Berita Medan

Penjelasan Polisi Soal Pelaku Begal Sadis yang Bacok Wanita di Percut Seituan Belum Juga Tertangkap

Polisi belum mampu mengungkap kasus begal sadis yang membacok seorang wanita bernama Vera Oca di Jalan Wihara MKBC, Desa Sampali, Percut Seituan.

|
HO
Kondisi korban usai mendapatkan bacokan oleh para begal di Jalan Wihara MKBC, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi belum mampu mengungkap kasus begal sadis yang membacok seorang wanita bernama Vera Oca di Jalan Wihara MKBC, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Japri Simamora, sampai saat ini pihaknya masih memburu para pelaku.

Pihaknya juga telah mengantongi identitas yang dicurigai sebagai pelaku.

Baca juga: Tak Sanggup Bayar Cicilan Motor, Driver Ojek Online Ini Nekat Ngaku Korban Begal

"Masih kita lidik, pelaku nya orang tahan garapan itu, cuma sudah nggak nampak lagi yang kita curigai," kata Japri kepada Tribun Medan, Selasa (21/3/2023).

Ia menduga, para pelaku ini telah melarikan diri ke luar kota. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Nggak tau kita pastinya lari kemana yang kita curigai ini, masih kita dalami. Pelakunya lebih dari satu orang," sebutnya.

Sebelumnya, korban yang merupakan warga Jalan Anugrah IV, Dusun VIII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, menjadi korban pembacokan dan nyaris dibegal.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Wihara MKBC, Desa Sampali, Dusun IX, Kecamatan Percut seituan Deliserdang, pada jumat (13/1/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. 

"Saat itu kan aku baru pulang kerja dari kawasan Jalan Madio Santoso, saat sampai di lokasi kejadian, tiba - tiba ada seseorang menghadang aku dengan menunjukkan senjata tajamnya," kata korban Vera 

Dia menjelaskan, pelaku pun sempat mendekatinya, sembari mengayunkan senjata tajam ke arah lehernya. 

"Jadikan pelaku ini jalan kaki, dia mendekati aku, sambil diarahkannya senjata tajam itu ke leher. Tapi gak kena karena aku kan make helm, itu lah kenanya ke punggung," ujarnya.

Dikatakannya, ia pun mengalami kepanikan dan langsung menancap gas sepeda motornya meninggalkan pelaku di lokasi tersebut. 

"Panik lah saat itu, aku nancap gas aja langsung, sempat pun nabrak tembok,tapi syukur selamat. Nah aku tau luka bacok ini pas sudah jauh dari lokasi, karena udah mulai sakit, tapi aku tetap lanjutkan perjalanan sampai rumah," katanya. 

Ia membeberkan, ciri ciri pelaku begal yang menghadangnya beberapa waktu lalu. 

"Dia make topeng, badan gempal, kulitnya hitam," ungkapnya. 

Vera mengatakan, luka bacokan yang dialaminya pun cukup parah, hingga ia mendapatkan perawatan intensif di sebuah klinik di kawasan Desa Sampali

"Lukanya itu dalam bang, pokoknya ada sembilan jahitan, lima jahitan di luar dan empat jahitan di dalam," bebernya.

Baca juga: Begal di Medan Takut-takuti Korban Pakai Mesin Bor, Ternyata Cara Ini Sudah Sering Dilakukan

Ia menyebutkan, kejadian tersebut pun belum dilaporkan ke pihak kepolisian, akibat kondisinya yang mengalami luka bacokan dan trauma mendalam. 

"Besok baru mau kami laporkan, karena kemarin itu masih sakitkan dan juga masih ada rasa takut, tapi polisi udah datang ke sini, nanyain perihal begal yang ku alami, " tuturnya. 

Vera berharap, pelaku dapat secepatnya diamankan, demi keamanan kawasan Desa Sampali

"Semoga di tangkap secepatnya, karena takut juga kalau dia masih berkeliaran, takutnya ada korban lain nantinya," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved