Viral Medsos
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Siswa yang Tendang Nenek di Tapsel Tidak Beragama
Gubsu Edy Rahyamadi menilai sekelompok pelajar melakukan perundungan dengan cara menendang seorang nenek di Tapsel tidak beragama.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahyamadi menilai sekelompok pelajar melakukan perundungan dengan cara menendang seorang nenek di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tak beragama.
“Pasti tidak beragama itu, salah total,” kata Edy saat diwawancarai usai Salat Dzuhur, di Rumah Dinas Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (22/11/2022).
Mantan Pangkostrad itu menilai apa yang dilakukan sekelompok pelajar adalah salah total dan salah didik. Sehingga perlu dilakukan evaluasi keseluruhan dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut.
“Kalau seperti itu, kita salah didik. Nanti kita evaluasi, kita pelajari dari mana orang itu, ada apa?,” kata Edy.
Edy mengungkapkan, orang Sumut terkesan kasar. Namun, tidak melupakan kelembutan kepada orang tua, menyayangi orang tua, orang yang lebih tua dan menghargai anak-anak lebih muda.
Ia menyakini bila seorang pelajar pemikirannya dalam keadaan normal, tidak akan melakukan perbuatan anarkis dan memalukan tersebut, yang menendang seorang nenek, yang kondisinya lebih tua dari dirinya.
“Saya yakin, kalau dia pakai pemikiran normal, pasti tidak dilakukan. Saya takut ada kesalahan-kesalahan di otaknya itu, menggunakan obat atau segalanya. Pasti-lah itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, enam orang pelajar berpakaian pramuka yang tendang nenek-nenek di kawasan Jalan Panompuan, Tapanuli Selatan diringkus polisi.
Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni pelaku ditangkap setelah aksinya viral di media sosial.
Ia mengatakan, peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu (19/11/2022) kemarin.
"Yang kami amankan ada enam pelaku, yang ada di dalam video ada lima yang mengambil gambar ada satu. Para pelaku ditangkap tadi malam," kata Imam kepada Tribun Medan, Minggu (20/11/2022).
Imam menyebutkan para pelaku merupakan pelajar dari salah satu SMK yang berada di Tapanuli Selatan.
Saat ini, para pelaku telah diamankan dan masih dalam pemeriksaan polisi.
"Semua masih berstatus pelajar yang bersekolah di SMK kabupaten Tapanuli Selatan dan usianya juga masih di bawah umur," sebutnya.
Lantaran para pelaku berstatus dibawa umur pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan Bapas atau Balai Pemasyarakatan.
"Hari Selasa nanti kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menggali keterangan dari pelaku bersama Bapas," ujarnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumatra-Utara-Edy-Rahmayadi-saat-menghadiri-kegiatan-internalisas.jpg)