Liga Champions

Pep Guardiola Pelatih Mimpi Buruk Buat Real Madrid, Cetak Rekor, Ngeluh Jumpa Inter di Final

Kemenangan 4-0 atas Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions turut membawa rekor bagi Pep Guardiola selaku juru taktik Man City.

Tayang:
Kolase Tribun Medan/Twitter Man City
Kemenangan 4-0 atas Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions turut membawa rekor bagi Pep Guardiola selaku juru taktik Man City. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pep Guardiola jadi pelatih mimpi buruk buat Real Madrid, Lantaran yang paling sering menyingkirkan Los Blancos dari Liga Champions.

Misinya membalaskan dendam sudah tuntas setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor telak di leg 2 semifinal Kamis (18/5/2023) dini hari tadi.

Pep Guardiola layak disebut menjadi mimpi buruk buat Real Madrid lantaran sudah tiga kali menyingkirkan El Real dari piala Si Kuping Besar.

Keberhasilan Man City lolos ke final membuat Guardiola menorehkan satu prestasi hebat.

Dilansir dari Opta Jose, Guardiola sudah tiga kali menyingkirkan Los Blancos dari kejuaraan ini.

Guardiola pertama kali menyingkirkan Real Madrid saat masih melatih Barcelona.

Kala itu, El Barca berhasil mengalahkan Real Madrid di semifinal Liga Champions 2010-2011 dengan agregat 3-1.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Kelolosan Manchester City ke Final Liga Champions, Guardiola Panen Rekor

Kemudian, Guardiola menjadi algojo untuk Los Blancos ketika menjadi pelatih Man City.

Pertama, pelatih berusia tahun itu membawa Man City mengalahkan Real Madrid pada babak 16 besar 2019-2020 dengan agregat 4-2.

Kedua, Guardiola sukses menyingkirkan Los Blancos di semifinal Liga Champions 2022-2023.

Setelah Guardiola, dua pelatih lainnya yang paling banyak menyingkirkan Los Blancos adalah Ottmar Hitzfeld dan Marcello Lippi.

Dua pelatih legendaris tersebut sama-sama dua kali menyingkirkan Real Madrid dari ajang Liga Champions.

Guardiola pep selebrasi city
Pep Guardiola sukses menyingkirkan Los Blancos di semifinal Liga Champions 2022-2023.

Baca juga: LIGA CHAMPIONS - Manchester City Bantai Real Madrid 4-0, Carlo Ancelotti: Sangat Menyakitkan

Komentar Bertemu Inter Milan di Final

Akan bertemu Inter Milan di final Liga Champions 2022-2023, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, langsung mengeluh pada komentar pertama soal sang calon lawan.

Pep Guardiola malah langsung menyampaikan keluhan karena lawan yang akan dihadapi timnya adalah Inter Milan.

"Sebuah final melawan tim asal Italia bukanlah kemungkinan pertandingan terbaik," katanya dalam wawancara dengan BT Sport.

"Kami harus menyiapkan diri dalam hal mental tetapi tim akan memiliki waktu untuk melakukannya," ujar pelatih juara Liga Champions 2008-2009 dan 2010-2011 ini.

Tradisi dan tendensi tim asal Italia tampil dengan pertahanan kokoh dalam sebuah laga final boleh jadi menjadi hal yang paling dikhawatirkan Guardiola.

Baca juga: 3 Rekor Tua Inter Milan Akhirnya Pecah Usai Lolos ke Final Liga Champions, Jumpa Madrid atau City?

Yang menarik, dia sebetulnya punya rekor cukup meyakinkan saat berjumpa klub Italia.

Bersama Manchester City, Guardiola pernah mengalahkan Napoli (2-1, 4-2) di fase grup Liga Champions 2017-2018.

Dia juga tak terkalahkan dalam dua laga fase grup Liga Champions 2019-2020 melawan Atalanta (5-1, 1-1).

Ketika melatih Bayern Muenchen, Guardiola pernah mengatasi AS Roma (7-1, 2-0) di fase grup Liga Champions 2014-2015 serta Juventus (2-2, 4-2) di babak 16 besar musim 2015-2016.

Guardiola tercatat pernah pula menghadapi AC Milan semasa menangani Barcelona.

Mantan gelandang Barcelona ini hanya sekali mengalami kekalahan dalam 6 pertemuan.

Di musim 2011-2012, Barcelona bertemu AC Milan di fase grup Liga Champions dengan hasil 2-2 dan 3-2.

Kedua tim bertemu lagi di perempat final dengan Barcelona menang agregat 3-1 (0-0, 3-1).

Musim berikutnya, Barcelona kembali berjumpa AC Milan di babak 16 besar Liga Champions.

Barca sempat kalah 0-2 di leg pertama tetapi membalas 4-0 pada pertemuan kedua.

Pengalaman terburuk Guardiola sebagai pelatih saat menghadapi klub Italia memang terjadi ketika bertemu Inter Milan di musim 2009-2010.

Baca juga: INTER MILAN Takut Jumpa Real Madrid, Doakan Manchester City Menang Jumpa Haaland Cs di Final

Di fase grup Liga Champions 2009-2010, Barcelona tak terkalahkan dalam dua pertemuan dengan hasil 0-0 dan 2-0.

Tetapi ketika bertemu lagi di semifinal, Barcelona takluk dari Inter Milan yang kala itu dilatih Jose Mourinho.

Setelah kalah 1-3 di leg pertama, Barcelona hanya bisa menang 1-0 pada leg kedua sehingga tersingkir dengan agregat 2-3.

Inter Milan menjadi satu-satunya klub Liga Italia sejauh ini yang bisa menghentikan langkah tim asuhan Pep Guardiola dalam sebuah laga knock-out Liga Champions

Cetak Rekor

Kemenangan 4-0 atas Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions turut membawa rekor bagi Pep Guardiola selaku juru taktik Man City.

Dikutip BolaSport.com dari laman resmi Man City, Pep Guardiola menjadi pelatih tercepat yang meraih 100 kemenangan di Liga Champions.

Torehan tersebut dilalui Guardiola dengan melakoni 160 pertandingan di kompetisi elite Benua Biru.

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, diketahui sebagai pemegang rekor sebelumnya.

Don Carlo membukukan 100 kemenangan melalui 180 partai.

Pep Guardiola jadi pelatih yang paling sering menyingkirkan Real Madrid dari Liga Champions.
Pep Guardiola jadi pelatih yang paling sering menyingkirkan Real Madrid dari Liga Champions. ((Twitter/Man City))

Faktanya, Guardiola menjadi satu dari tiga pelatih yang mampu mencetak rekor kemenangan tersebut di Liga Champions.

Orang pertama yang berhasil mengukir prestasi itu adalah eks pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Sir Alex Ferguson diketahui mencapai milestone itu usai melalui 184 pertandingan bersama Setan Merah.

Hal yang membedakan Guardiola dengan dua pelatih elite tadi adalah kemenangan diperoleh dengan tiga tim berbeda.

Pelatih asal Spanyol tersebut memenangkan 47 laga di Liga Champions bersama Man City.

Sebelum tiba di Etihad Stadium pada musim panas 2016, Guardiola lebih dulu memenangkan 30 partai bersama Barcelona dan 23 laga bareng Bayern Muenchen di Liga Champions.

Selain rekor kemenangan tercepat, Guardiola juga dihadapkan pada rekor mentereng lainnya.

Mantan juru taktik Barcelona tersebut adalah pelatih pertama yang mendepak Real Madrid di Liga Champions untuk tiga musim berbeda.

Guardiola melakukannya satu kali bersama Barcelona dan dua kali di Manchester City.

Bersama Barcelona, pelatih berusia 52 tahun itu menyingkirkan El Real di fase gugur pada musim 2010-2011.

Berlanjut bersama Manchester City, Guardiola memecundangi Real Madrid untuk musim 2019-2020 dan 2022-2023.

Kini, Pep Guardiola sendiri telah mencapai final Liga Champions untuk keempat kalinya.

Pencapaian itu ditorehkan 2 kali bersama Barcelona dan 2 bersama Manchester City.

Satu-satunya pelatih yang mampu mencapai final Liga Champions lebih banyak adalah Carlo Ancelotti yang tercatat sudah lima kali.

Guardiola juga terhitung membawa Manchester City ke final Liga Champions untuk pertama kali pada 2020-2021 dan telah membawa tim ke semifinal tiga kali berturut-turut.

Kini, pelatih asal Catalunya itu hanya satu langkah guna menghilangkan rasa penasarannya membawa pulang Si Kuping Besar untuk Man City.

Sejak kedatangannya pada Juli 2016, belum satu kali pun Guardiola membawa pulang trofi Liga Champions ke Etihad Stadium.

(tribun-medan.com/lam)

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved