Kasus Bullying
Bentuk Penolakan Terhadap Bully, Ratusan Siswa SD Islam Terpadu Siti Hajar Gelar Aksi Cap Tangan
Aksi stempel tangan serta petisi tandatangan ini merupakan aksi penolakan bully yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ratusan Siswa dan orang tua SD Islam Terpadu Siti Hajar menggelar aksi cap tangan dan tandatangan petisi untuk memberhentikan aksi bullying.
Kampanye ini dilaksanakan juga sebagai bentuk peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada (23/7/2023).
Hal ini mengingat, dampak bullying atau perintangan saat masih di bangku sekolah dapat membayangkan mental anak-anak, dan maraknya kasus tersebut belakangan ini.
Berdasarkan amatan Tribun Medan, para siswa terlihat sangat antusias, ratusan siswa siswi SD Islam Terpadu Siti Hajar Medan ini memberikan cap tangan mereka menggunakan cat ke selembar kertas berukuran besar.
Orangtua siswa yang hadir juga ikut serta membubuhi tandatangan mereka dikain yang telah disediakan.
Aksi stempel tangan serta petisi tandatangan ini merupakan aksi penolakan bully yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Siti Hajar, Rahmad Martuah berharap dengan adanya aksi ini, maka siswa siswi dapat sadar akan bahayanya bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
“Bagaimana ditahun yang baru ini bullying-bullying terhadap anak untuk kita perangi bersama. Hampir 2 ribu tandatangan, dalam momentum tahun ini sebagai seorang anak dan komunitas pendidikan kita menolak keras bagaimana bullying yang terjadi kepada anak,” pungkasnya.
Selain melakukan aksi cap tangan dan tandatangan, peringatan Hari Anak Nasional ini juga diwarnai dengan pawai kostum, seperti pakaian adat dan lainnya.
(cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Anak-anak-SD-Siti-Hajar-Medan-saat-sedang-membubuhkan-cap-tangan_.jpg)