Berita Viral
VIRAL Air Sungai Tiba-tiba Berwarna Merah di Bekasi, Diduga Tercemar Limbah
Dalam unggahan tersebut tampak seorang warga yang tengah mendokumentasikan sungai di daerahnya dari sebuah jembatan di atasnya.
Penulis: Putri Chairunnisa |
TRIBUN-MEDAN.COM – Jika pada umumnya air sungai cenderung berwarna gelap, maka berbeda halnya dengan yang baru-baru ini viral di media sosial video air sungai berwarna merah.
Video air sungai berwarna merah itu cukup menarik atensi warganet.
Video air sungai berwarna merah itu diunggah oleh salah satu pemilik akun Instagram @kabarnegri pada Selasa (20/12/22)
“Warga dihebohkan dengan sebuah penomena langka, air kali mendadak berwarna merah,” tulis @kabarnegri pada keterangan unggahannya.
Dalam unggahan tersebut tampak seorang warga yang tengah mendokumentasikan sungai di daerahnya dari sebuah jembatan di atasnya.
Jika biasanya sungai cenderung berwarna gelap, berbeda halnya dengan sungai yang ada dalam unggahan ini.
Sungai yang berada di bawah jembatan tersebut berwarna merah.
Air yang berwarna merah itu tak hanya berpusat di satu titik tapi mengaliri seluruh sungai.
Saat itu sungai tersebut bak dialiri air yang bercampur tumpahan saos.
Sungai dengan air berwarna mencolok itu diketahui berlokasi di Jl. Jababeka 2, Blok CC 10, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Mengutip dari kolom komentar, air sungai tersebut menjadi demikian akibat ulah perusahaan tekstil sekitar yang tak bertanggung jawab akan limbahnya.
Daerah Jababeka memang diketahui sebagai kawasan industri.
Dan tak sedikit pemilik usaha yang memilih membuang limbahnya ke sungai di daerah sekitar alih-alih mengelolanya dengan baik.
Akibatnya sungai sekitar menjadi tercemar.
Belum lagi limbah tersebut tak jarang menimbulkan bau yang tak sedap sehingga menggangu kenyamanan warga sekitar.
Seperti yang diketahui, zat pewarna memang cenderung menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Limbah pada air mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri dan arsenik.
Alat pengolah limbah yang tersedia di pasaran juga sangat mahal, sehingga tak sedikit pelaku usaha yang tak mampu membelinya malah memilih jalan pintas dengan membuang limbahnya sembarangan.
Unggahan ini pun menuai beragam komantar dari warganet yang menyoroti perusahaan yang harus bertanggung jawab dengan limbahnya yang mencemari lingkungan sekitar dan meminta pemerintah sekitar untuk segera mengusutnya.
“Bhahahaha.... Ga aneh tuh kadang malah ada salju tebal alias busa, kadang item bau banget,” tulis @irasusantie.
“Limbah itu, jangan mistis mistis. Keenakan pencemarnya,” tulis @alibasuki_id.
“Warga di satu wilayah mengatakan dimana air berwarna mengalir disitulah ada pergerakan ekonomi,” tulis @yusupramadhan79.
“Harus diusut perusahaan penyumbang limbah merahnya. Maju tak gentar!” tulis @mamacook_2020.
(cr32/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Air-Sungai-Berwarna-Merah-di-Bekasi.jpg)