Ramadhan 1443 Hijriyah

Tata Cara Melaksanakan Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan, Inilah Waktunya

"Karena Nabi Muhammad SAW mengatakan, tidak ada dua witir dalam satu malam, jadi jika sudah Witir

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Sholat tahajud 

TRIBUN-MEDAN.com -- Ustaz Khalid Basalamah jelaskan hadist para ulama mengenai bolehkah melaksanakan shalat tahajud saat bulan ramadhan.

Bulan ramadhan merupakan bulan yang suci dan paling mulia. 

Bulan tersebut banyak amalan-amalan yang sangat baik dikerjakan oleh umat Muslim. 

Sehingga akan mendatangkan pahala yang sangat besar bilamana dikerjakan.  

Baca juga: Jadi Tersangka dan Ditahan, Ini Barang Bukti Fakarich yang Disita Bareskrim Polri

Baca juga: Artis Cut Meyriska Alami Ganguan Mental Jelang Lahiran Anak Kedua

Lalu termasuk shalat tahajud di waktu ramadhan apakah diperbolehkan. 

Berikut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah dalam video di kanal YouTube AHLI SUNNAH diunggah pada 20 Mei 2018 lalu.

Hal itu juga ditanyakan oleh jemaah dalam sebuah kesempatan tersebut padanya.

"Bagaimana jika sudah melaksanakan sholat Tarawih 11 rakaat yang sudah termasuk Witir di masjid, apakah boleh menambah lagi Tahajud dirumah pada malam hari?," kata Ustaz Khalid Basalamah membacakan pertanyaan jemaah.

Baca juga: Angkut Minyak dari Rusia, Kapal Tanker Indonesia Pertamina Diblokade Aktivis di Perairan Denmark!

Menurut Ustaz Khalid Basalamah banyak pendapat dari para ulama yang berbeda-beda.

Iklan untuk Anda: Sakit Lutut & Sendi akan Hilang jika Anda Lakukan Ini Tiap Pagi
Advertisement by
 
"Ada pendapat ulama yang mengatakan, tidak ada Tahajud setelah Tarawih," jelasnya.

"Karena Tarawih adalah Qiyama Ramadhan, sama dengan Tahajud hanya dimajukan saja, agar umat muslim setidaknya melakukan tahajud walau hanya setahun sekali," bebernya.

Hal ini terdapat pada H.R Bukhari Aisyah mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah menambah sholatnya lebih dari 11 rakaat ataupun 13 rakaat, di Ramadhan dan diluar Ramadhan.

Namun, ada pendapat kedua yang dikatakan ulama menurut kata Ustaz Khalid Basalamah.

Pendapat lain mengatakan, masih boleh daripada itu sesuai hadis lain yang mengatakan dua rakaat, yang tidak ada batasan dalam shalatnya," jelas Ustadz Khalid.

"Tapi ulama mengatakan jika seseorang melaksanakan sholat Tarawih maupun sholat malamnya (Tahajud) maka dianjur untuk tidak melebihi 23 rakaat," lanjutnya.

Ustaz Khalid Basalamah pun mengatakan tidak apa melaksanakannya yang penting tidak ada witir dua kali.

"Tidak apa melaksanakannya (Tahajud), yang penting tidak ada witir dua kali," jelasnya.

"Karena Nabi Muhammad SAW mengatakan, tidak ada dua witir dalam satu malam, jadi jika sudah Witir di shalat Tarawih jangan ada Witir di sholat malam (Tahajud)," tegasnya.

"Kalau mau shalat tahajud lafgi tidak usah witir, itu intinya," ujarnya di akhri video.

Simak video selengkapnya di sini 

Ucapan Seperti Ini saat Ramadhan Dapat Membatalkan Puasa, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Ucapan seperti ini saat ramadhan dapat membatalkan puasa kata Ustaz Khalid Basalamah.

Bahkan puasa orang tersebut akan sia-sia karena tidak diterima pahalanya oleh Allah SWT.

Maka, bagi umat Islam jangan sampai mengucapkan kalimat yang seperti ini.

Lalu perkataan apa yang dimaksud oleh Ustaz Khalid Basalamah.

Berikut penjelasannya dalam video di kanal YouTube Islam Terkini yang diunggah pada 19 Mei 2019 lalu.

Baca juga: Selama Ini Jauh Dari Perhatian Pemerintah, Nilawati: Alhamdulillah, Pak Wali Dengar Keluhan Kami

Allah SWT telah memerintahkan kepada seluruh umat muslim untuk melaksanakan segala bentuk amal ibadah.

Dari sekian banyaknya amalan, puasa menjadi ibadah yang sangat istimewa, khususnya di bulan ramadhan.

Setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa saat bulan ramadhan agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Namun, pahala puasa yang selama ini dikumpulkan ternyata bisa tidak diterima oleh Allah.

Maka, ucapan yang dimaksud Ustadz Khalid Basalamah adalah ucapan yang mengandung unsur syahwat.

"Jangan mengucapkan kalimat syahwat, sayang, cinta, rindu bukan pada pasangan halal," kata Ustaz Khalid Basalamah.

Walaupun hanya sebatas ucapan saja, namun hal seperti ini justru menjadi sebab Allah tidak ingin menerima puasanya.

"Maka tidak ada hajat bagi Allah sedikitpun menerima puasanya," tuturnya.

Padahal, pahala yang dihasilkan dari ibadah puasa tentunya sangat besar dan tak terhitung.

Apalagi jika ditambahkan dengan amal ibadah lainnya seperti sholat sunah, sedekah, dzikir, tentunya sangatlah berlimpah.

"Tentu saja pahala yang besar ini tidak diberikan kepada orang yang hanya menahan diri dari makan dan minum saja, namun diperuntukkan bagi orang yang benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai puasa," pungkasnya.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Bangkapos.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved