Berita Sumut
Kasus Dugaan Rudapaksa Siswi SD di Medan, Polisi Pastikan Dua Petinggi Sekolah Swasta Jadi Terlapor
Polda Sumut memastikan dua petinggi SD swasta di Medan dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan pemerkosaan siswi SD di sekolah tersebut.
Penulis: Fredy Santoso |
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polda Sumut memastikan dua petinggi SD swasta di Medan dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan pemerkosaan siswi SD di sekolah tersebut.
Selain keduanta, turut dilaporkan juga seorang tukang sapu dan seorang pegawai tata usaha di sekolah tersebut.
Mereka dilaporkan oleh ibu dari siswi SD tersebut.
"Iya, yang dilaporkan 4 orang, pimpinan sekolah, kepala sekolah, tukang sapu dan pegawai tata usaha," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Sabtu (10/9/2022).
Baca juga: Cerita Ibu Siswi SD yang Diduga Jadi Korban Rudapaksa di Sekolah, Sempat Ngadu ke Presiden Jokowi
Hadi mengatakan, proses dugaan rudapaksa siswi SD yang viral karena laporannya mengendap, masih bergulir di Polda Sumut.
Kasus ini pun telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
Meski demikian polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Ia menyebut pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak dua kali.
Tak hanya itu, polisi juga telah melakukan memeriksa sejumlah saksi baik guru dan pegawai di sekolah tersebut.
"Penyidik masih melakukan penyidikan," tutupnya.
Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan siswi SD di Medan mencuat setelah ibu korban mengadu ke Hotman Paris.
Pelaku aksi bejat itu diduga merupakan kepala sekolah dan seorang tukang sapu di sekolah tempat bocah 10 tahun tersebut menimba ilmu.
Kepada Hotman Paris, ibu siswi SD tersebut mengaku, anaknya diduga menjadi korban pemerkosaan oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi sekolah hingga tukang sapu di Medan.
Kejadian itu pun disebut dilakukan di sekolah. Anaknya diduga diberi minum, serbuk putih lalu kemudian diikat dan dibawa ke gudang sekolah.
Kemudian seseorang yang diduga kepala sekolah keluar dari gudang dan menjaga pintu gudang.
"Kepala sekolah keluar dari gudang terus jaga gudang. Si tukang sapu masuk ke gudang letakkan anak tadi ke gudang, ke atas meja di dalam gudang. Setelah itu tukang sapu keluar jaga gudang pimpinan sekolah masuk," kata Imelda, seperti dilihat dari Instagram pribadi Hotman Paris, Rabu (7/9/2022).
Di dalam gudang inilah diduga bocah perempuan 10 tahun ini diperkosa oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi hingga tukang sapu.
Baca juga: PERJUANGAN Imel untuk Putrinya Siswi SD Diduga Korban Rudapaksa, Dihalangi Saat Bertemu Jokowi
Dalam sesi tanya jawab antara Hotman dan Imelda ia mengaku anaknya diperkosa sebanyak dua kali oleh para pelaku.
"Sampai 2 kali kejadian. Pimpinan sekolah, pimpinan administrasi bahkan tukang sapu memerkosa anak ibu?" tanya Hotman.
Kemudian wanita berkaus merah ini pun mengiyakan kejadian yang dialami anaknya sebanyak dua kali.
"Iya."
Hotman Paris menyebut kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan pada 10 September 2021 lalu dan dilanjutkan ke Polda Sumut.
Namun dugaan pemerkosaan siswi perempuan ini diduga mandek hingga hampir setahun.
Saat itu yang dilaporkan cuma tukang sapu dan seorang pegawai tata usaha, sementara kepala sekolah dan pimpinan administrasi belum.
Hotman Paris meminta supaya Kapolda Sumut menyelidiki kasus ini.
Dia menyebut agar Irjen Panca menyoroti dugaan pemerkosaan siswi perempuan yang diduga melibatkan Kepala Sekolah hingga tukang sapu.
"Bapak Kapolda Sumut tolong kasus ini mendapat perhatian. Sudah dilaporkan sejak september 2021.Kasusnya dilimpahkan ke Polda Sumut,"minta Hotman Paris.
(cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kombess-Hadddai-WwahyusU.jpg)