerangan terhadap kedua perempuan itu terjadi pada awal Mei 2023.

Meskipun kasus dilaporkan pada saat itu, tidak ada tindakan yang diambil selama lebih dari 70 hari.

Sampai akhirnya video tersebut menjadi viral dan pihak berwenang ditekan untuk bertindak.

Cuplikan video 2 wanita India dari suku Kuki-Zo diarak tanpa busana oleh massa yang merupakan anggota suku Meitei. Insiden mengerikan ini terjadi di desa B. Phainom, di distrik Kangpokpi, negara bagian Manipur, India, pada 4 Mei 2023. Video itu viral pada Rabu (19/7/2023), demonstran turun ke jalan pada 20 Juli 2023 dan meminta pemerintah India segera mengatasi tindak kekerasan dan pelecehan seksual, terutama kekerasan etnis.
Cuplikan video 2 wanita India dari suku Kuki-Zo diarak tanpa busana oleh massa yang merupakan anggota suku Meitei. Insiden mengerikan ini terjadi di desa B. Phainom, di distrik Kangpokpi, negara bagian Manipur, India, pada 4 Mei 2023. Video itu viral pada Rabu (19/7/2023), demonstran turun ke jalan pada 20 Juli 2023 dan meminta pemerintah India segera mengatasi tindak kekerasan dan pelecehan seksual, terutama kekerasan etnis. (MirrorUk)

4. Konflik Antar-etnis

Menurut sejumlah laporan, insiden itu terjadi pada 4 Mei 2023 saat hubungan komunitas etnis Meitei dan Kuki menegang.

Konflik itu muncul setelah beberapa orang Kuki memprotes tuntutan dari komunitas Meitei untuk diberikan status suku yang dilindungi.

Salah satu perempuan dalam video itu menuduh polisi telah menyerahkan mereka kepada massa yang mayoritas adalah suku Meitei untuk melakukan kekerasan, 

5. Pelaku Ditangkap

Dikutip dari The Guardian, pelaku ditangkap pada Kamis (20/7/2023), sehari setelah rekaman itu viral dan memicu kemarahan nasional.

Dilansir Independent, polisi negara bagian menangkap salah satu tersangka pelaku, yang diidentifikasi bernama Huirem Heradas Singh (32)  di distrik Thoubal.

Dia adalah tersangka utama di antara empat orang yang ditangkap sejauh ini.

6. Aktivis Bakar Rumah Pelaku

Sementara itu, ratusan wanita juga berkumpul di ibu kota negara bagian Manipur pada Jumat (21/7/2023).

Mereka memprotes kekerasan yang terekam dalam video tersebut.

Sekelompok aktivis yang marah lantas mendatangi rumah para terduga pelaku yang mengarak dua wanita itu.

Dikutip Channel News Asia, mereka melemparkan tumpukan jerami ke rumah salah satu pelaku di Imphal dan membakarnya.

Saat api berkobar, para wanita itu pun merobohkan tembok dan atap rumah menggunakan tongkat.

Kelompok wanita lain juga ikut menghancurkan rumah pelaku yang kedua.

Wanita memegang plakat selama demonstrasi kekerasan seksual terhadap wanita dan untuk perdamaian dalam kekerasan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur, India timur laut, di Imphal pada 21 Juli 2023. Polisi India telah menangkap empat pria yang dituduh mengarak dua wanita telanjang di depan massa di negara bagian timur laut di mana kekerasan etnis berbulan-bulan telah menewaskan sedikitnya 120 orang.
Wanita memegang plakat selama demonstrasi kekerasan seksual terhadap wanita dan untuk perdamaian dalam kekerasan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur, India timur laut, di Imphal pada 21 Juli 2023. Polisi India telah menangkap empat pria yang dituduh mengarak dua wanita telanjang di depan massa di negara bagian timur laut di mana kekerasan etnis berbulan-bulan telah menewaskan sedikitnya 120 orang. (AFP)

7. Reaksi PM India

Perdana Menteri India, Narendra Modi pun bereaksi atas kekerasan yang terjadi di India.

PM Modi menyatakan, insiden tersebut merupakan aib bagi India.

Ia juga meyakinkan publik bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi kekuatan hukum penuh.

"Saya meyakinkan bangsa bahwa yang bersalah tidak akan lolos dari keadilan."

"Tindakan keji terhadap putri-putri Manipur tidak dapat dimaafkan," katanya

8. Kecaman dari Menteri India

Sementara itu, Menteri Pengembangan Perempuan dan Anak India, Smriti Irani menyebut insiden itu terkutuk dan sangat tidak manusiawi.

Dia mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan pada Kamis (20/7/2023).

9. Wanita Etnis Kuki jadi Sasaran Pelecehan Seksual

Menurut laporan aktivis di Manipur, ini bukanlah insiden yang terisolasi.

Beberapa wanita Kuki menjadi sasaran pelecehan seksual dan pemerkosaan oleh massa Meitei ketika konflik etnis pertama kali pecah.

10. Pemerintah Disebut Tutup Mata

Pihak berwenang dituduh menutup mata terhadap beberapa kekejaman terburuk di Manipur.

Termasuk pemenggalan dan penyerangan yang ditargetkan, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap wanita.

Pemerintah setempat tetap diam tentang konflik tersebut.

Kunjungan ke negara bagian oleh Menteri Dalam Negeri, Amit Shah pada bulan lalu tampaknya tidak banyak membantu meredakan ketegangan.

Namun, setelah video tersebut dirilis, Mahkamah Agung menuntut agar pemerintah mengendalikan situasi di Manipur.

"Kami akan mengambil tindakan jika Anda tidak melakukannya," kata Mahkamah Agung.

(*/Artikel Sudah Tayang di Tribunnews)

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved