TRIBUNWIKI
DERETAN Dokter Asal Medan Menjadi Pahlawan Kesehatan, Ada yang Berdarah Batak
Dokter bagaikan sosok pahlawan kesehatan yang telah menjadi garda terdepan dalam melawan virus yang mematikan ini
Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Peran dokter sangat penting bagi kehidupan, apalagi disaat pandemi virus Covid-19 ini.
Dokter bagaikan sosok pahlawan kesehatan yang telah menjadi garda terdepan dalam melawan virus yang mematikan ini, hingga rela mempertaruhkan nyawa.
Baca juga: SOSOK Dokter Faisal Dikira Diculik, 20 Hari Hilang Ditemukan Bersama Wanita di Penginapan
Berikut Tribun Medan suguhkan 6 Dokter Asal Medan Menjadi Pahlawan Kesehatan :
1. dr. Andhika Kesuma Putra Sp.P(K)
dr. Andhika Kesuma Putra alumni dari SD hingga SMA di Medan dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2007.
Setelah lulus, dia memutuskan untuk melanjutkan kembali pendidikannya ke Magister Kedokteran Klinik.
Tak pernah berhenti belajar, selang setahun dia mengambil spesialis paru di USU mulai dari tahun 2008 hingga 2011.
Setelah lulus, dia berkarir sebagai seorang Spesialis Paru atau Pulmonologist di RS Columbia Asia dan RS Islam Malahayati.
Dan aktif mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan yang menunjang keahliannya, baik di dalam maupun di luar negeri.
Kegemarannya belajar, membuat dia mendapatkankan beasiswa, diantaranya sistem pernapasan dari the American College of Chest Physicians tahun 2013 dan intervensi paru dari RS Umum Pusat Rujukan Nasional Persahabatan tahun 2017 hingga 2018.
Dia dikenal sebagai dokter paru yang sangat baik, cerdas dan tidak pelit ilmu, sehingga rekan sesama profesinya sangat kagum dia menjadi bagian dari Gugus Tugas Covid-19.
Hingga dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Sabtu 1 Agustus 2020 dikarenakan terpapar virus covid-19.
Baca juga: HILANG SEPEKAN, Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Wanita di Penginapan, Ini Reaksi Sang Istri
2. dr. Naek L Tobing SpKJ
dr. Naek L Tobing, SpKJ atau lebih dikenal dengan Naek Lumban Tobing. Pria ini lahir di Pulau Samosir, Karesidenan Tapanuli, Hindia Belanda, 14 Agustus 1940.
Ia merupakan putra Batak Toba yang menjadi seorang dokter, seksologis, dan penulis.
Naek Lumban Tobing alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan melanjutkan pendidikan kedokteran jiwa di Universitas Indonesia.
Dia mengikuti program seksologi di Minnesota, Amerika Serikat dan setelah selesai dia pun kembali ke Indonesia.
Ini lah yang menjadi awal karirnya sebagai dokter bidang seksologi, namun bidang ini masih tabu untuk dibicarakan oleh masyarakat Indonesia tahun 1980an.
Selain aktif berkarir di bidang kesehatan, dia juga gemar menulis hingga berhasil menerbitkan berbagai buku seperti buku Masalah dan Solusi, Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri.
Berkat kerja kerasnya, dia berkesempatan tampil mengisi rubrik seksologi di berbagai majalah dan surat kabar nasional.
Selain itu, dia juga selalu mendapat undangan sebagai pembicara dalam beberapa acara rubrik kesehatan di stasiun televisi maupun radio di seluruh Indonesia.
Hingga meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Senin 6 April 2020, dikarenakan sakit kanker lambung stadium 4 dan terpapar virus covid-19.
Baca juga: Dilaporkan Hilang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak, Dokter Ini Malah Ditemukan di Hotel Bareng Wanita
3. dr. Ucok Martin Sp.P(K)
dr. Ucok Martin alumni dari Pendidikan Kedokteran di Universitas Sumatera Utara tahun 1990 dan melanjutkan pendidikan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis tahun 2004 hingga 2009.
Setelah lulus dari kuliah, dia meniti karir sebagai dokter hingga berkarir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan.
Hingga meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Sabtu 17 Maret 2020, dikarenakan terpapar virus covid-19.
4. dr. Edwin Parlindungan Marpaung SpOT
dr. Edwin Parlindungan Marpaung SpOT atau dikenal dengan Edwin Marpaung yang lahir di Kisaran, Sumatera Utara, 8 Maret 1974.
Ia merupakan putra Batak Toba yang menjadi seorang dokter spesialis yang berkerja di berbagai Rumah Sakit Kota Medan.
Dia alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tahun 1992 hingga 1998 dan melanjutkan pendidikan ke spesialis tulang tahun 2013 hingga 2018.
Selang dua tahun, dia mengikuti program residensi di Amerika Serikat dan ditempatkan di The Christ Hospital Cincinnati.
Dan setelah lulus ujian Educational Commission for Foreign Medical Graduates (ECMFG), dia menjadi tim dokter penanganan bencana Yogyakarta tahun 2006 dan pasca-tsunami Aceh tahun 2005.
Dia bekerja sebagai dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di beberapa rumah sakit di Kota Medan, diantaranya RS Siloam Hospital Dhirga Surya Medan, RS Murni Teguh Medan, RS Columbia Asia Medan, dan RS Methodis Medan.
Hingga meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia Medan, Medan, Minggu 30 Agustus 2020, dikarenakan terpapar virus covid-19.
5. dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis Sp.S
dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis Sp.S atau dikenal dengan Irsan Lubis lahir di Padang Pariaman, Sumatera Barat, 19 November 1964.
Ia merupakan putra Batak Mandailing yang menjadi seorang dokter spesialis saraf yang bekerja di Rumah Sakit Kota Medan.
Irsan Nofi Hardi Nara Lubis alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan melanjutkan pendidikan program spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Setelah lulus, dia menjalani karirnya sebagai dokter yang pernah berkarir di RS Adam Malik Medan dan RS Pirngadi Medan.
Selain itu, dia juga dikenal aktif mengikuti berbagai organisasi seperti Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) cabang Medan.
Hingga dia ditunjuk untuk menjadi Koordinator Sumber Daya Manusia (SDM) Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penyebaran virus Covid-19.
Dia dikenal sebagai dokter yang memiliki hati yang baik, menghormati gurunya, ramah dan rajin beribadah.
Hingga dia meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan 18 Mei 2020, dikarenakan terpapar virus covid-19.
Baca juga: Dokter Ini Sempat Dilaporkan Hilang, Kini Ditemukan Malah Bareng Seorang Wanita di Penginapan
6. dr. Ahmad Rasyidi Siregar Sp.B
dr. Ahmad Rasyidi Siregar Sp.B merupakan putra Batak Mandailing yang menjadi seorang dokter.
Dia termasuk dalam dokter spesialis bedah senior di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Medan.
Hingga meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Selasa 4 Agustus 2020, dikarenakan terpapar virus covid-19.
(cr16/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/DERETAN-Dokter-Asal-Medan-Menjadi-Pahlawan-Kesehatan-Ada-yang-Berdarah-Batak.jpg)