News Video

Hotman Paris Nyatakan Bersedia Dampingi Soimah yang Anaknya Meninggal Dianiaya di Pondok Gontor

Laporan Soimah ke Hotman Paris adalah soal anaknya yang santri, meninggal dianiaya di Pondok Gontor.

Tayang:

TRIBUN-MEDAN.COM - Ibu bernama Soimah mengadu kepada pengacara Hotman Paris Hutapea soal kematian anaknya.

Laporan Soimah ke Hotman Paris adalah soal anaknya yang santri, meninggal dianiaya di Pondok Gontor.

Sebelumnya pihak dari Pondok Gontor menyebut santri asal Palembang itu terjatuh.

AM disebut jatuh kelelahan setelah mengikuti perkemahan Kamis, malam Jumat.

Namun kini ketahuan jika AM meninggal dunia akibat penganiayaan.

Hal itu setelah pihak keluarga tak yakin dengan alasan yang diberikan dari pihak Pondok Gontor tersebut.

Apalagi setelah pihak keluarga melihat kondisi jenazah.

Ponpes Gontor akhirnya menjelaskan penyebab sebenarnya AM tewas karena dianiaya.

Pernyataan ini disampaikan Ponpes setelah didesak oleh pihak keluarga.

Soimah yang ingin mencari keadilan untuk anaknya, kemudian menemui pengacara kondang Hotman Paris yang datang ke Palembang pada Minggu (4/9/2022).

"Saya Umi dari AM siswa kelas 5 I Pondok di Ponorogo asal Palembang, mohon keadilan agar bisa membantu saya," kata Soimah.

Saat bertemu Hotman Paris, Soimah pun menangis dan menyebut bahwa anaknya tewas tak wajar.

Hotman Paris kemudian menyatakan bersedia untuk mendampingi Soimah mencari keadilan bagi AM.

Video pertemuan Hotman Paris dengan Soimah diunggah di akun Instagram Hotman Paris, @hotmanparisofficial dan telah dilihat lebih dari 700.000 kali.

Mendengar penjelasan Soimah tersebut, Hotman Paris menyarankan agar Soimah membuat laporan polisi ke pihak berwajib di Jawa Timur di mana lokasi anaknya meninggal.

"Nanti akan saya bantu, tapi ajukan dulu laporannya," kata Hotman Paris.

Hotman Paris pun meminta kepada pihak Polda Jawa Timur agar menindaklanjuti kasus kematian anak Soimah tersebut, yang diduga karena penganiayaan.

"Halo Pak Kapolda Jawa Timur, di sini ada seorang ibu yang datang ke saya bertemu Hotman di Palembang, katanya anaknya meninggal di Gontor 1, diduga tindak kekerasan," kata Hotman Paris, Minggu (4/9/2022).

"Mohon Pak Kapolda menyelidiki soal meninggalnya anak Bu Soimah ini, diduga ada penganiayaan," sambungnya.

Selain itu Hotman Paris juga curiga mengapa pelaku yang sesama murid Pondok Gontor hanya dikeluarkan dan dipulangkan ke rumah orang tua.

Para pelaku malah tidak dilaporkan oleh pihak Pondok Gontor ke polisi dan langsung dikeluarkan dari pondok pesantren.

Oleh karena itu, Hotman Paris meminta Kapolda Jatim dan Kapolres setempat untuk segera menjemput para pelaku apalagi pihak Pondok Gontor sudah mengakui adanya penganiayaan.

"Anehnya Pimpinan Pesantren tau pelaku tapi hanya di pecat dan tdk lapor polisi? Why??Agar polisi hubungin sahabat kel korban di :@eenwierono 0813 6702 0000," tulis Hotman Paris.

Kini Polres Ponorogo telah memeriksa sembilan saksi kasus penganiayaan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) hingga berujung meninggal dunia.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, merinci sembilan saksi tersebut antara lain dua santri, empat dokter, dan tiga pengasuh Pondok Gontor.

Empat dokter yang dimaksud juga berasal dari RS Pondok Gontor.

"Data detailnya akan kita sampaikan, untuk pemanggilan bertambah dua dokter kita panggil untuk pemeriksaan."

"Total sembilan orang," kata Catur, Selasa (6/9/2022).

AKBP Catur juga mengatakan, pihaknya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Untuk saksi kemungkinan akan bertambah lagi karena rangkaiannya ada beberapa titik," lanjutnya.

Catur memastikan, Polres Ponorogo akan mengusut tuntas kasus penganiayaan hingga penyidikan dan segera menaikkan ke tahap selanjutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved