Berita Liga 1

BERITA PERSIJA: Marko Simic Kembali Bela Persija? Macan Kemayoran Harus Bayar Simic Rp 13,4 Miliar

Macan Kemayoran Harus Bayar Simic Rp 13,4 Miliar karena Marko Simic memenangkan gugatannya terhadap Persija Jakarta

Tayang:
Penulis: Salomo Tarigan | Editor: Salomo Tarigan
Instagram.com
Marko Simic saat membela Persija Jakarta 

TRIBUN-MEDAN.com - Marko Simic dikabarkan bisa kembali membela klub lamanya, Persija Jakarta.

Macan Kemayoran Harus Bayar Simic Rp 13,4 Miliar karena Marko Simic memenangkan gugatannya terhadap Persija Jakarta

Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, angkat suara soal rumor kembalinya Marko Simic ke Persija Jakarta.

Pria yang juga dikenal dengan nama Diky Soemarno itu mengatakan, hubungan Marko Simic dan Persija Jakarta adalah The Unfinished Business atau urusan lama yang belum selesai.

Orang nomor satu di kelompok pendukung tim berjuluk Macan Kemayoran itu mengutarakan pendapatnya melalui akun media sosial pribadinya.

 

Dalam tulisan panjang tersebut, Diky 'membedah' situasi yang saat ini tampaknya sudah menjadi polemik di kubu The Jakmania.

Dalam kalimat pembuka yang dia tulis, Diky berharap seluruh The Jakmania memiliki pendapat yang sama, yaitu kepentingan tim di atas segalanya.

Selanjutnya, berkaca pada kasus Marko Simic yang menang gugatan FIFA, Diky tetap meminta The Jakmania mendukung Persija sebagai klub yang profesional.

Lebih lanjut, Diky pun tetap percaya kepada sosok Thomas Doll yang sukses membawa Persija Jakarta jadi runner-up Liga 1 musim lalu.

8 Instansi Ini Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA/SMK, Berikut Syarat Daftar CPNS 2023

Baca juga: HASIL Kualifikasi Euro 2024: Israel dan Prancis Menang, Andorra 1-2 Swiss, Wales 2-4 Armenia

Diberitakan sebelumnya, jelang Liga 1 2023-2024 Marko Simic muncul di training ground Persija Jakarta.

Marko Simic terlihat muncul dalam sebuah unggahan video yang berlokasi di training ground Persija di Sawangan, Jawa Barat.

Baca juga: Jelang Timnas Indonesia vs Argentina, Ketum PSSI Erick Thohir Janji Beri Bonus Pemain Jika Bisa Draw

Baca juga: Luar Biasa, Anthony Ginting ke Final Indonesia Open 2023, Bertemu Lawan Hebat Viktor Axelsen

Menggunakan jersey pramusim 2023-2024 Persija Jakarta, Simic terlihat sedang menggiring bola seolah sedang menjalankan sesi pemotretan.

Baca juga: Jelang Timnas Indonesia vs Argentina, Ketum PSSI Erick Thohir Janji Beri Bonus Pemain Jika Bisa Draw

Sekadar informasi, penyerang asal Kroasia itu meninggalkan Persija dengan kesan yang kurang mengenakkan.

Namun, yang menjadi polemik adalah tak bisa dielakkan bahwa Simic merupakan pemain yang juga berjasa membawa Persija meraih gelar juara Liga 1 2018.

Penyerang yang tahun ini berusia 35 tahun itu sukses mencatatkam 18 gol dalam musim perdananya bersama Macan Kemayoran

Hubungan Marko Simic dengan The Jakmania mulai retak saat Liga 1 musim 2020 dihentikan karena pandemi Covid-19.

Kala itu, Marko Simic mulai mengeluhkan haknya, berupa gaji kepada Persija Jakarta yang tak kunjung dia terima.

Simic pun memilih untuk membawa kasus tersebut ke FIFA.

Di sisi lain, Persija Jakarta baru dihuni oleh dua pemain asing, yaitu Ondrej Kudela dan Ryo Matsumura.

Persija masih menyisakan empat kursi pemain asing baru jika mengikuti regulasi Liga 1 2033-2024 yang mengizinkan klub dihuni oleh lima pemain asing dan satu pemain Asean.

Persija Jakarta juga baru melepas tiga pemainnya, Hanno Behrens, Abdulla Yusuf Helal, dan Michael Krmencik.

Harus Bayar Marko Simic sekitar Rp 13,4 miliar.

Gugatan mantan striker Persija Marko Simic kepada mantan klubnya dikabulkan oleh federasi sepak bola dunia FIFA.

Alhasil, manajemen Macan Kemayoran harus membayar haji Simic selama periode Mei 2020 hingga April 2022 dengan total mencapai lebih dari Rp 13 miliar.

Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) mendesak agar Persija mematuhi keputusan FIFA tersebut dan membayar hak Marko Simic.

Seperti diketahui Marko Simic dan Persija Jakarta bersengketa mengenai pembayaran gaji sang pemain. 

Marko Simic pun sudah melaporkan kasus ini ke FIFA. Laporan itu telah ditindaklanjuti oleh FIFA belum lama ini.

Induk sepak bola internasional itu telah mengeluarkan putusan yang memenangkan pihak Marko Simic.

Dalam rilis tertulis setebal 23 halaman yang diterima Kompas.com pada Rabu (15/3/2023), FIFA mewajibkan Persija membayar tunggakan gaji Simic.

Jika dijumlahkan, nominal yang harus dibayarkan Persija Jakarta kepada Simic mencapai miliaran rupiah.

Nominal tersebut meliputi gaji, bonus, dan bunga dengan besaran lima persen yang wajib dibayar kubu Macan Kemayoran ke Simic.

 Keputusan dari FIFA ini lalu direspons oleh APPI. Melalui CEO M Hardika Aji, APPI menyatakan bahwa Persija harus menghormati putusan tersebut.

 "Putusan hukum harus dijalankan dan dipatuhi," kata Aji dalam keterangannya pada Kamis (16/3/2023).

"Ini semakin menandakan bahwa pemotongan/penyesuaian gaji tidak dapat sepihak, harus ada kesepakatan kedua belah pihak," imbuhnya.

Perselisihan Simic dengan Persija bermula sejak sang pemain mengakhiri kontrak dengan klub pada April tahun lalu.

Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Simic memutus kontrak sepihak karena gajinya tak dibayarkan Persija selama satu tahun.

"Dengan berat hati, saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun," tulis Simic saat itu.

 

Persija Jakarta kemudian mengeluarkan pernyataan yang membantah klaim Simic bahwa klub belum membayarkan gaji Simic selama satu tahun.

Merasa pernyataan Persija tak sesuai kenyataan, Simic melaporkan permasalahan ini ke FIFA dan putusan induk sepak bola internasional pun memihak kepadanya.

Berdasarkan keputusan FIFA pada poin 106, Persija Jakarta harus memenuhi pembayaran kepada Marko Simic sebesar 843.014 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 13 miliar) plus Rp 458.333.333.

Jika ditotal, Persija Jakarta berkewajiban membayar uang kepada Marko Simic sekitar Rp 13,4 miliar.

Persija Jakarta mempunyai tenggat waktu selama 45 hari untuk membayar uang ke Marko Simic.

 
Jika tidak bisa membayar sesuai jangka waktu yang ditetapkan, Persija bakal mendapatkan sanksi berat dari FIFA.

Hukuman itu berupa larangan mendaftarkan pemain baru, baik lokal maupun asing, selama selama tiga periode pedaftaran secara berturut-turut.

Konsekuensi kedua adalah jika dalam tiga periode pendaftaran pemain Persija belum membayar seluruh kewajibannya secara penuh, masalah ini akan dibawa ke Komite Disiplin FIFA.

Sengketa tersebut bisa dibahas di Komite Disiplin FIFA jika Simic mengajukan permintaan resmi setelah dalam periode yang ditentukan Persija tak bisa membayar nilai tersebut.

 

(*/TRIBUN-MEDAN.com/Bolasport)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved