Deliserdang Memilih

Kalah di Pilkades, Mantan Kades di Deliserdang Incar Kursi Legislatif di Pemilu 2024

Beberapa mantan kades di Deliserdang yang gagal di Pilkades lalu berniat maju sebagai caleg di Pemilu 2024 mendatang.

Penulis: Indra Gunawan |
HO/Tribun Medan
Mantan Kepala Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis, Juarno ketika mengikuti tahapan Pilkades beberapa waktu lalu.    

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Beberapa orang mantan kepala desa (Kades) yang sempat gagal pada saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Deliserdang, berniat mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024.

Alasan berniat mencalonkan diri di Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang, lantaran merasa masih mempunyai pendukung setia di desanya dann menjadi dasar untuk memperoleh suara. 

Baca juga: PAN Deliserdang Akan Siapkan 5.832 Saksi TPS Pemilu 2024, Gelar Pelatihan Instruktur Saksi Kecamatan

Salah satu mantan kades yang saat ini terang-terangan ingin berniat mencalonkan diri adalah Juarno.

Sebelumnya ia dikenal sebagai Kades Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis.

Meskipun pada Pilkades kemarin kalah, Juarno mengaku masih punya pendukung. 

Ia menyebut sudah dua periode menjabat sebagai Kepala Desa Tumpatan Nibung.

Artinya sudah 12 tahun lamanya ia memimpin desa. Di sekitaran Batang Kuis saat ini foto Juarno pun sudah ada terpampang di beberapa titik.

Partai Nasdem menjadi partai yang saat ini didekati oleh Juarno.

Saat diwawancarai Juarno pun mengakui kalau ia juga sudah melakukan pendekatan dengan Ketua DPD Nasdem Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar.

Karena Yusuf Siregar juga merupakan Wakil Bupati Deliserdang, ia pun mengaku sudah cukup mengenal. 

"Sudah lengket kayak pulut (hubungannya dengan Yusuf Siregar). Belum daftar karena masih proses dan urus pemberkasan. Karena kawan-kawan yang menyemangatinya ini," ucap Juarno, Selasa (13/12/2022). 

Ia punmenceritakan awal mulanya dirinya berniat untuk menjadi Caleg.

Disebut semua itu merupakan semangat dari kawan-kawannya atau pendukungnya setelah dirinya dinyatakan kalah di Pilkades lalu.

Saat Pilkades, ia mendapatkan sekitar 1.600-an suara dari jumlah 5 orang calon. 

"Waktu itu dibilang sama kawan-kawan, sudah pak pindah ke sebelah saja (Legislatif). (Kenapa milih Nasdem) ya karena dia yang menyemangati. Kawan-kawan pun bilang di situ saja. Kalau ditanya optimis apa tidak ya kalau kawan-kawan semangat aku semangat. Kalau kawan-kawan nggak semangat ya podo wae (sama saja)," kata Juarno

Ia mengatakan semua ini tergantung masyarakat.

Ia yakin terpilih kalau warga memandang kepemimpinan selama menjadi kades. Sementara bila warga memandang dari banyaknya uang, ia mengaku kalah.

Namun demikian ia mengaku tetap berupaya berjuang terlebih dahulu.

Baca juga: Sudah 6 Periode, Kader Tulen Golkar Deliserdang Diberi Keleluasaan Memilih Posisi pada Pemilu 2024

"Ya kalau nggak punya duit bagaimana?. Ah nggak ada apa-apanya malaslah, kalau itu yang gawat. Ya memang dicoba saja gitu juga atau cemana (masih money politik seperti Pilkades atau tidak). Orang setempat duitnya nggak ada nggak duduk tapi orang luar yang duitnya banyak duduk (momen Pilkades). Aku lihat orang Batang Kuis ini kira kira mata duitan atau nggak. Tergantung masyarakat," katanya.

Selain Juarno saat ini juga ada beberapa mantan Kades di Deliserdang yang juga berniat untuk menjadi Caleg.

Namun mereka ada yang menolak untuk diwawancarai karena belum ada penetapan calon dari partai.

(dra/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved