News Video
Pengakuan Pelaku Rudapaksa dan Perampokan Mama Muda di Percut Seituan, Istrinya Sedang Hamil 3 Bulan
Pelaku Rudapaksa dan Perampokan Ibu Muda berinisial DS, di Kecamatan Percut Seituan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski kakinya sudah ditembak oleh polisi, pelaku Rudapaksa dan Perampokan Ibu Muda berinisial DS, di Kecamatan Percut Seituan, tidak mengaku telah melakukan tindakan asusila kepada korban.
Saat ditanyai, pelaku berinisial MAG melakukan perampokan tersebut bersama dengan dua orang rekannya berinisial D dan B, yang saat ini sedang diburu oleh pihak kepolisian.
Kepada wartawan, MAG yang merupakan warga Kecamatan Batang Kuis ini mengaku, melakukan perbuatan tersebut karena terdesak ekonomi.
"Yang manjat aku sama D, di bawa orang itu. Untuk ekonomi. Tiga pelakunya, aku, D sama B," kata MAG dihadapan wartawan, Selasa (23/8/2022).
Ia juga membeberkan peranan dari setiap pelaku.
"Saya sama D berdua masuk ke dalam, si B ini di depan rumah D nunggu," sebutnya.
MAG menjelaskan, setelah berhasil masuk ke dalam rumah, ternyata korban terbangun dari tidur dan keluar dari kamarnya.
"Pertama korban nggak tau kami masuk, tiba-tiba dia dengar suara lalu kebangun," ungkapnya.
Kemudian, setelah menyadari aksinya diketahui oleh korban. MAG langsung menyekapnya membawa nya ke dalam kamar mandi.
Menurut pelaku, saat itu ia hanya mengikat pelaku di dalam kamar mandi dan tidak ada melakukan tindakan asusila kepada korban.
"Nggak ada ku perkosa, subuh-subuh itu. Saya bawa ke kamar mandi, saya ikat, nggak ada di telanjangi," bebernya.
Ia menjelaskan, setelah itu ia kabur membawa sepeda motor jenis Honda Scoopy milik korban.
"Saya pergi langsung bawa motor. Saya keluar pakai scopy itu, pakai helm merah," ungkapnya.
Pria berusia 21 ini juga mengatakan, bahwa otak pelaku dari kejadian ini adalah pelaku D yang kini telah melarikan diri.
Ia juga membeberkan, pelaku D merupakan tetangga dari korban.
"D inilah dia otak pelaku. D yang tahu, karena tetanggaan sama korban, cuma beda empat rumah," sebutnya.
Kemudian, setelah kejadian itu mereka berkumpul di depan rumah pelaku D dan menyerahkan hasil kejahatannya kepada B.
"Si B ini di depan rumah D nunggu, yang jual motornya dan handphone nya si B, dia bawa pigi semua duitnya," ungkapnya.
MAG mengaku merasa kesal dengan kedua temannya ini, karena belum mendapatkan apapun dari hasil kejahatan yang dilakukan.
Ia pun berharap, agar kedua pelaku ini segera ditangkap oleh polisi.
"Saya kesal sama B, duit motor dibawa dia semua, belum dapat hasil apapun. Saya nyari mereka keliling-keliling, nggak tahu nya saya yang ditangkap, padahal mereka sudah lari," tuturnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menikah dan istrinya sedang hamil tiga bulan.
Ia juga mengaku pernah masuk penjara kasus narkoba.
"Sudah kawin. Hamil tiga bulan, saya nggak ada kabur di rumah saja sama istri di Batang Kuis," ungkapnya.
(cr11/www.tribun-medan.com).