Berita Seleb

Bikin Livy Renata Keracunan Hingga Dilarikan ke UGD, Inilah Cara Mengolah Tutut Agar Aman Dimakan

Tutut merupakan nama yang populer yang biasa disebut oleh masyarakat Indonesia untuk keong sawah.

Tayang:
Instagram
Bikin Livy Renata Keracunan Hingga Dilarikan ke UGD, Inilah Cara Mengolah Tutut 

TRIBUN-MEDAN.com - Livy Renata keracunan hingga dilarikan ke UGD.

Belakangan ia mengaku mulai merasakan hal aneh dalam perutnya usai mengkonsumsi tutut.

Padahal tutut merupakan makanan yang mengandung tinggi protein hingga banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Lalu bagaimanakah cara mengolah tutut agar aman dimakan?

Livy Renata
Livy Renata (Ho/ Tribun-Medan.com)

Selebgram Livy Renata keracunan makanan tutut dan membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

Kronologi Livy Renata keracunan tutut ini berawal saat ia syuting sebuah program TV.

"Kemarin aku ikut syuting. Konsepnya itu, aku diminta makan street food, kayak makan makanan pinggir jalan yang di Bekasi," kata Livy dalam unggahan akun TikTok @livypart2, Senin (19/9/2022).

Sebenarnya Livy tak hanya memakan tutut saja, tapi juga telur gulung, kepiting dan kerang.

Baca juga: Kenapa Livy Renata, Sampai Masuk UGD Gara-gara Makan Tutut : Perut Aku Lebay Banget

Tapi tetap saja, gamers cantik berusia 20 tahun ini lebih menyalahkan tutut yang ia makan.

"Aku saat itu coba makan tutut, guys, aku enggak tahu ini pahit banget," lanjut Livy.

Livy Renata menyebut dirinya keracunan makanan dan harus dilarikan ke UGD.

Saat ini, dia telah mendapatkan perawatan dan dalam keadaan baik-baik saja.

Dia mengatakan akan menginap satu hari di rumah sakit.

Pose Livy Renata
Pose Livy Renata (Ho/ Tribun-Medan.com)

Perempuan 20 tahun itu tidak menyangka bisa dilarikan ke rumah sakit hanya karena makan tutut.

“Intinya enggak nyangka, perut aku lebay banget sampai harus masuk UGD,” pungkasnya.

Lantas apa sebenarnya tutut itu? Benarkah dapat membuat keracunan?

Tutut merupakan nama yang populer yang biasa disebut oleh masyarakat Indonesia untuk keong sawah.

Hewan yang memiliki nama latin Pila ampullacea ini termasuk hewan air, tapi juga bisa hidup di darat dalam waktu yang sebentar.

Baca juga: Kenapa Livy Renata, Sampai Masuk UGD Gara-gara Makan Tutut : Perut Aku Lebay Banget

Mengutip jurnal Biologi Lipi, hewan ini memiliki ukuran cangkang yang dapat mencapai tinggi 100 mm dengan garis-tengah ±100 mm.

Keong ini hidupnya di perairan tawar dataran rendah, seperti di rawa, danau, sungai berarus lambat dan juga di kolam.

Daerah penyebarannya cukup luas, terdapat di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam.

Di beberapa daerah, tutut telah biasa diolah menjadi makanan dan cukup banyak disukai orang.

Kaya Protein

Menurut penelitian dari Positive Deviance Resource Centre, dalam 100gram keong sawah mengandung sejumlah kandungan gizi, yaitu 12 persen protein, 217 mg kalsium, 81 gram air dengan jumlah kolesterol rendah.

Kandungan vitamin pada keong sawah cukup tinggi didominasi vitamin A, E, Niacin, dan folat.

Selain itu, keong sawah juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Tutut atau keong air tawar ini bisa ditemukan di stand MPRS atau Makanan Punya Rakyat Semua di Jakarta Fair Kemayoran.
Tutut atau keong air tawar ini bisa ditemukan di stand MPRS atau Makanan Punya Rakyat Semua di Jakarta Fair Kemayoran. (Acep Nazmudin)

Keong tutut juga dapat dijadikan sebagai obat penyakit liver atau hepatitis A karena mengandung protein yang cukup tinggi.

Protein yang terdapat di dalam keong tutut dapat meningkatkan ketahanan tubuh.

Bisa Menjadi Racun

Tutut bisa menjadi makanan kuliner yang cukup lezat, biasanya dimasak dengan bumbu kuning yang gurih hingga pedas.

Namun, tutut juga bisa menjadi makanan yang berbahaya, terlebih beracun.

Hal ini bisa terjadi jika dalam proses memasaknya kurang bersih dan tak sempurna.

Pasalnya, keong sawah ini bisanya hidup di habitat yang berlumpur sehingga rawan membawa parasit dan cacing.

Baca juga: Livy Renata tak Lagi Polos Usai Ditaklukkan Marshel Widianto, Nekat Minum Bekas Bibir sang Komika

Keong sawah juga membawa sisa pestisida di tubuhnya sehingga membuatnya beracun.

Oleh karenanya, tutut perlu diolah dengan baik dan sempurna agar aman dikonsumsi dan tak menjadi racun.

Cara Mengolah Tutut

Dikutip dari Sajiansedap, cara mengolah keong sawah yang paling penting agar aman dikonsumsi adalah dengan mencuci bersih keong sawah.

Pertama, rendam keong sawah di air bersih selama 2 jam lalu sikat cangkang sampai bersih dari lumpur dan lumut.

Kedua, rebus keong sawah dengan air bersih mendidih selama 30 menit atau lebih dengan sedikit garam agar cacing dan bakterinya mati.

Tutut atau keong air tawar ini bisa ditemukan di stand MPRS atau Makanan Punya Rakyat Semua di Jakarta Fair Kemayoran.
Tutut atau keong air tawar ini bisa ditemukan di stand MPRS atau Makanan Punya Rakyat Semua di Jakarta Fair Kemayoran. (Acep Nazmudin)

Setelah dua tahap pengolahan dasar tadi sudah Anda lakukan, keong sudah aman dikonsumsi.

Selanjutnya, Anda bisa mengolah keong sesuai keinginan Anda, bisa mengolahnya dengan bumbu rica seperti di Solo, atau bisa merebusnya dengan kuah kuning. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Apa Itu Tutut, Bikin Livy Renata Keracunan setelah Memakannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved