Berita Viral
VIRAL Bocah Perempuan 4 Tahun Rawat Neneknya yang Buta Seorang Diri, Gurunya Sampai Menangis
Seorang anak perempuan berusia 4 tahun merawat neneknya yang buta viral di media sosial.
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang anak perempuan berusia 4 tahun merawat neneknya yang buta viral di media sosial.
Ia merawat neneknya di rumah sederhana dengan seorang diri.
Anak perempuan ini merawat neneknya setelah orangtuanya tidak ada.
Kisah perjuangan anak perempuan ini membuat sang guru menangis.
Diketahui, kisah ini terjadi di Thailand.
Dilansir dari Sanook.com, Senin (12/6/2023) via TribunStyle, seorang guru TK baru-baru ini mengunjungi rumah salah satu muridnya.
Muridnya tersebut tinggal bersama neneknya yang berusia 68 tahun.
Kondisi rumah bocah tersebut sangat memprihatinka, hingga guru itu pun menangis.
Setiap harinya bocah itu melakukan semua pekerjaan rumah sambil merawat neneknya yang buta.
Kisah ini viral setelah videonya dibagikan oleh akun TikTok @askroooomaimpatc.
Baca juga: KABAR DUKA Pemeran Koh Ahong di Sinetron Si Doel Meninggal Dunia, Sudah 3 Bulan tak Sadar
Baca juga: Sandiaga Uno Diusulkan Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Tapi PPP Sebut Tidak Ingin Memaksa
Pemilik akun TikTok itu memposting foto saat mengunjungi anak 4 tahun itu di rumahnya.
Video tersebut lantas viral dan telah ditonton lebih dari 10 juta kali dalam satu hari.
Pada 11 Juni 2023, reporter berita menemukan bahwa gadis itu bernama Nong Toey.
Nong Toey merupakan seorang siswa di TK 2, Sekolah Tamarind Tawan, Kecamatan Ta Sao, Distrik Huai Rat, Provinsi Buriram, Thailand.
Bocah itu tinggal di rumah panggung, 2 lantai di lantai atas, galvanis sebagai dinding.
Tingkat yang lebih rendah dikelilingi oleh kayu.
Neneknya, Sao berkata bahwa dia membesarkan Nong Toey sejak kecil.
Diketahui, ayah Nong Toey bekerja di provinsi lain.
Namun, dia sudah tidak pernah mengirim uang sejak tahun 2021.
Sao menjadi buta setelah matanya terkena kelapa yang jatuh.
Saat kejadian, Nong Toey berusia 3 tahun dan dia harus merawat neneknya sejak saat itu.
Setiap hari, Nong Toey akan menanak nasi.
Dia juga akan memasak dan melakukan semua pekerjaan di rumah.
Sao tak menampik dirinya terkadang merasa kasihan pada cucunya tersebut.
Tak jarang Sao mengantarkan Nong Toey ke sekolah.
Sekolah Nong Toey berjarak 1 kilometer dari rumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Sao akan menemukan jalan pulang sendiri.
Patcharin Esati, wali kelas Nong Toey mengatakan bahwa dia tidak pernah tahu bahwa Nong Toei tinggal bersama neneknya sendirian.
Dia kemudian berinisiatif mengunjungi Nong Toey dirumahnya.
Setelah itu, dia merekam kegiatan Nong Toey selama di rumah dan mengunggahnya ke TikTok.
Baru-baru ini, lebih dari 20.000 orang telah menyumbangkan uang ke rekening nenek tersebut.
Mereka memberikan bantuan kepada Nong Toey dan neneknya, berharap dapat meringankan beban mereka.
Sebelumnya juga viral di media sosial video empat anak kecil pandangi jenazah ibunya.
Ibu keempat anak itu bernama Suriani.
Keempat anak tersebut adalah Nisa Bila Maulana (12 tahun), Salsabila Maulana (8 tahun), Rizky Maulana (5 tahun), dan Hafid Maulana (2 tahun).
Mereka harus merelakan kepergian ibu mereka, Suriani, yang meninggal karena jatuh dari motor di Pasar Palakka, Bone, Sulawesi Selatan pada Selasa, 6 Juni 2023.
Saat ini, kakak laki-laki ibu mereka bernama Usman, yang bekerja sebagai buruh gudang dengan penghasilan sebesar Rp 80 ribu per bulan, menjadi sosok yang mengasuh dan merawat mereka.
Berdasarkan cerita Darman, mantan tetangga Suriani, keempat anak tersebut pernah tinggal di kontrakan BTN Villa.
Suriani dan anak-anaknya pertama kali tinggal di kontrakan BTN Villa Art Regency pada bulan Agustus 2021.
Namun, karena sudah tiga bulan tidak membayar sewa, Suriani dan keempat anaknya terpaksa harus pindah dari tempat tersebut.
Mereka meninggalkan rumah kontrakan tersebut pada bulan Juni 2022.
Dengan bantuan dari Solidaritas Insan Peduli, salah satu organisasi di BTN Villa Art Regency, mereka akhirnya dapat pindah ke kontrakan baru, meskipun masih memiliki hutang sewa selama sekitar tiga bulan.
Ternyata, anak ketiga Suriani, Rizky Maulana, pernah dirawat di rumah sakit karena masalah pola makannya yang tidak teratur.
Setelah anaknya dirawat di rumah sakit, Suriani tidak mampu membayar tagihan perawatan Rizky Maulana.
Darman menjelaskan bahwa ketika Suriani pergi bekerja, biasanya ia meninggalkan anak-anaknya di rumah kontrakan.
Ia berusaha mencari nafkah dengan menjual minuman pop ice atau bekerja sebagai jasa tukang antar barang.
Suriani juga sering dikunjungi dan dibawakan makanan oleh tetangganya.
Namun, pada hari Selasa tanggal 6 Juni 2023, Suriani melihat anak-anaknya untuk terakhir kalinya.
"Pagi hari, ketika akan pergi bekerja, motornya tidak mau menyala.
Setelah berhasil dinyalakan, dia menukar motornya dengan motornya saudaranya, Pak Usman.
Sekitar pukul 5 sore, ketika sedang dalam perjalanan pulang, Suriani jatuh dari motor dan meninggal dunia," jelas Darman.
Kini empat anak tersebut tinggal bersama nenek mereka yang juga mengalami stroke.
Mereka tinggal di sebuah kos dengan biaya Rp 300 ribu per bulan.
(*)
Berita sudah tayang di tribun-jatim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seorang-anak-perempuan-berusia-4-tahun-merawat-neneknya.jpg)