Breaking News

Sumut Terkini

Dampak Tingginya Curah Hujan, 105 Hektare Lahan Pertanian di Kecamatan Mardinding Tergenang Banjir

Berdasarkan informasi yang didapat, sekitar 100 hektare lahan pertanian warga di kecamatan Mardinding digenangi banjir.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kondisi lahan pertanian di kawasan Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, tergenang banjir karena dampak curah hujan yang tinggi. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Akibat tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini, membuat lahan pertanian warga terutama di Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, ikut terdampak.

Berdasarkan informasi yang didapat, sekitar 100 hektare lahan pertanian warga di kecamatan Mardinding digenangi banjir.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo Ir Matehsa K Purba, hingga saat ini pihaknya mencatat lahan pertanian di Kecamatan Mardinding yang terdampak banjir seluas 105 hektare.

Dirinya menyebutkan, seluruh lahan pertanian ini tersebar di tiga desa yaitu Desa Lau Solu, Desa Lau Mulgap, dan Desa Tanjung Pamah.

Baca juga: Takut Tekor Akibat Banjir, Petani Singkong Terpaksa Panen Sebelum Waktunya

"Karena curah hujan yang tinggi, di kecamatan Mardinding lahan pertaniannya digenangi air. Untuk di Desa Lau Solu seluas 33 hektare, Desa Lau Mulgap 51 hektare, dan Tanjung Pamah seluas 21 hektare," Ujar Matehsa, Minggu (20/11/2022).

Dijelaskan Matehsa, dari 105 hektare yang terdampak banjir seluruhnya merupakan tanaman padi. Ketika ditanya seperti apa kondisinya saat ini, ia mengaku jika tanaman warga masih digenangi air dengan ketinggian beragam.

"Kondisinya masih tergenang," Ucapnya.

Disinggung perihal langkah yang akan dilakukan, dirinya menjelaskan saat ini pihaknya hanya bisa membantu proses pembersihan jalur air atau irigasi. Di mana, air yang masih menggenang ini cukup sulit kering karena jalur air yang kecil di bagian hilirnya.

"Di bagian hilir jalur airnya kecil, jadi sedikit terhambat, yang bisa dilakukan hanya pembersihan saluran air," Katanya.

Baca juga: Gerakan Tanam dan Rawat Mangrove untuk Penanggulangan Banjir Rob Medan Utara

Meskipun begitu, dirinya mengaku di beberapa wilayah tercatat airnya sudah mulai surut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan seperti apa kondisi dari padi yang masih dalam masa tanam awal tersebut.

"Ada juga yang sudah surut, tapi belum dapat kita pastikan apakah mengakibatkan fuso atau tidak bisa dipanen karena keong," Ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengaku saat ini pihaknya sudah melaporkan kondisi lahan pertanian yang terdampak banjir ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Dirinya mengatakan, nantinya apakah tanaman tersebut dinyatakan fuso atau tidak merupakan wewenang dari Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT).

(mns/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved